Pagar Nyandar Punya Sabia

Kamis, 01 Februari 2018

Terapi Ikan Di Wisata Air Krabyakan

Sebelum menjadi tempat wisata, Krabyakan yang berada di desa Ngepoh Kecamatan Lawang kabupaten Malang,  hanyalah sebuah taman yang sering dipakai warga sekitarnya untuk mandi dan mencuci baju bareng-bareng.  
Kolam dengan air yang sangat jernih ditengah-tengah sawah yang membentang.
Disekeliling sawah itu adalah bukit yang belum banyak dilewati orang.


Itu pertama kali saya datang bersama adik-adik dan suami.  Meskipun saat itu saya memiliki balita, saya enggan untuk ditinggal. Jadi dengan gembira kami berjalan menyusuri bukit-bukit di belakang rumah kami yang sudah mulai gersang.  
Jalan setapak yang penuh duri tidak membuat krucil saya merengek minta pulang. Hanya sesekali gemetar ketakutan saat mendengar suara sapi mengemoh.  Padahal sang sapi nun jauh disana..😄 


Foto koleksi pribadi; takut suara sapi




Kali kedua kami datang ke Krabyakan saat mudik.   Moment Ramadhan bersama sangat dinantikan oleh orangtua kami setelah sepuluh tahun kami merantau ke Batam.
Tak mampu disembunyikan kebahagiaan orangtua kami, sehingga mereka seolah memberikan woro-woro atas kepulangan anak cucunya yang jumlahnya puluhan.


Layaknya rombongan sirkus keluarga kami memenuhi halaman rumah orangtua kami yang sehari-hari sepi karena memang hanya tinggal berdua meskipun ada anak-anak kost.



Foto by Erli;  sawah disekitar Krabyakan


Meskipun sedang puasa, kami tetap ceria berpanas-panasan main air dan mencoba terapi ikan.  
Wahana ini, pernah saya lihat di sebuah mall di Batam. Dengan tarif yang lumayan mahal, yaitu Rp 20.000 untuk satu jam terapi.
Dan kami dibuat tercengang ketika tahu tarif terapi ikan di Krabyakan ini hanya Rp 3.000 perjam. 



Foto by Erli; Wajah ketakutan diserbu ikan


Menurut saya, diserbu ikan tidak terlalu berpengaruh, karena yang terasa hanya geli saja. Mungkin karena cuma sekali saja ya.
Namun justru ini adalah terapi psychology  karena yang timbul adalah perasaan tenang, bahagia dan seolah terbebas dari beban.


Saya ingin lagi datang ke Krabyakan. Kalau saat ini mungkin sudah lebih banyak perubahan. Manatau sudah ada tempat untuk menginap lebih tepatnya berkemah. Mudah-mudahan.. jadi ada lagi pilihan tempat  berpetualang  paling dekat untuk krucil saya.

Everything happen for a reason..


4 komentar: