Pagar Nyandar Punya Sabia

Kamis, 01 Februari 2018

Cinta Tanpa Syarat


Dari kemarin tulisan ini ngendon di draf, sekarang baru pede buat di eksekusi.  Tantangan dari mbak intan lumayan berat sih. 

Dan hari ini ada bahasan yang pas dengan tema yang akan saya persembahkan buat pembaca khususnya untuk keluarga saya.


Duluuu... ketika saya masih sebagai ibu muda dengan dua balita, masih suka merajuk. Sering cemburu tak jelas, selalu ingin diperhatikan oleh suami, padahal jelas-jelas suami sangat perhatian meskipun lelah seharian bekerja.
Saya seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan bodoh. 


"Pa, nanti kalau aku sakit, papa mau merawat ku kan?"  


Kalau sekarang ingat itu, sering gemes dan malu sendiri.  Itulah, mungkin karena dirumah nganggur dan tidak punya ilmu, jadi memelihara pikiran kacau.
Bersyukur sekali saya punya adik-adik yang selalu menyentil setiap kali saya berulah. 


Apalagi suami yang lembut dan mendukung setiap saya ingin belajar dan maju dalam hal apapun.
Itulah cara suami saya mencintai saya. Tak pernah sekalipun beliau melarang apapun yang saya kerjakan. Sepanjang masih dijalur yang positif.


Hanya sesekali mengingatkan untuk istirahat dan tidur cukup, ketika melihat saya sudah mulai terlihat lesu dan kaki saya bengkak.
Beliau pasti membangunkan saya ketika tertidur sebelum makan. Bahkan menyuapi ketika tidak sanggup untuk melek karena kelelahan.


Sering saya setengah sadar merasakan dibelai-belai karena ketiduran dipangkuannya meskipun beliau sedang sibuk merakit-rakit peralatan elektro. 
Duh.. bahagianya...๐Ÿ˜


Sampai saya menemukan video yang sangat menyentuh hati.
Berulang-ulang saya putar. Berkali pula saya menahan agar tak meneteskan airmata. Namun pertahanan saya gagal.
Ini video Kasih yang menusuk jantung..
Kisah yang membangunkan saya untuk segera meminta maaf pada suami. Yang selama ini begitu memanjakan dan menyayangi saya. 
Dan dalam hati saya selalu mendoakan agar senantiasa sehat dan dapat mendampingi seumur hidup saya bahkan sampai di akhirat nanti.


Cinta tanpa syarat adalah cinta karena Allah, karena dengan campur tangan Allah lah yang membuat keluarga senantiasa terikat dalam kebahagiaan..

Everything happen for a reason..๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹



2 komentar: