Pagar Nyandar Punya Sabia

Rabu, 25 Oktober 2017

Bekal Ketinggalan dan Mamah Belajar Nge-blog

Beberapa hari ini jadwal lumayan padat. Dari kegiatan bersama duo krucil menyusun jadwal seminggu kedepan, bebikinan kerajinan tangan yang nantinya mereka kepingin buka lapak hihi..
Dan, wah ..lumayan menguras energi ketika bebikinan belum beres, mamahnya mesti minta ijin "time out" sebelum waktunya, karena harus mengikuti meeting dengan pengurus sebuah komunitas perbakingan.
Ditambah persiapan mengikuti pameran dan bazaar bersama salah satu instansi disebuah mall,juga di salah satu kawasan industi.
Semakin heboh ketika bersiap meluncur ke acara kopdar Sharing Rumah Belajar Menulis dirumah mbak Lubnah Lukman .

Jam 04.00 wib kegiatan yang berhubungan dengan air, nyuci piring dan cuci baju sudah selesai. TDL selanjutnya sambil masak nasi dan air panas buat mencairkan bumbu pecel untuk sarapan nanti. 
Nah, selanjutnya bersiap ngajak pak Boss,kulakan bahan baku pisang bakal produksi Sale untuk pameran.

Sementara ditinggal ke pasar, seperti biasa duo krucil beraksi di dapur. Menyiapkan sendiri bekal yang akan dibawa bepergian.
Mereka sendiri yang tahu kepengennya apa, jadi saya biarkan saja mereka bereksplorasi.. hihi, bukan ngeles karena maknya malas masak yaaa..
Lebih karena suka ngga kemakan kalau ngandelin bekal dari mamah, dan yang pasti ngga selalu dibelikan atau bahkan ngga dekat dengan warung atau toko, seperti di komplek elite kediaman ibu ketua rumbel ini...


Karena takut terlambat datang, yang disiapkan sedari pagi pun masih ada yang terbengkalai rupanya.
Bekal yang dibuat ketinggalan.. 
Yang terbawa dalam tas jinjing cuma air mineral saja, haha.. Oke guys, daripada yang ngantar kita merajok kalau harus balik lagi, nanti kita beli kue atau roti saja sambil jalan.

Selama perjalanan, kami berempat asik ngobrol dan mengomentari apa saja yang terlihat seru dan aneh, dan ngga berasa sudah memasuki kawasan Sukajadi.
Walah, ternyata salah jalan, padahal saya sudah pernah datang kerumah mbak Lubnah.
Nanya pak Sekuriti, ternyata di perumahan yang belakang, dan harus putar balik.. hahaha..

Akhirnya, nyampai juga, salim papah sambil bisik-bisik, mama minta pulsa..
Biasa mama TMR, tak mau rugi. Meskipun begitu, papa senang saja beliin mama tercintanya.
Begitu masuk rumah mbak Lubnah, wuih... pada pegang mangkuk bakso...
ya langsung ngences..minta dipersilahkan ngambil bakso.

Saat itulah, baru nyadar, bahwa bekal krucil tertinggal. Aaah.. tak payah menyesal, cemilan banyak yang bawa. Ya kan ibu-ibu.. ngga akan jauh dengan anak dan makanan ... hahaha piss

Sudah teratasi mupeng bakso dan cemilan, saatnya kembali pada tujuan awal. Belajar nge-blog.
Salah satu cita-cita yang banyak tersendat ini, pingin menulis yang benar, punya blog yang cantik dan suatu saat membuat buku.
Disela-sela hiruk pikuk celoteh krucil yang bersahutan, kami mesti pasang telinga lebar-lebar untuk mendengar penjelasan sang mastah yang suaranya halus banget.. hihi

Senang banget, akhirnya bisa memulai , meskipun masih tahap bikin judul dan utak-atik tata letaknya.
Ngga berasa, krucil sudah pada rewel minta pulang.. kangen papah-papahnya kali ya.. Baiklah, mari kita berkemas. Nanti dirumah minta dibantu anak lanang, biar cantik blog mamahnya..
Iyesss....

Everything happen for a reason.. www.lubnahlukman.com

7 komentar:

  1. Ngga kliatan kyk blog baruu mbaa..apiikk tulisannya..��

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa iya... jadi enak saya.. hihi
      makasiy ya...

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Smoga cita2 menulis bukunya segera tercapai ya mbaak🙋

    Itu seruu, bikin bekel sendiri😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. iyah karena duluu suka ditinggal, dadi tiap pagi dibriefing buat masak-masak sendiri..

      Hapus
  4. Mba. Papah-papahnya pada paragraf terakhir bikin salah fokus. Papahnya ada banyak ya. Wkwkwkwkwkkw
    Becanda mb 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... tinggal itung mamah-mamahnya ada berapa... mamah ngga kangen juga ya sama yang dirumah wkwkwkwk

      Hapus