Pagar Nyandar Punya Sabia

Kamis, 18 Januari 2018

Bintang Mama

Ada kabar kurang enak dari kampung halaman. Ayah saya bilang Ibu sedang di USG. Dalam waktu dekat akan segera operasi untuk yang kedua pada mata ibu.


Salah satu saraf di mata ibu ada yang putus, hampir dua tahun yang lalu sudah dioperasi.

Dan dokter mewanti-wanti ibu supaya tidak menangis, atau merasa sedih yang mengakibatkan menangis.


Dan kali ini, saraf yang pernah disambung itu putus lagi, ditambah mata sebelahnya terkena katarak.
Ya Allah, kuatkan ibu saya... dan kembalikanlah penglihatannya seperti sedia kala.. aamiin..


Untuk saat ini hanya doa lah yang terus menerus saya panjatkan. Karena kalau untuk pulang, kami masih harus memikirkan beberapa kendala.


***
Keresahan ini tidak dipungkiri mempengaruhi kondisi anak-anak. Mereka mendengar dan ikut merasakan kesedihan mamanya yang tidak bisa disembunyikan.


Karena itu, untuk sedikit meringankan beban tekanan batin, anak-anak berinisiatif mengajak saya jalan-jalan sore.
Tidak jauh memang, tapi mampu mengobati sedikit kangen tentang kampung halaman.



Di Anjungan Rumah Adat Jawa Timur


Keceriaan anak-anak juga menghipnotis saya untuk sejenak melepas kegundahan.
Mereka saling menghibur, saling menjahili dan tertawa riang.


Alit dikerjain mamasnya untuk mengambil foto terbaik



Aah...
Terima kasih anak-anakku.. Kalian anak-anak sholeh, yang senantiasa menjadi penawar gelisah.
Tetaplah menjadi bintang di hati mama..

Everything happen for a reason.. 🌹🌹

#tantangan_hari_ke8
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa

Jalan Dekat Rumah

Rasanya kurang piknik itu...
Ngga usah dipikir jauh-jauh, ngga enak deh pokoknya.



Anak-anak pernah bilang, kalau dirumah ngga ada kerjaan, daripada jadi kentang..mending jalan meskipun cuma ke belakang rumah.
Setidaknya ada yang membantu membuka pikiran, dan siapa tahu dapat wangsit.😄


Gerak dari rumah kearah utara, jarak tempuh cuma 1 km. Hehe.. ini cerita berangkat dan foto yang di dapat terbalik.
Jalan duluan, sekitar jam 15.00 wib, dan mengambil fotonya sambil jalan pulang..😄


****
Tanpa hambatan karena belum jam padat pulang kerja.
Ya, jalanan Bengkong Sadai meskipun bisa dibilang pelosok, termasuk jalanan yang ramai.  Karena sudah dipadati rumah dan ruko di sisi kanan kiri. 


Sepanjang jalan, kios-kios pedagang kuliner sudah menjamur dengan cepatnya.  Dan seolah tidak ada jam tidur, karena ada yang tetap buka sampai pagi menjelang.
Apalagi sekarang dari deretan Gapura Kampung Tua Sadai sudah berderet PKL yang berjualan barang-barang second dan bahkan ada juga pasar kaget yang berjualan segala sayuran dan ikan.


Gapura Kampung Tua Sadai


Bergeser lagi ke arah barat, semakin ramai karena telah berdiri mini market yang bekerjasama dengan wifi.id corner. 
Kadang-kadang ada yang menyewakan mainan mobil penggaruk tanah aka beco. 


wifi.id corner


Pasar kaget


Belum mentok perjalanan di Bengkong Sadai, lanjut ke arah Bengkong Laut.  Tentu sudah banyak yang tahu di sini ada Rumah Makan paling kondang bernama Golden Prawn. Tetapi kami tidak sedang ingin makan di restourant yang biasa orang menyebutnya GP itu, hehe..


Kami masuk ke tempat nongkrong dan wisata yang lumrah orang bilang GP meskipun bukan ke restourant tersebut.
Ada wahana bermain, beberapa Cafe, Ilumination , Hotel Golden Bay, tempat nongkrong muda-mudi dan kolam pemancingan.


Dan bukan hanya itu, sirkuit main gocar juga tersedia. Anjungan Rumah-Rumah Adat seluruh Indonesia pun hampir tiap hari dipenuhi orang meskipun hanya sekedar berfoto di miniatur Rumah Adat tempat asal mereka.

Di salah satu Anjungan


Selain Rumah Adat, didalam anjungan itu terdapat patung-patung hewan untuk memanjakan anak-anak untuk bermain dan berfoto.
Beberapa tahun yang lalu, ketika saya baru menginjakkan kaki di Bumi Madani ini, sempat menikmati kebun binatang kecil di sini. 
Waktu itu ada beberapa ekor ular yang besar-besar dan aneka burung yang sekarang sudah tinggal sangkarnya.


Dan yang tidak kalah tersohornya, sekarang ada Masjid dengan warna yang sangat terang, merah.
Sebuah  Masjid dengan corak kearah Tiongkok, bergaya mirip klenteng seperti yang ada di Anjungan.


Miniatur Klenteng


Adalah Masjid Cheng Ho.  Ketika saya sengaja berkunjung ke Masjid ini, tepat adzan Ashar berkumandang.
Saya sedang tidak bisa menunaikan ibadah sholat, jadi saya menunggu anak-anak saya untuk ikut sholat berjamaah.  


Masjid Cheng HO Batam


Sembari menunggu mereka keluar dari Masjid, saya perhatikan semakin sore semakin banyak pengunjung yang datang.  
Ada yang memang sengaja sholat berjamaah, karena memang dekat masjid ada perumahan dan mungkin juga para pedagang muslim di Pasar UKM Cheng Ho yang berada di samping masjid.
Ada juga beberapa orang Chinese yang berfoto-foto di depan masjid. 


Hari ini, mungkin sampai disini dulu jalan-jalan sore kami.  Mungkin besok masih akan datang ke GP lagi.  Karena masih ada wahana lainnya, wahana main air yang dekat juga dengan restourant Kapal Cheng Ho.


Di halaman Masjid Cheng Ho Batam


Sebelum saya bisa dan ada kesempatan jalan yang jauh.. saya puas-puasin jalan-jalan dekat rumah 😄
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya..Dan mari singgah juga ke taman bacaan mbak Moniq..
Banyak kisah yang menginspirasi disana.

Everything happen for a reason..🌻🌹🌷

Senin, 15 Januari 2018

Orang Berangkat Kerja, Kita Pulang

Pagi yang cerah.. masih di hotel Kaliban Batam Centre.
Tidak sedingin kemarin, meskipun mentari belum juga menampakkan sinarnya yang terang.
Sissy membuka gorden tebal berwarna biru dongker di jendela kaca besar dekat ranjang tempat tidurnya semalam.


"Pemandangannya indah ya.. " kata Sissy


"Yang mana?  Itu kan perumahan..." sanggah Alit, sambil lihat keluar jendela.


"Maksudnya rapih.. hehe.."


Ah, sudahlah. Memang hotelnya ada di ruko dekat perumahan.  Ayok kita siap-siap mandi, habis mandi kita turun sarapan.



senang lihat papa yang biasanya tak mau sarapan


Suasananya sepi, hanya ada beberapa orang saja yang turun untuk sarapan.  Tidak berlama-lama di restouran, kami pun segera kembali ke kamar.  
Eh, rupanya Sissy mau memanggang roti setangkup,  bukan untuk sekarang katanya, untuk nanti kalau ngemil.





Tidak seperti biasanya, kami menginap di hotel dengan berbagai kegiatan, karena sempat berjalan-jalan dan mengulik ruangan apa saja yang ada di dalam hotel. Cerita kami kali ini hanya merekam saja 😄




Bagaimana kalau setelah sarapan kita langsung check out saja.  Mungkin diluar kita bisa ambil cerita dan pelajaran..
Okelah kalau begitu, kita bersiap ya guys.



Sambil berkemas, mama menghabiskan sisa puding di gelas yang dibawa Sissy.  Mubazir kalau ditinggal, karena sudah diambil. Jangan ada yang tertinggal ya, 😄
Lah kan memang tak bawa apa-apa dari rumah.
Ketika mengembalikan kunci pada resepsionis pun juga di minta untuk menunggu sebentar di lobby, kamar di cek dulu oleh petugas barangkali ada barang yang tertinggal atau terbawa 😄
Setelah di konfirmasi oke, kami bergegas meninggalkan hotel.


tempat parkir hotel Kaliban


Saat sudah keluar dari hotel baru tahu kalau sebelumnya hujan mengguyur Batam. Tanah basah, tetapi memang sudah tak sedingin kemarin.




Perjalanan lancar dan masih terlihat sepi.  Hanya pada titik-titik tertentu yang padat kendaraannya.
Kok jadi seperti kelelawar ya.  Orang lain berangkat kerja, kita berangkat pulang.. 😄


Tak mengapa lah dek, kita juga membawa pulang pengalaman meskipun sedikit.
Nanti sampai rumah kita bisa kan langsung eksekusi editing videonya?
Kita lanjutkan ya, sebagai pemula sebagai youtuber 
Memupuk pengalaman sambil belajar.

Everything happen for a reason.. 💞💞

#tantangan_hari_ke7
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa



Pindah Tidur

Sehabis maghrib tadinya ngga pengen keluar rumah.  Seperti di hampir semua status media sosial minggu ini, kami juga masih dilanda kedinginan.. Brrrr....


Namun sesaat kemudian, berubah pikiran ketika seorang teman menawarkan fasilitas semalam di hotel Kaliban Batam Centre.
Sama-sama dingin mending diiyakan, mandi air hangat tak payah masak air lagi.



Lapor Resepsionis Hotel Kaliban


Yuk capcus kita berangkat.  Pindah bobok cantik, manatau lebih hangat disana.
Bawa baju ganti selapis saja buat tidur.  Yang tak mau ketinggalan cemilan buat malam hari, dirumah biasa nikus sih.. jadi takut kelaparan tengah malam.


Benar saja, baru mau masuk kamar setelah ngobrol di resto dengan teman-teman , perut mulai meliuk-liuk barengan musik yang diputar. 
Masih jam segini ( jam 22.30 ) masih ada lah ya yang jual nasi ayam goreng krispi.  Pilih menu yang sekalian buat cemilan, ya goreng-goreng gitu hehe..
Akhirnya pak suami dan mas Alit pergi keluar mencari pesanan kami.


Oiya, ketika pak suami keluar hotel, ada sedikit kendala saat membuka pintu kamar. Pintu tak mau terbuka, agak macet, meskipun kunci sudah ditempel beberapa kali. Ketika bertanya pada teman saya, rupanya tadi pun sama, memang agak susah terbukanya.  Jadi mesti sabar.. 😄


****
Sambil menunggu pesanan datang, saya berdua dengan Sissy mencoba merekam seisi ruangan kamar. Ecek-eceknya nanti mau review gitu... 😄  Manatau nantinya akan sering review hotel ya kan.  
Dimulai dari masuk pintu, double bed-nya, sampai kamar mandi.


Halah... baru juga mulai, hape yang buat merekam ngeleg-ngeleg.. haha.. 

"Sabar.. ulang lagi aja ma,"  Sissy mencoba menghibur.


"Iya lah, gapapa nanti kan di edit sama mas Alit."


Acara merekam ruangan tetap berjalan, dan pas ketika hampir klik stop, bel pintu berbunyi.
Dengan girang Sissy menyambut makanannya 😄



sebagian sudah disantap sebelum sempat diabadikan


Nah.. tugas kita sudah selesai ya Sy, giliran mas Alit.  Habis makan kebagian mengedit video rekaman kita.
Yuk kita tidur duluan... Besok kita cari tahu apa yang akan kita kerjakan.

Everything happen for a reason.. 💋💋

#tantangan_hari_ke6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa









Sabtu, 13 Januari 2018

Kangen TV

Jam 06.00 WIB tiba-tiba Mas Alit bergumam sendiri.


"Jadi pengen nonton TV pagi-pagi"


Bukan tanpa pasal, mas Alit tiba-tiba bilang begitu. Kami punya tetangga baru.  Mereka nyetel tv kencang-kencang, jadi kedengeran jelas acara yang sedang berlangsung, acara curhat mamah dan aa'.


Sudah lama memang kami tidak nonton TV dirumah.  Memang sedang rusak sih.  Awal rusak masih bisa dibenerin oleh pak suami. Tapi baru sebulan di pakai sudah kembali padam. 
Itupun tahunya karena listrik tiba-tiba mati, rupanya karena TV nya yang korslet.


Kalau saya, ada atau tidak ada tv memang ngga ngaruh.  Saya tidak intens nonton film atau mengikuti berita di tv, apalagi sampai kecanduan sinetron 😄
Anak-anak pun begitu, lebih seringnya nyari film atau berita terbaru lewat internet. 
Kalau sempat ya di download dan nobar, alias nonton bareng depan laptop, hihi...



ngga bosan nonton film 'inside out'

Nah, untuk pengobat kangen nonton tv ini kadang-kadang anak-anak digiring kerumah Uti nya. Disana pun chanelnya terbatas, karena antenanya pakai yang jadul. 
Yang paling sering diputar adalah acara 86 saja, selebihnya kalau datang kerumah Uti pagi hari baru bisa nonton film kartun Nobita.


Permulaannya memang kurang menyenangkan ya dirumah tanpa tv, tapi karena sudah terbiasa dan dengan banyaknya kegiatan, ngga terlalu berpengaruh juga. Malahan lebih nyaman begini, ngga dengar cerita gosip dan acara yang tidak mendidik.
Hari-hari bebas tv.

Everything happen for a reason..🍧🍩

#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa




Jumat, 12 Januari 2018

Oseng Woncis Sissy





Semakin hari, Sissy makin pandai menyiapkan menu buat makan kami sekeluarga. 
Awalnya memang terkesan dipaksakan ya, tetapi memang mesti seperti itu. Dulu ketika saya masih remaja, enggan untuk melihat ibuk memasak, jadinya baru bisa memasak ketika sudah menikah..😂

****

Keluarga kami suka makanan yang berbau kecap. Apa saja yang dikecapin, pasti bikin nasi cepat habis.
Makanya, tiap belanja jangan lupakan catatan untuk beli kecap manis.


Kalau kemarin Sissy sharing tentang Ayam Bumbu Lapis  yang endess, kali ini kami nungguin Sissy masak oseng wortel dan buncis.
Karena mager mau belanja ke pasar, jadi masak aja apa yang ada di kulkas.


Bahan yang ada cuma wortel, buncis dan tempe balok. Mestinya, kata Sissy lebih enak kalau ada udangnya ya.. 😄


Ya ngga apa-apa, yang penting hari ini masih ada yang bisa dimasak. Oiya, kurang sip kalau tempe cuma digoreng gitu aja. Masih dengan alasan mager, ngga jadi bikin Mendol, tempe selimut saja, alias tempe goreng tepung.


Ehemm...
Kemon kita eksekusi sekarang saja, keburu jamnya laper.  


"Eh tunggu!"  apalagi lah ini jam makan sudah mepet kok..


"Sambil direkam lah ma.."  hahaha... boleh deh, ketagihan rupanya pingin eksis.


"Capcus... Nanti bagian Mas Alit bagian editing video yah.."


Siapain dulu Sy, mama yang ketik resepnya..


OSENG WONCIS

Bahan:
 2 buah wortel
200gr buncis
kecap manis
gula
garam
air secukupnya

BUMBU IRIS:
3 siung bawang putih
2 siung bawang merah
cabe merah 
cabe rawit 
(cabe sesuai selera)

CARA MEMASAK:
1. Wortel di potong sebesar korek api, buncis dipotong tipis-tipis,sisihkan.
2. Tumis bawang putih, bawang merah dan cabe sampai harus.
3. Masukkan wortel dan buncis, aduk rata, kemudian tuang air sampai sayur tenggelam. Masak sampai layu dan air mengering.
4. Tambahkan garam, gula dan kecap manis. Aduk sampai merata, bila kurang manis, tambahkan gula.
5. Matikan api, siap disajikan.


Nah, sekarang makan dulu ya..  biar yang bagian editing video bersemangat juga..

Everything happen for a reason..

#tantangan_hari_ke4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Kriya Sissy

Dalam keseharian, kami dirumah masih sering teledor atau meletakkan barang tidak sesuai pada tempatnya.
Inilah yang seringkali membuat kepanikan ngga penting jika membutuhkan sesuatu.  Nah.. pada saat itulah baru merasakan kapok. 


Mencari barang yang ngga jelas lagi tempatnya akan membuat hari terkesan gerah dan suntuk.  Mau ngga mau harus meminta bantuan anggota keluarga untuk segera mendapatkan barang hilang tersebut.


Untungnya...😍 bukan sengaja sih..
Dirumah kami ada spion yang hampir selalu menolong untuk menemukannya.  Kalau bahasa dongeng sih ibu peri 😄


Dia lah Sissy..


Ketika papanya mencari topi kerja atau topi jalan, saat masnya mencari ikat pinggang, sewaktu saya mencari tool kit buat menghias kue ada yang terlepas jatuh dikolong meja, dan macam-macam kehilangan lagi.


Karena rajin menyusun dan merapikan, dalam bahasa Jawanya primpen, Sissy semakin cekatan menggerakkan tangan. 
Jika melihat tutorial cara membuat suatu ketrampilan tangan, maka dengan tangkas dia segera mempraktekkan meskipun menonton cuma sekali.


Sissy mengatur sendiri meja kerjanya , membuat box-box tempat pernak-pernik, penjepit kertas dari jepitan jemuran dan kain flanel, dan banyak lagi.


Kadang-kadang tercetus kalimat Sissy pengen jualan ma,.. 
Tidak memungkiri, karena seringnya melihat saya ikut bazaar atau jualan, maka Sissy pun ingin mencobanya.
Sewaktu saya seusianya, belum terpikir dengan sendirinya, meskipun saya dan adek saya juga bantu jualan permen. Saya jaman itu masih terkesan dipaksa membantu ibuk.



Bagus juga idenya, kriya yang selama ini dibikin dikumpulkannya dan dipamerkan pada teman-teman sekitarnya. 
😊 Saya melihat semangatnya membara ketika mendapat respon luar biasa dari temannya. 



fotonya candid, jadi ngga nampak presentasinya
  

Semangat mengasah kebiasaan, kemampuan dan ketelitian
Everything happen for a reason..

#tantangan_hari_ke3
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa