Pagar Nyandar Punya Sabia

Jumat, 27 Juli 2018

MBAK UNNA

Sabar, telaten, lemah lembut dan pengertian.  Itu kesan pertama yang saya dapat ketika pertama kali mengenal mbak Unna. Ibu dari sepasang putra putri yang lucu.  
Sabarnya terlihat jelas ketika Zafran nyemplung di kolam air mancur di halaman masjid Raya, atau ketika Zafran menyuci mainannya dan membasahi semua sepatu yang ada diteras. 
Bila menyebut namanya, yang terbayang adalah senyum khas yang senantiasa mengembang tulus. 

Selanjutnya yang nampak adalah seorang pekerja keras meskipun sekarang hanya bekerjanya diranah domestik.
Selalu detail dan total dalam mengerjakan hal-hal yang telah dimulainya.  Disamping itu, ide-ide cemerlangnya yang selalu ditunggu banyak orang juga membuat saya kagum.

Sungguh beruntung saya mengenal mbak Unna.  Jika sebelumnya saya hanya sekedarnya saja mengenal blog dan tulisan, setelah memilih bergabung dengan Rumbel Menulis yang diasuh oleh mbak Unna, saya jadi semakin menyukai dunia menulis.
Semakin bahagia dan bangga saat impian saya menjadi penulis ikut terwujudkan berkat mbak Unna dan teman-teman.




Masih terbayang ketika saya sedikit mencurahkan isi hati pada mbak Unna.  Saat saya dilanda kegalauan yang seakan tak berujung,  mbak Unna siap menjadi tempat mengadu.  Terngiang juga suara khas penyemangat mbak Unna.

"Ayoo mbak Evy... ditulis saja apa yang membuat mbak Evy galau."

Bagaikan daun yang tersiram air saat kepanasan.  Seketika terasa sejuk dan berdiri semangat.


Belum lama tidak bertemu dengan mbak Unna, tetapi saya sudah merasa rindu.   Kangen suaranya yang merdu mendayu, dan suka memperhatikan teman satu persatu.
Kelembutannya seolah menghipnotis orang yang berinteraksi dengannya. Terutama saya...

Mudah-mudahan dilain kesempatan  bisa bertemu lagi dengan mbak Unna. Terima kasih telah menginspirasi... Tetaplah menjadi bintang mbak Unna...
Big hug...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar