Pagar Nyandar Punya Sabia

Minggu, 11 November 2018

LOOM SISSY




Beberes rumah adalah salah satu pekerjaan yang sangat menguras energi. Bagaimana tidak, sudah banyak barang-barang yang dihibahkan tetapi masih banyak juga yang memenuhi tempat. 

Beberapa boneka dan tas-tas lucu milik Sissy juga sudah banyak yang dioper pada sepupunya, Tasya dan Novi. Meskipun masih disayang, tetapi Sissy rupanya tidak tahan dengan rengekan adeknya itu. 
Apapun yang dimintanya, akan diberikan jika saya sudah mengijinkan. Tentu saja, saya akan kembali menanyakan pada Sissy, apakah dia sudah tidak membutuhkan lagi. Karena bagaimanapun juga, saya juga jarang membelikan jika belum terlalu dibutuhkan.

Ketika sedang memilah barang yang akan dibuang, Sissy tertawa riang. Seperti menemukan harta karun saja, begitu senangnya. Sissy menemukan kembali Loom alias gelang karet kecil-kecilnya. Masih lumayan lengkap dengan alat meroncenya dan gantungan lucu-lucu itu.

Beberapa waktu yang lalu, saya mendengar dua ponakan saya itu menanyakan pada Kak Sissy tentang mainan karet-karet kecil tersebut. Namun Sissy menjawabnya "lupa simpan".

Makanya, Sissy sangat gembira menemukan mainan yang dibentuk gelang-gelang, aneka buah ataupun hewan tersebut. Rupanya Sissy akan memberikannya pada adik-adiknya sebelum ditagih. 



Begitu sederhananya kebahagiaan bagi Sissy.
Everything happen for a reason.


#Hari6
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

ANTARA KESABARAN DAN KESENANGAN




Gambar diatas menunjukkan seberapa banyak pakaian yang masih disayang. Belum ada baju baru siy, karena belum diperlukan dan masih relevan buat berbagai acara.
Baju-baju ini, yang paling banyak nampak adalah pakaian perempuan... hehe. Dan jelas, dirumah hanya ada dua orang perempuan. Sissy dan saya. 

Jujur, meskipun pakaian saya yang paling banyak, secara saya yang paling banyak kegiatan, jadi tidak heran kalau sering berganti baju. 
Namun begitu, saya paling malas untuk berurusan dengan pakaian dan cucian. Dan untungnya, hal ini tidak menurun pada Sissy. 

Urusan mencuci, menyetrika, melipat dan menyusun kembali pakaian dalam lemari, serahkan pada ahlinya. Begitu jawab Sissy jika ada yang meminta tolong untuk beberes pakaiannya.
Gambar dibawah ini, behind the scene nya. 
Sissy terlihat serius dengan taburan kain disekelilingnya.



Dulu, sewaktu saya masih seusia Sissy, pekerjaan inilah yang menjadi urusan saya. Sekeluarga mempercayakan pada saya soal kebersihan mencuci. Terutama bapak saya. Beliau punya standar tersendiri untuk setrika. Dan akan merasa pas jika saya yang mengerjakan.

Saat-saat menjalani tugas ini, tak jarang membutuhkan kesabaran. Apalagi pakaian sudah menggunung karena beberapa hari tertunda oleh kegiatan lain.

Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan kesabaran ekstra, kadang-kadang saya melihat Sissy menyelesaikan pekerjaan dengan gembira.
Karena seringkali Sissy mendapatkan ide-ide pada saat tenang tersebut. Yaa... begitulah. Suasana tenang menumbuhkan kesabaran dan kesenangan.
Everything happen for a reason.


#Hari5
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Jumat, 09 November 2018

NGOBROL DENGAN BURUNG





Kadang-kadang Sissy suka sebel sama burung peliharaannya.  Sudah hampir sebulan bertelur, tetapi tidak juga mau mengeraminya. Jadi bagaimana telurnya akan menetas?

Setiap hari, Sissy mencuci dan mengganti air minumnya agar tetap segar.  Tidak pernah sampai kehabisan memberi jagung untuk makannya.
Tidak lupa membersihkan kotoran juga kandangnya.

Untuk mengerami telur, dikandang burung merpati sempat diberi lap untuk tempat telurnya. Kemudian diganti dengan rumput-rumput disudut kandang. Tetapi tetap saja burungnya tidak mau mengerami telurnya.

Setiap hari, Sissy mengajak ngobrol si burung. Entah apa saja yang diucapkan. Saya hanya menanggapinya dengan senyum karena lucu.
Apalagi ketika Sissy memarahinya jika si burung menumpahkan jagung dari tempat makannya. Atau menanyakan mengapa tidak mau mengerami telurnya.
Padahal seharusnya, paling tidak masa 22 hari sudah menetas. Sedangkan ayam saja rata-rata hari ke 21 telurnya sudah menetas.

Saya jadi ikutan penasaran, mengapa si burung tidak mau mengerami telurnya. Langsung saja browsing internet. 
Ternyata, seharusnya telur dierami secara bergantian oleh burung jantan dan betina. Burung betina mengerami saat siang dan malam, sedangkan burung jantan giliran mengerami saat pagi dan sore hari.

Setelah tahu jawabannya, barulah kami semua paham. Telur yang sebiji ini tidak akan pernah menetas. Karena burung jantan tidak lagi pulang. Saat lepas dulu, hanya burung betina yang bisa tertangkap dan sudah tahu dimana rumahnya.

Nah, lagi-lagi Sissy mengajak ngobrol si burung. Disuruhnya sabar, jangan bandel. Supaya papa membelikan jodoh buat si burung betina.
Dengar-dengar sih, harganya mahal juga. Tetapi kita tunggu saja, barangkali nanti papa lekas mendapatkan burung merpati yang jantan. 

Hari ini Sissy dan si burung belajar bersabar. Sabar dengan tingkah si burung yang suka menumpahkan makanan. Dan si burung sabar untuk mendapatkan jodohnya.
Everything happen for a reason.


#Hari4
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Kamis, 08 November 2018

DIGIGIT SIMON




Sebelum Sissy, Mas Abit pernah di cakar Acing, kucing kesayangan pertama kami. Tidak tanggung-tanggung, yang dicakar adalah bagian dalam matanya. Bagian putih bola mata Mas Abit luka tergores tiga kuku Acing.

Semula kami mengira menangisnya adalah bercanda. Tetapi setelah melihat darah yang begitu banyak dari matanya, tidak membuang waktu lagi. Kami tancap gas berboncengan tiga meskipun hari sedang hujan menuju UGD.
Alhamdulillah, tidak mengenai korneanhya, sehingga masih bisa pulih dan tidak mengalami kebutaan.

Hampir sama kejadiannya yang berlaku dengan Sissy. Dia sedang bercanda dengan dua kucingnya, Endut dan Simon. 
Entah apa yang menjadi pemicunya, tiba-tiba saja Endut dan Simon mengerang-erang hendak berantem.

Tidak ingin kucingnya berlanjut berkelahi, Sissy bermaksud memisahkan keduanya. Jika kebanyakan orang memisahkan kucing berantem dengan menyiramkan air. Tetapi tidak bagi Sissy, karena sayangnya. 
Sissy mengangkat Endut supaya menjauh dari Simon. 

Tiba-tiba kami (saya dan papanya)  yang sedang asyik mengobrol dikejutkan oleh teriakan Sissy yang begitu kencangnya.
Ternyata tangan Sissy digigit dan dicakar Simon. 

Entah Simon mungkin marah kepada Sissy atau merasa terancam, sehingga dengan cepat menyerang Sissy.
Segera saja sang papa mengejar simon. Tetapi kemudian saya cegah, karena Simon juga sudah lari karena takut.

Yang utama kami lakukan, membersihkan luka Sissy dengan air kemudian memberikan minyak but-but. Segera setelahnya kami membawa Sissy ke klinik terdekat untuk diberikan pengobatan.
Alhamdulillah tidak ada yang serius.

Sepulang dari klinik, kami mengevaluasi kronologi Sissy sampai digigit Simon.
Setelahnya, Sissy belajar bagaimana membedakan sikap menyayangi pada hewan dan pada manusia. Begitupun papa, tidak harus menghukum Simon, karena memang naluri hewan akan menyerang jika merasa dirinya terancam.
Everything happen for a reason.


#Hari3
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

TIME OUT SAAT TIDAK MOOD



Adakalanya ketika sedang bosan, capek atau sedang tidak mood mengerjakan tugas, Sissy melakukan pekerjaan sambil grusak-grusuk atau sedikit melempar barang.
Pada saat dinasehati, raut mukanya semakin keruh dan masam.

Untuk menghindari suasana yang tidak nyaman, dan supaya suasana tetap kondusif (ini adalah alasan supaya saya tetap dalam kondisi waras, hehe) satu hal yang kami lakukan. Time out, meninggalkan pekerjaan. 

Selain menggambar, saat time out itu saya menganjurkan Sissy untuk duduk menepi di pojok teras. Tentu saja ketika suasana sepi dan tidak ada orang berseliweran.
Merenungkan apa yang sedang terjadi, memikirkan apa yang diinginkan ataupun mengumpulkan dan menyusun alasan yang ingin disampaikan.

Karena beberapa saat nanti, pasti mama akan menanyakan apa saja yang didapatkan saat perenungan dipojok teras tadi.

Biasanya, alasan tidak mood Sissy adalah karena bosan. Hal ini memang berhubungan dengan saya yang sering berkegiatan diluar tanpa melibatkan anak-anak. Atau saat saya juga dilanda kejenuhan dan kehabisan ide untuk berkarya bersama mereka. 
Sissy merasa hanya melakukan pekerjaan yang monoton dan itu-itu saja. 

Pada saat-saat begini, saya ingin Sissy memahami, bahwa kesulitan yang saat ini dirasakan, akan membuat dia menyadari bahwa suatu saat, masa-masa ini akan diingatnya. 
Semua yang dikerjakan hari ini, dan ketika sudah terbiasa mandiri akan membuat dia sendiri bisa mengatasi segala kondisi.
Everything happen for a reason.



#Hari2
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Rabu, 07 November 2018

DOODLE SISSY



Semasa balita, anak saya Sissy jarang sekali tantrum.  Kalaupun menangis, hal itu tidak berlangsung lama. Padahal sebagai anak bungsu apalagi Sissy adalah satu-satunya anak gadis di dalam keluarga kami, seharusnya dia lebih banyak merasakan manja.

Namun tidak demikian. Menurut saya, ini bisa jadi memang kesalahan kami sebagai orangtua yang belum pengalaman dan tidak berilmu. Disamping itu, ada faktor lain, yaitu jarak Sissy dengan abangnya yang berdekatan.  Selisih hanya empat belas bulan. Dan karena kurangnya ilmu juga, saya sering menitipkan Sissy (bayi) kepada adik saya ketika Althaf rewel bahkan cemburu melihat saya dengan Sissy.

Kebiasaan inilah yang membuat Sissy sering mengalah demi melihat Althaf tidak tantrum. Karena jika sudah menangis, apa yang ada disekitarnya akan dibanting, pintu ditendang, bahkan Sissy kecil akan dipukulnya.                   
Saat seperti itu, adik-adik saya akan segera mengambil Sissy, dan saya harus menenangkan Althaf. Ketika saya menggendong Sissy, Althaf selalu mendorong Sissy.

“Kamu sana Sy. Sama tante mu sana,”  teriak Althaf ketika sedang marah dan tidak ingin diganggu.

Tetapi, saat mood dan hatinya baik, diajaknya Sissy bermain, makan  bahkan tidur bersama. Hal seperti ini berlaku hingga Sissy berusia  5 tahun. Dan selebihnya, Alhamdulillah mereka hampir selalu rukun hingga saat ini. Sekarang usia Sissy hampir 13 tahun.

Bercerita tentang Sissy, dia hampir tidak pernah terlihat tantrum. Tetapi bukan tidak pernah marah atau merajuk, hanya tidak berlebihan saja dalam melampiaskan. Sissy akan menangis dengan suara tertahan jika dia merasa bersalah, dan akan lebih nyaring meskipun tidak berteriak jika merasa kecewa.

Saya pernah memergoki Sissy sedang mengomel sendiri didalam kamar. Ketika saya tanyakan mengapa, barulah dia menceritakan hal yang membuatnya kecewa. Kadang-kadang, belum sempat saya memberikan solusi ataupun sekedar menasehati, dia akan merasa baik-baik saja, dan kembali bermain diluar, karena dijemput teman-temannya.

Sissy memiliki banyak teman meskipun tidak lagi bersekolah diluar rumah, melainkan homeschooling. Kami sama-sama belajar sebagai murid dan guru. Karena saya juga sering belajar dari anak-anak, meskipun lebih banyak saya yang harus menyediakan ide untuk hal-hal yang ingin dipelajari.

Begitupun tentang keseharian Sissy. Dikarenakan seringnya kami belajar sambil jalan-jalan, luapan emosi sering terabaikan.
Jadi untuk tetap mengikuti fitrah dan kondisi perkembangan emosi anak-anak khususnya Sissy, saya mengajaknya menggambar.
Menggambar apa saja, terutama yang sedang dirasakannya saat ini. Dan berbekal sedikit ilmu tentang doodle dari seorang Coach, saya mencoba mengartikan dan berdiskusi tentang perasaan Sissy. Sejauh ini, masih efektif bagi kami untuk mengatasi keadaan yang sedang tidak stabil.
Mudah-mudahan kedepan kami dapat menemukan cara lain, saat kegiatan menggambar sudah dirasa bosan oleh Sissy.
Everything happen for a reason.

#Hari1
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Minggu, 16 September 2018

TIME OUT

Selisih paham kembali terjadi saat komunikasi tidak tersampaikan dengan benar. Hari ini sungguh terasa melelahkan. 
Saya harus membagi waktu untuk tiga kegiatan dalam sehari, padahal ini adalah akhir pekan yang seharusnya kami habiskan sebagai family time.
Namun dikarenakan saya juga sebagai ketua dari sebuah komunitas perbakingan, saya harus hadir untuk mendukung kelancaran Latbar yang diselenggarakan hari ini.


Acara Latbar diadakan dari jam 09.00 dan biasanya selesai pukul empatbelasan. Dikarenakan ada kegiatan tekhnikal meeting Pestakom, saya ijin jam 13.00 untuk pamit pulang duluan.


Sepulang dari tekhnikal meeting di sebuah kafe tersebut, saya meneruskan diskusi dengan beberapa anggota komunitas Gen-TARA yang anak-anak saya juga termasuk didalamnya. Membahas Logo dan persiapan pameran perdana yang mereka ikuti.


Dari sekian waktu yang saya jalani, Hari ini tidak melibatkan pak Yan sama sekali. Mungkin karena kurangnya penyampaian dan edukasi terhadap pak Yan tentang jadwal yang saya buat hari ini, pak Yan merasa terabaikan. 
Dan akhirnya protespun dilancarkan.


Setelah menjelaskan dengan situasi yang agak tegang, akhirnya pak Yan mau menerima alasan saya meskipun dengan berat hati.
Untuk menghindari konflik yang berkepanjangan, saya memberikan time out agar situasi mereda, dan kondusif.


Setelah sama-sama merasa tenang, saya mengajak pak Yan makan nasi kotak berdua yang saya bawa dari latbar siang tadi. Pelan-pelan saya mulai menjelaskan dan menguraikan apa yang menjadi kendala saat komunikasi tadi tidak lancar.


Alhamdulillah... percakapan terselesaikan dengan aman dan terkendali.  Kami berdua saling meminta dan memberikan maaf dan suasana kembali hangat.
Everything happen foe a reason.

#hari11
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional