Pagar Nyandar: December 2017
Pagar Nyandar Punya Sabia

Instagram

Friday, December 29, 2017

Korban Ikut Tertawa

Kalau dihitung dari pertama kali berjumpa dengan pak suami, ya lebih dari 27 tahun.
Selama itu, bisa dibilang 68% dunia kami diisi dengan kisah segar dan lucu. Selebihnya ada yang serius, garing dan dramaaa.. 😄


Jadi yang mana dulu ini ya yang mau saya bagi buat setor tantangan dari mama thole , karena mesti kongsian juga sama pak suami, ingetnya yang mana dulu ini.

***
Saya sering nonton youtube, cerita yang lucu-lucu dan membuat orang tertawa terbahak-bahak kebanyakan ada korbannya.
Meskipun kesakitan, herannya si korban tidak jarang ikutan tertawa juga.
Dan apakah ada hubungannya dengan saya?


Ada..... 😵


Masih segar kejadiannya.  Saat weekend kemarin kami seperti biasa, berempat dengan krucil melewatkan malam minggu sambil mencari inspirasi.
Kami ke mall. Seringnya sih ke BCS, karena yang ada toko bukunya sekarang cuma ada disitu. 
Dulu ada Gramedia di DC mall, dan Kharisma di Nagoya Hill. 


Di mall yang satu ini saya biasa lewat pintu belakang, karena lebih dekat dengan tempat parkir motor dan lebih cepat masuk ke tengah mallnya.
Sebelumnya, pintu belakang ini normal saja, tetapi setahun belakangan pintu sudah tidak ada gagangnya.
Jadi, mesti nunggu orang yang keluar baru bisa masuk. Meskipun disebelahnya ada lift, saya lebih senang lewat tangga.
Dipintu lantai 2 pun begitu juga. Pintu tidak bergagang. 


Nah, disinilah insiden terjadi.


Saya berusaha membuka pintu yang nampak sedikit terbuka dengan delapan jari.
Uuuhh... sekuat tenaga belum juga terbuka.
Otomatis, pak suami turun tangan ya. 


Iii..yak!!  
Diess..   Barengan pintu terbuka, siku pak suami mendarat di hidung saya.  Badan saya terdorong ke dinding, sambil memegangi hidung yang rasanya nano-nano.

Pak suami gembira dan dengan senangnya membuka pintu lebar-lebar sambil melangkah masuk. Apalagi melihat krucil yang tertawa terbahak-bahak. 
Apa tak iya... sudah kena sikut,  badan kecil saya kegencet pintu...😭

Tetapi tidak lama beliau tersadar, ketawa krucil berbeda, karena sambil nunjuk-nunjuk ke arah saya.

Sambil setengah berlari, pak suami merengkuh badan kecil saya.  Meskipun sudah meminta maaf,  beliau tidak menghentikan ketawanya. Ouww...


Sampai didalam mall, meskipun masih terasa ngilu, akhirnya saya ikut tertawa.  Bukan hanya karena peristiwa kesikut saja, melainkan karena ada beberapa pengunjung yang jadi ikutan tertawa melihat berisik kami padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi.



pintu belakang mall



Everything happen for a reason..

Friday, December 22, 2017

Aliran Rasa: Melatih Kemandirian

Bismillah..
Tanpa saya sadari,  melatih kemandirian anak-anak sudah mulai saya lakukan sejak mereka masih balita, hingga saat ini mereka beranjak remaja.
Berbagai macam alasan yang menyangkut melatih kemandirian.

Yang utama karena ingin mengajarkan bahwa orangtua nantinya tidak selalu bisa setiap saat membantu menyelesaikan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab mereka di dunia.

Meskipun begitu, masih sering mereka hanya ingin menjadi seorang balita yang maunya dituntun dan serba minta perhatian.

Yah.. memang begitulah adanya, sedangkan kita sebagai orang dewasa saja masih sering membutuhkan perhatian 😄 (pada pak suami hehe)

Ketika saya mendapatkan Badge dalam game level 2 ini, sebenarnya saya merasa malu, karena masih belum konsisten dalam kesabaran untuk melatih kemandirian.

Bagaimanapun, saya bersyukur semakin kesini anak-anak semakin paham akan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan bisa membantu mengkondisikan rumah tangga ketika orangtua sedang tidak berada bersama mereka, maupun ketika mereka sedang berada di lingkungan sekitar.



Alhamdulillah..
Terima kasih anak-anakku, telah menjadi kebanggaan orangtua, meskipun masih banyak kekurangan disana-sini. Kedepan kita bersama-sama saling melengkapi, sebagai anak dan orangtua, sebagai sahabat dan partner abadi.

Everything happen for a reason 🌹🌹

#aliranrasa
#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Tuesday, December 19, 2017

Takutnya Sama Allah

Sepertinya  belum  pernah  anak-anak  menanyakan  kepada saya  siapa  sih  Allah itu?  Atau  mungkin sudah  pernah  bertanya  tetapi  saya  lupa  ya.. 😀

Meskipun  begitu  saya  senang  dengan  tantangan  dari  mbak  Ulfa  setidaknya  saya  mengurai  kembali   tentang  cerita  saya  pada  anak-anak. 

Sebenarnya  sering... banget  ceramah  tentang  ini  pada para  kru,  terutama  pada  duo  krucil  yang  masa  sekarang  masih  deket  banget,  sedangkan  mas-masnya  lebih  sering  berada  di dunianya  sendiri  karena  waktu  sudah  lebih  banyak  diluar  rumah.

Cerita  tentang  siapa  Allah  ini  berkaitan  dengan  kebohongan  yang  seringkali  masih  dilakukan.
Banyak  faktor  memang  yang  mempengaruhi  anak  menjadi  suka  berbohong.
Bisa  jadi  karena  saya  sebelumnya  terlalu  keras  dalam  mendidik  anak,  karena  belum  punya  ilmu  dan  tidak  kontrol  jiwa.

Tetapi  ternyata  kebiasaan  berbohong  bukan  didapat  dari  dalam  rumah  saja,  melainkan  dorongan  dari  lingkungan  bermain  dan  pengalaman  di luar  rumah.

Sebagai  contoh,  kasus  yang  sepele  banget  ketika  saya  mencari-cari  piring  saji  ketika  akan  memoto  produk  agar  terlihat  menarik.  Saat  saya  tanyakan  pada  duo  krucil  karena  hanya  mereka  berdua  yang  ada  dirumah  saat  itu,  mereka  bilang  tidak  ada  yang  tahu. 
Saya  melanjutkan  mencari  di bawah  wastafel  cuci  piring  pun  tak  ada.  
Terpikir  juga  saat  itu  mencari  dikolong  lemari  perkakas  dapur,  barangkali  ada.. 

Dan....  ketemu..!! 😄
Tapi  sudah  di dalam  kantong  kresek  warna  biru  dan  jadi  beberapa  keping..

Enah....  hayo  siapa  yang  menyimpan  piring  saji  pecah  di bawah  lemari?

Tidak  ada  yang  mau  mengakui  itu  perbuatan  siapa.  Yang  satu  menjawab  ngga  pernah  pakai piring  itu,  yang  satu  bilang  ngga  mencuci  piring  itu.

Ting!  Ngga  perlu  banyak  pertanyaan  lagi,  saya  sudah  dapat  cluenya.  

"Gini-gini...  Salah  satu  sifat  Allah  itu  Ilmu (mengetahui),  artinya  Allah  mengetahui  segala  yang  ada  di  alam  semesta,  baik  yang  tampak  maupun  yang  gaib.  Bahkan  yang  dirahasiakan  dalam  hati  sekalipun.  

Dan  Dia  maha  mengetahui  segala  sesuatu.  (QS. Al Hadid [57]:3  dan  QS. Al Baqoroh [2]:29)

Jadi  kalau  ada  yang  berbohong  pasti  akan...."

"Ketahuan..."  serempak  mereka  menjawab.

"Jadi,  kira-kira  piring  itu  jalan  sembunyi  sendiri  dibawah  lemari  atau  ada  yang  sembunyiin?"

Duo  krucil  terdiam  yang  satu  menunduk  yang  lain  menatap  piring  remuk.

"masih   belum  ada  yang  tahu?"

"Sissy...."

"Sissy  kenapa?" 

"ya  yang  sembunyiin."

"kenapa  di sembunyiin?"

"ya  jatoh."

"hmm...  kenapa  tadi  berbohong?"

"takut  kena  marah.."

"mama  biasanya  bilang  apa?"

"mama  bilang  kalo  salah  tapi  jujur  ngga  kena  marah"

"jadi  karena  takut  sama  mama   ya,  bukan  takut  dosa  sama  Allah,  sudah  pernah  dengar  mama  cerita  tentang  syurga  dan  neraka  kan  yah."


Pada  dasarnya  semua  orangtua  sama,  bukan  masalah  harga   atau  seberapa  berartinya  nilai  barang  yang  rusak,  tetapi  lebih  pada  kejujuran  yang  harus  tertanam  pada  jiwa  anak. 
Ya  sudah,  sekarang  bungkus  yang  rapi  biar  ngga  kena  kaki  orang.
Abistu  kita  beli  ke  toko  serba  8000,  tapi  belinya  pakai  uang  tabungan  Sissy  lo  ya... 😊
Mudah-mudahan  kedepan  lebih  baik  dan  amanah..

Everything  happen  for  a  reason   ðŸŒ¹ðŸŒ¹






Sunday, December 10, 2017

Sissy pergi Jauh

Hari Minggu kemarin harusnya saya menulis cerita ini, tetapi tidak sempat karena harus menyiapkan beberapa tugas, jadi baru pagi  ini bisa terlaksana.

Hhhhh...
Huruf-huruf Hhhhh... itu terkesan sedang mengeluh.. 😄  iya sih..

Jadi gini..  pagi-pagi jam 05.00 Sissy minta ijin mau keluar jalan-jalan pagi bareng temannya, tetangga di tempat kami tinggal.

"Mah, Sissy mau jogging ya sama Intan."

"kemana, jangan jauh-jauh lo" 

"nggak, sini-sini aja kok. Bagi dua ribu ya, buat beli air"
saya kasih 5000, buat beli kue sekalian, kan belum sarapan.

Setelah Sissy pamit, saya pergi juga dengan si papa ke pasar Jodoh.
Seperti biasa, berburu pisang buat bahan baku sale.

Lumayan lama kami dipasar, karena hari Minggu pasar sesak. Apalagi jalanan pasar Jodoh sudah makin penuh dengan lapak-lapak jualan barang seken. Dulu jam 09.00 pagi sudah digusur petugas, makin kesini sampai jam 13.00 katanya, ketika saya tanya tutup lapak jam berapa.

Saat sampai dirumah jam sepuluhan, Mas Abit nongkrong depan rumah dengan teman-temannya.
Yang langsung tanya sih, pasti adek-adeknya karena tidak nampak diluar.

"Sissy tadi ke Ocarina lo mah"

"hah, sama siapa? kok dibolehin? ngga kamu jemput?"
Biasa, mama kalau panik, suka memberondong pertanyaan.

"Tadi maa..  sama adeknya Adil (intan)"

"mana sekarang?"

"itu di bawah, masih main sama Intan."   tetapi rupanya ngga ada lagi,  sudah pindah posisi. 
Akhirnya papa yang cari dan digiring pulang.  

Mama berang dong ya. Pasti.😔
Karena Sissy ngga menepati janji, dan ngga ingat waktu.
Sudah dibilang jangan jauh-jauh, banyak orang jahat, apalagi ngga didampingi orang dewasa yang kenal.
Duh... apa ngga ketar-ketir..
Mandiri sih bagus.. tapi kalau sok mandiri pengen main jauh-jauh, apa jadinya?
Mamah sereeemm...

Ya sudah. Sekarang makan kue oleh-oleh mama dulu.
Habis itu, kerjakan tugas (tepatnya sih hukuman) dari mama.  
Bersihkan kamar mandi sampai kinclong.
Nanti selesai mengerjakan tugas, pasti lapar, karena sudah jamnya makan siang 😄



Bismillah.. semoga tidak terulang lagi.  Karena belum saatnya pergi sendiri. Sabar ya nduk..

Everything happen for a reason 🌷🌷

#harikesepuluh
#tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Saturday, December 9, 2017

Lemari Pernak Pernik



Kardus dirumah banyak.  Kalo dulu, mama sering beli buat delivery kukis. kadang-kadang susah juga nyari kardus yang pas,  kadang terlalu besar, sering juga kekecilan.


Sekarang sih, ngga perlu bingung nyari dan beli lagi. 
Kardus sisa mama  beli bahan kue atau kardus bekas toples numpuk diatas lemari.  Selain buat ngantar orderan kue, seringnya cuma buat digunting-gunting ngga jelas,  atau buat rumah-rumahan kucing.


Minggu ini ada challenge dari Rumah IIP,  bebikinan dari kardus.  😄 jadi heboh nyari tutorial di youtube.  Ngga ketinggalan si Papa  ikutan milih-milih.


"Bikin lemari sepatu dek,  oh, ini rak buat pajangan... mm ini lo ada bikin kulkas dan peralatan dapur!"

Duh duh...  ini kok yang semangat kok malah papa ya... 😃  

Tapi karena kebayakan pilihan, duo krucil malah bingung sendiri.  Akhirnya   mereka  bikin tanpa tutorial manapun..
yang penting jadi kotak serba guna. 

Okay, mari kita tonton mereka bekerja..  cekidot😄😍  





Friday, December 8, 2017

Kangen Simer

Adalah Simer dan Sirru. 
Cantik dan  suka melenggak-lenggok.
Siapa mereka?  

Mereka adalah ikan Cupang. Simer nama ikan yang berwarna merah,  Sirru ikan yang berwarna kebiru-biruan. Dua-duanya memiliki ekor yang mekar seolah memakai gaun berenda.
Peliharaan Alit dan Sissy selain Simon dan Endut. Dua ikan yang dibelikan papa 4 bulan yang lalu.

Sebelumnya papa sempat ragu ketika akan membeli ikan.  Mengingat dulu waktu mas Risa masih kecil,  sering minta dibelikan ikan.  Ikan apa aja.  Karena seringnya minta ikan,  akhirnya papa sekalian membeli akuarium.  

Tetapi, meskipun sudah punya akuarium,  kebanyakan ikan-ikannya mati lemas.  Rupanya mas Risa suka sekali mengubek-ubek akuarium dan mengambil ikan untuk sekedar dielus-elus.  Katanya sih sayang... 😄
Padahal yang ada malah menyakiti.

Berbeda dengan Alit dan Sissy,  mereka sudah mengerti, bahwa ikan tak bisa lama-lama hidup lepas dari air. 
Yang penting rutin di kasih makan, dan diganti airnya agar tidak kotor.

Mereka berdua bergantian memberi makan dan mengganti air dalam mangkuk ikan.
Tetapi,  mama lupa tidak mengingatkan,  bahwa memberi makan ikannya jangan terlalu banyak, nanti cepat kotor airnya.

Tak terasa, sudah berjalan 15 hari punya ikan.  Suatu hari mama melihat Simer lemas tak bergairah. Biasanya di pagi hari, Simer dan Sirru bergemelinting  memukul atau mencucuk mangkuknya hingga berbunyi  ting-ting-ting.. 

Pagi ini,  disentuh airnya pun Simer bergerak lemah.  Dan mama langsung bertanya,  siapa yang terakhir memberi makan dan seberapa banyak, karena di mangkuknya masih banyak makanannya.

Sissy bilang dia yang memberi makan,  tapi ya cuma segitu, berarti ngga dimakan makanannya. 
Wah mungkin sakit simer. 
Mas Abit kemudian pergi ke toko ikan di dekat rumah, rencana mau beli obat biru untuk ikan. Tetapi tidak membawa hasil, karena toko tutup, mungkin karena hari minggu.
Meskipun air di mangkuk Simer diganti, tetap saja belum mau makan. 

Esok harinya, air di mangkuk Simer seperti luntur dan berwarna merah. Sedangkan badan Simer berwana kecoklatan.
Rupanya Simer sudah mati...

Pengalaman itulah,  akhirnya Alit dan Sissy lebih menperhatikan Sirru,  ikan semata wayangnya.. hehe..
Pagi, siang, sore,  pasti saling bertanya,  ada yang sudah ngasih makan Sirru atau belum? 
Sekarang sudah lebih besar badannya,  eh... bukannya segitu aja ya besarnya 😄😄





Hari ini mereka kangen Simer..
Pengennya mau nyari pengganti Simer,  tapi belum nemu dan belum ada kesempatan untuk mencari.
Mudah-mudahan ketemu yang warnanya juga merah seperti Simer..🐟

Everything happen for a reason.. 

#harikesembilan
#tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Simon Dan Endut Berbagi Rumah

Disela-sela kesibukan  membantu mama menyiapkan produksi pisang sale yang akan di kirim besok pagi ke toko oleh-oleh, duo krucil sempat juga menghilangkan kepenatan dengan aksi drama.

Kalau biasanya drama baper-baperan,  kali ini yang ada bikin senyum mengembang di siang bolong.  Pertama siy mama cuek saja,  karena dah capek juga.
Tapi lama-lama ngga sengaja kedengeran juga alur cerita yang segar.  Jadinya beneran nguping deh..😄

Karena cuaca sedang panas,  Saimen (simon) dan Endut kucing Alit dan Sissy ngadem di dalam rumah,  merem di bawah kursi.
Tapi karena mama sedang produksi,  jadi dua-duanya ngga dibolehin masuk rumah.  Bukan jahat sih, tapi karena takut bulu-bulunya rontok.

Dan Sissy sudah bikin rumah buat mereka.
Box bekas speaker punya papa yang sudah ngga dipakai lagi,  didalamnya dialasi baju mas Alit yang sudah sempit.

Melihat tempatnya sih nyaman ya..  Ngga terkena angin kalau malam,  kalau hujan pun tinggal kasih plastik saja dibagian atas sampai ke pintunya.

Nah, yang bikin tertawa pas drama pengusiran Simon dan Endut. Ngga ketahuan sih endut masuknya kapan, tahu-tahu sudah melungker dibawah kursi.
Ketika pintu sedikit terbuka,  simon mendorong pintu untuk masuk, dan berjalan mendekati endut yang sedang tidur.

"Mas Alit,  saimen masuk tu bawa keluar,  nanti kena marah mama.."  Sissy berbisik..  tapi tetep saja mama denger,  kebiasaan kepo sih 😛

Sambil setengah melihat ke arah mama mas Alit berbisik juga pada simon untuk keluar.

"Mas Alit,  itu juga si endut, suruh tidur di rumahnya."  masih juga berbisik

Tapi karena mama sudah menoleh, mau ngga mau ya akhirnya mereka bikin drama, seolah duo krucil adalah simon dan endut.
Alit sebagai Endut sedangkan Sissy sebagai Simon.

Alit    :  "eh, Mon, ngapain kamu ikut kesini, jadi ketahuan kan. Aku kan mau ngadem di dalam rumah bentaran aja"

Sissy :  " aku mau juga lah, panas tauk"

Alit   :  "tuh mama dah melirik,  bentar lagi melotot"

Sissy :  "yaaah... ngga jadi deh"

Alit   :  "ya udah ayok kita keluar,  aku numpang tidur ya di kamarmu."

Sissy :  " waduh ndut,  ditempatmu sendiri kenapa. Tadi aku mau ikut ngadem ngga boleh.."

Alit   :  " kemon lah mon, nanti kalau ada yang gangguin kamu,  tenang aja,  ada aku kok.  Kata papa aku jagoan,  suka kelahi sama kucing liar.
Jangan dengerin kalau papa bilang kamu kucing bencong."




Yang terakhir ini yang bikin mama ketawa...😄😄
Meskipun hari mama tidak bisa melihat apa yang menjadi latihan kemandirian, yang membuat mama senang... rumah menjadi ceria kembali dan kepenatan jelas berkurang..
Love you full my childs...

Everything happen for a reason..

#harikedelapan
#tantangan10hari
#Level2
#KuliahbunSayIIP
#MelatihKemandirian



Wednesday, December 6, 2017

Lupa Telor

Sepulang dari pasar Jodoh, migrain melanda.. Kesemutan di sebagian kepala...  Padahal hari ini ada jadwal bikin kukis karakter  pesanan  seorang ibu, yang minta di antar Kamis besok.
Mesti tidur sejenak ini.

"Dek, tolong siapin alat-alat buat ngadon ya. Mama mau tidur bentaran, pusing ini... "   entah ditujukan pada adek siapa saja yang dengar.

Tapi ya seperti biasa,  seksi perlengkapan ya kak Sissy.  Dia yang tahu letak barang-barang, karena dia yang menyusun dan merapikan.
Semua yang luput dari pandangan, tak jarang Sissy yang menemukan 😍

Kemudian,  seperti biasa juga mas Abit  yang mengadon kukis.  Namun entah mengapa,  hari ini dia tidak fokus.
Ketika mama terbangun,  mas Abit sudah bersiap menggiling adonan.  Eits......
Itu telur apa yang di mangkuk?

"eLhoh..  Lupa"

"walah,  ya udah, ngadon lagi lah. Apa rasanya kukis tanpa telor?"




Okelah,  mulai dari awal..  tapi tetep  mama cuma bisa mendampingi saja.  Kepala bagian belakang masih nyut-nyutan.  Lanjutkan saja,  sampai memanggang selesai.
Nanti mama yang menggambar dan menghias kukisnya.

Ketika  kegiatan sudah bisa didelegasikan, dan seluruh keluarga bisa menerima tanggung jawab, InsyaAllah  segala kerempongan  bisa  diminimalisir.
Semangat semua.. My family my team.

Everything happen for a reason..

#hariketujuh
#tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Sampah Bukan Hanya Untuk Dibuang




Sepasang kulit biji kuaci dibawa dari Nongsa tempat kerja papa sampai kerumah.  Kerjaan siapa itu... hehe  mas Alit.
Lucu ya,  dari kecil sampah yang cuma gitu remehnya tak mau buang sembarangan.  Mending kumpulin dan dibawa pulang. 
Ketika sudah besar gini,  kemarin sempat  ngejek mama.

"Tengok mama, di tasnya penuh ngumpulin sampah permen dan tisu"

"iyalah dek,  daripada bingung nyari tong sampah,  mending dibawa pulang."

Eee... rupanya duo krucil pun 11-12 .  Sempat ngumpulin tutup botol teh dibuat pin,  jepitan buku,  tempelan magnet kulkas dan juga buat bookmark. Ngga pake malu,  kadang minta sama Oom  penjual makanan di kedai 😄

"Om boleh minta tutup botolnya?"

"ambil aja dek,  emang mau buat apa?"

"apa aja om,  buat ketrampilan."





Berbekal peralatan yang ada, seperti biasa  mulailah duo krucil bereksperimen. Kalau membuat masakan saja mereka ngga ada  ragu-ragu,  apalagi tentang bebikinan berbahan  barang bekas.
Siapa takut....




Dan yang bikin surprise,  mereka juga berani menawarkan pada teman-temannya untuk membeli pernak-pernik mereka.
Semakin kesini, jiwa  bisnis  mereka sudah makin kelihatan.  Kami tidak melarang ataupun menyarankan,  biarlah mereka tumbuh bersama passion yang mereka ikuti.  Tugas kami hanya mengarahkan dan meluruskan yang bengkok.

Everything happen for a reason..

#harikeenam
#tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIp
#MelatihKemandirian

Monday, December 4, 2017

Cobain Almira Cake Yuk..

        "Artis menyerbu pasar di Batam"  

        "Artis siapa lagi itu Teh?"

        "Wah.Keren nih artis-artis.Jadi PR Besar UKM Batam"

        "Kita ambil positifnya,  berarti pasar Batam masih ok.              Diantara sudah buka  Zapin Batam, Batam Ogura dan                    sekarang Bolu Awak. 
        Ada temen waktu pelatihan minggu lalu di Ibnu Sina dia              baru beberapa bulan di Batam.  Orang Jakarta sengaja                pindah ke Batam untuk memperluas pasar handycraft.  
        Pas ditanya sama yg lain,  mbak datang ke Batam saat                tidak   tepat, dia sampaikan justru bagi saya itu                    peluang. Karena persaingan di Jakarta sangat ketat." 
                
        "Benar harus inovasi terus."



Penggalan cerita diatas adalah percakapan yang saya kutip dari salah satu grup whatsapp para pelaku UKM yang saya pun tergabung didalamnya.

Setelah keresahan dari mulai FTZ, MEA, heboh pajak dan  sekarang serbuan endorse-an kue para artis pun sedikit membuat kepanikan diantara para pelaku UKM.
Apakah diam disitu?   Tentu tidak dong,  sudah jelas dari jaman  krisis moneter tahun 1997 UKM lah yang bertahan menopang perekonomian bangsa Indonesia.

Pun berlaku saat ini,  kala perekonomian di Batam sedang menurun drastis,  menurut data dari Disperindag kota sebanyak 30% dan 20% penduduk yang tercatat memilih pulang kampung habis, masih banyak yang berpikir untuk bertahan dan mulai menampakkan kesuksesannya.

Kita warga Batam asli tentu kenal dong ya dengan oleh-oleh khas Batam Cake Pisang Villa, Aroma Cake Buah Naga,  khas Durian Tok Ngah dan banyak lagi.

Nah,  diantara  aneka makanan khas oleh-oleh Batam itu,  ada  juga yang sekarang juga sedang naik daun.  Perlahan tapi pasti,  sudah mulai mendulang kesuksesan dan semakin dikenal.



                                                          foto dokumen FB Nopri Wilisman



Juara I  Provinsi Kepulauan Riau Lomba  Master Oleh-Oleh yang diselenggarakan oleh Blue Band.
Ialah Almira Cake & Bakery .  
Pemiliknya bernama Bapak   Nopri Wilisman.  Rumah produksinya beralamat di  Bukit Kemuning Blok  A2 no. 3  Tanjung Piayu.


                         foto dokumen FB Nopri Wilisman





                                       foto dokumen FB Nopri Wilisman


Cake apa saja yang ditawarkan di outlet  Almira Cake & Bakery? Ada Cake Pisang,  Cake  Buah Naga,  Lapis  Surabaya,  Layer Batam Cake, dan Pandan Roll.
Dan menu terbaru,  Alpokad Cake..






                                                            foto dokumen FB Nopri Wilisman



Beberapa responden  dan  customer yang suka dengan  produk Almira Cake & Bakery ini memberikan testimoni yang luar biasa.
Mereka lebih sering membeli sebagai buah tangan bahkan ketika hanya sekedar untuk dimakan bersama keluarga dirumah.
Karena teksturnya yang lembut,  dan  tidak membuat  rasa bosan  itulah customer menjadi royal.  Apalagi  pelayanan yang ramah,  baik dari ownernya sendiri  maupun  penjaga-penjaga outletnya.



                                                                                                          foto dokumen  Customer 




                                                                                            foto dokumen FB Nopri Wilisman




Jika sebelumnya hanya bisa membeli dengan cara PO, ataupun  di pameran dan bazaar yang diikuti oleh Pak Nopri,  sekarang tak perlu repot harus menunggu pesan baru dibikin. 
Karena sudah ada beberapa outlet Almira Cake & Bakery yang dibuka. 
Salah satu outletnya ada ditempat yang strategis, di Pelabuhan Sekupang.  Jadi wisatawan yang hendak bepergian  ataupun hendak pulang, lebih mudah untuk membeli  oleh-oleh.
Ada juga outlet  yang bertempat di  Botania Batam Centre.  Dan yang baru  beberapa bulan  di launching  bertempat  di area parkir SPBU Mediterania Batam Centre.




                                                                                                foto dokumen FB Nopri Wilisman


Ok.  Bagi yang belum pernah merasakan lembutnya aneka cake produksi Almira Cake & Bakery, yuk kita kunjungi outlet-outlet terdekat.  
Tak perlu ragu,  bahan-bahan kue yang dipakai tentu berkualitas premium. Dan yang terpenting sudah mengantongi Sertifikat Halal MUI  dan ijin  edar dari Dinas Kesehatan, P-IRT.

Jikapun  anda tidak  ada kesempatan untuk membeli dioutlet,  jangan khawatir,  anda bisa langsung pesan via whatsapp sebagai respon cepat di  no. +62 821-6904-6288
Kunjungi juga FB Nopri Wilisman  dan IG  Almira Cake.

Cuci Baju Sendiri

Brrrrr.......
duo krucil pulang dalam keadaan basah kuyup,  padahal dijemput papa bawa payung.  Hihi,  maklum sih... masih punya satu payung saja.  Itupun pas banget lagi dibutuhkan,  dapat  doorprice dari IIP waktu ikut Seminar Parenting bersama Ustadz Harry Santosa bulan kemarin.

Cuaca sedang tidak menentu.  Dari pagi sampai siang hari ini Batam hot banget. Seharian dekat kipas angin pun masih terasa gerah. Sudah minum air putih banyak-banyak masih terasa kurang puas. Jadi yang paling pas beli es jus nih. 

"Sekalian beli cemilan ya ma"  iyes..

Belum sampai sepuluh menit krucil berangkat ke kedai minuman itu,  makbress ...   Hujan deras serasa air dituang dari langit. 
Beruntung si papa kebetulan ada kerjaan yang dibawa pulang,  jadi ngga harus saya yang menjemput mereka berdua.
Lagian payung satu buat bertiga,  ditengah hujan yang disertai angin kuat, ya tetep basyah.. 😄   ini lagi,  mas Alit di payungi papa,  Sissy malah lari-larian ngga mau pakai payung.

Jadi ingat  jaman saya muda dulu,  mending main hujan daripada pulang bawa payung.  Pulang sekolah,  senang sekali hujan turun, bukannya berteduh nungguin hujan reda. Untungnya  tas sekolah saya berbahan tebal dan tahan air,  jadi aman lah buku-buku di dalamnya.
Kalau ingat,  sepatu dilepas dulu sekalian masuk dalam tas, kalau tidak ya hajar aja.  Nanti nyape rumah sekalian dicuci  digantung sampai tiris lalu disumpal kertas koran banyak-banyak  supaya besok pagi kering dan siap dipakai lagi.

Lah...  malah cerita nostalgia. 😚
Begitupun duo krucil yang senang juga main mandi hujan.  Sayangnya,  mereka tidak selalu bisa main hujan,  belakangan angin dan petir sangat mengkhawatirkan meskipun cuma  didepan rumah.  Makanya,  saya minta tolong papa untuk menjemput.

Setelah bilasan, duo krucil mencuci baju dan  sepatu injak  mereka langsung supaya ngga ninggalin pakaian basah besok pagi. Cuci pakai tangan saja, menghemat air dan listrik ya nak.

Nah,  sudah.. sekarang  habiskan es jusnya  dan ikutan mama tidur.  Cocok banget hawanya, haha..
Yuk ah...  nanti sore saja kita bebikinan..

#harikelima
#tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian



Sunday, December 3, 2017

Melihat Orang Istimewa

Hari Minggu biasanya duo krucil sudah prepare dari pagi jika ada kelas di gedung DPD.  Tapi tidak untuk hari.  Dari malam minggu memang sengaja ngga dibikin agenda apa-apa.
Rencana saya memang pingin molor aja, bermalas-malasan.

Pagi pesan sarapan ke warung tetangga, meskipun  menunya cuma  lontong sayur,  ya terpaksa dinikmati saja..  Rasain 😃
Coba ngga pake acara malas,  pasti sarapan lebih nikmat,  setidaknya bisa pilih-pilih kalau mau jalan jogging ke WTB.

Beneran ngebo kami hari ini.  Habis sarapan tidur lagi sampai dhuhur baru melek.  Udah gitu,  habis dhuhur  juga masih malas.. Hadeh..
kenapa gini ya?  Kalau managernya mager,  kok bawahan ngikuuut....

"Kemoon guys!  Geraaak....!  Mandi semua..."

Selesai mandi, beli nasi padang dulu, kan lapar lagi.. hihi. Sudah kenyang baru jalan.

"Kemana maa..."   ðŸ˜‘
Ngga tau lah, yang penting keluar sarang dulu.

Di simpang jalan baru sepakat.  Kita ke Nagoya Hill aja yuk, disana kan ada toko buku juga. Biasanya kalau ngga ke BCS karena disana ada Gramedia, ya ke Edukits.   Sudah keliling naik turun tiga lantai kok ngga nemu ya.  Dulu kan ada toko buku Kharisma. Pindah kali ya?
Kemana?

Ngos-ngosan juga muterin mall.. Hauusss...
Pengen yang seger-seger tapi yang enak.  Pilihan jatuh pada minuman moca float, kebetulan semua suka.
Sambil menikmati minuman yang memang enak banget, kami sengaja nongkrong  dulu di kursi yang disediakan,  ada hal yang bikin terpesona  dalam antrian depan kasir.

Pemandangan yang luar biasa.   Ada seorang nenek yang sibuk mondar-mandir keluar masuk antrian karena harus mengikuti seorang gadis istimewa  kemana saja ia pergi.   Melihat wajahnya,  saya perkirakan usia 20 tahunan.
Tinggi badannya kira-kira 140 cm lah, 11-12 sama saya 😃
Mengenakan baju berleher sabrina warna pink,  kulot warna hijau toska.  Rambutnya mungkin ngga sampai sebahu jika diurai, tadi diikat jadi bentuknya seperti konde kecil.
Sepatunya... warna putih gading.  Tapi ngga dipakai,  ditenteng sama nenek.

Nenek yang dari tadi  nyaris lari-larian terus,  minta ke mas kasir untuk diduluin..  Tapi masnya tetap nyuruh si nenek antri. Duh, kasihan juga ya..
Akhirnya Si Gadis diangkat nenek untuk didudukkan di kursi.

Brak... Brak... Brak..  Meja dipukul-pukul dengan senang.

"jangan,  ngga boleh gitu, nanti orang marah."  suara nenek sabar banget...

Bukannya berhenti pukul-pukul, malah semakin keras sambil tertawa.  Kembali sang nenek menasehati.  Kali ini nenek juga sambil tertawa,  sembari nengok sekeliling yang memang sedang memperhatikan tingkah mereka berdua.

Kami pun tak luput ikut melihat mereka. Bedanya, kalau pengunjung outlet minuman tersebut terlihat sinis dan ada yang menjaga jarak,   saya mengajak krucil untuk ikut tertawa bersama nenek dengan maksud memberi dukungan pada sang nenek agar tidak sedih dengan keadaan sekitar.
Dan benar,   nenek melihat kami dengan senang..

Ketika saya sedang memberikan wejangan pada krucil,  tanpa sadar  kami sudah tidak melihat lagi Nenek dan gadis itu.
Rupanya mereka berdua sudah pergi sebelum sempat mendapatkan pelayanan.
Entah karena nenek malu,  entah  karena  tidak  sabar,  atau si Gadis yang memang sudah ngider lagi.

Otomatis,  peristiwa ini jadi bahan obrolan kami.   Wejangan saya pada krucil, yang utama adalah  bagaimana cara  kita bersikap di depan Orang istimewa. 
Dalam hal ini,  bisa saja kita bertemu orang dengan sindrom bawaan,  atau  kekurangan dalam pendengaran,  atau kekurangan anggota tubuh lainnya.
Karena,  tidak jarang mereka sensitif soal perasaan.     

Jangankan  mereka ya...  Kita-kita yang normal saja,  sering banget bapernya... 😄

Kemudian,  krucil  saya tanya,  bagaimana  seandainya  kebagian peran  menjadi sang nenek yang dipandang sebelah mata oleh orang-orang sekitarnya.

Dalam percakapan kami,  ternyata pak suami sering bertemu dengan Nenek dan Gadis itu.  Tempat  tinggal mereka dekat dengan bengkel tempat kerja pak suami.
Gadis itu sering tiba-tiba masuk ke Hotel Aston,  atau sekedar mampir  duduk-duduk di bengkel bersama para pekerja.
Sebagian besar lingkungan didaerah itu, sudah paham dengan si Gadis meskipun tidak mengenal dengan baik.

Apapun yang diinginkan si Gadis, dituruti sang Nenek.  Dan ternyata saya baru tahu,  Nenek itu bukan keluarganya,  melainkan baby sitter si Gadis.
Orangtua nya keluarga berada.
Sayangnya,  si Gadis seperti hanya dimanja dengan uang, itupun  dipercayakan pada sang pengasuh. Jadi dibiarkannya kemanapun si Gadis melangkah.  Menurut saya, jarak Pelita ke Nagoya Hill  lumayan jauh kalau ditempuh hanya berjalan kaki bolak-balik.

Terbayang capeknya sang Nenek setiap hari mengikuti si Gadis.  Yang membuat salut,  wajah nenek tetap ceria dan penuh senyum seperti si Gadis. MasyaAllah..

Pelajaran yang dipetik duo krucil hari ini,  wajib belajar dari  keistimewaan kakak tadi itu.
Sebagai anak yang normal,  semestinya  lebih bisa mandiri.  Dan  bisa menyikapi kondisi orang-orang disekitarnya.
Saya sengaja tidak mengambil gambar Si Gadis bersama Nenek, karena  tidak ingin membuat tersinggung.

Everything happen for a reason..





#harikeempat
#tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian





Perintah Terselubung

Masih tentang mandiri,  mandi sendiri tanpa ditemani maksudnya.  Mas Alit sudah mulai  ada progres,  sudah mulai mau  masuk kamar mandi tanpa manggil-manggil  mamah atau Sissy.
Kalau malam hari masih di maklumi.  Bangunin mama atau papa,  cuma disuruh melek saja,  bukan jagain depan pintu katanya.
Sepertinya masih sama saja ya dek..

Kali ini saya bikin Mas Alit betah di dalam kamar mandi.  Mumpung hari ini ngga ada kelas design grafis,  jadi tugas-tugas dialihkan.

"mandi ya dek?  bisa nyedot air pake slang ngga?"

"bisa lah." 
pede kali jawabnya

"kalo gitu sekalian disedot ya kotoran dalam bak mandinya,  kalau sudah,  lantainya dikosek juga biar ngga licin."

"yaaa...".
nadanya sih kecewa, hahaha... tapi dikerjakan juga.

Kami biasa menyedot kotoran bak mandi, hehe..  kalau dikuras, sayang banget terbuang airnya.  Memang di tempat kami tinggal air sangat mahal. Air ATB nyala hanya jam 02.00 dini hari dan mati biasanya jam 05.00 pagi.
Itupun kadang cuma nyala setengah bulan saja,  jadi punya air dari beli di tangki-tangki air yang ngider. Pun juga kalo ngga kehabisan, dan mesti rajin nelponin sopirnya.

Eh eh... malah curhat..  kembali ke laptop...
Pagi ini mas Alit ngambil baju pun sendiri.  Biasanya kan diambilin  tanpa  pernah protes matching atau engga baju dengan  celananya.
Sekarang cuma nanya dan minta pertimbangan ke mama.

"Pakai baju ini ngga apa-apa kan ma?'

Mama sih selalu bilang,  yang penting  nyaman dan ngga ribet.  Kalau dibilang orang engga cocok ya biarin.  Kalau disuruh pulang, ya pulang hahaha...
Gitu aja kok repot..  #eh..  ngga lah, becanda..

Tanpa dia sadari,  mas Alit sudah berani sendirian dikamar mandi, lama pulak..  Dan ini perlu dukungan dari mas-masnya.  Supaya ngga  dijailin ataupun diingetin tentang parnonya.  Kalau engga,  bakalan gagal deh mengatasi ketakutannya selama ini..

Mudah-mudahan ngga lama banget prosesnya.
Everything happen for a reason..

#hariketiga
#tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian







Friday, December 1, 2017

Berantem

Cop lah!
Anak-anak menyebutnya begitu kalau tak ingin main lagi karena saling marahan dan ngga cocok, lalu pulang dan bisa jadi esok ngga mau lagi ketemu.
Apalagi sudah ada orang ketiga alias penghasut,  wah sudah bisa dipastikan ada PHK, putus hubungan kawan.

Berbeda dengan anak-anak yang masih ada hubungan persaudaraan.  Sehebat apapun mereka bergaduh,  paling lama 30 menit sudah kembali rukun.

Seperti duo krucil saya ini, berantem gara-gara soal sepele.   Yang paling sering masalah siapa yang mau duluan mandi sore.
Eh, maksudnya  siapa yang mesti duluan hehe..  dua-duanya minta yang terakhir aja.
Yang jelas, karena takut ngga diambilin baju atau ngga dijagain depan pintu,  mau ngga mau mas Alit yang duluan mandi.
Selama ini sih begitu..

Nah tadi yang berantemnya agak hebat,  pas disuruh mamah beli jus buah ketempat langganan.  Ngga jauh sih lapaknya,  tapi karena kebiasaan kemana-mana berdua,  mas Alit minta Sissy nemanin pastinya.
Entah mengapa siang ini  Sissy enggan, mungkin capek atau malas saja, jadi menolak ajakan beli jus. Kebetulan teman Sissy datang ngajak main,  jadi lebih memilih pergi bersama teman.

Setengah berteriak mas Alit mengancam Sissy ngga dibagiin  es nya, sambil tetap berjalan dan bersungut-sungut.
Ngga lama mas Alit pulang dengan dua gelas minuman, satu jus mangga satu lagi pop ice.  Yang pertama dicari ya adiknya.

Dalam hati, sambil tersenyum  mamahnya bergumam... seperti itulah kami dulu kakak beradik.  Ada berantem,  ngga ada dicariin.


jjs di pinggiran Ocarina


Begitulah...  Seperti pepatah Melayu..
Cincang-cincang air tak putus. 
Semoga kalian semua selalu mengeratkan benang cinta kalian ya nak...

Everything happen for a reason..

#harikedua
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Bukan Sekedar Kutu Loncat

Wara-wiri dan sok sibuk, itu biasanya orang ngasih julukan pada saya.  Bagaimana tidak..?
Seringkali kaki dan kepala saya gatal ngga karuan pingin loncat kalau berdiam terlalu lama.

Memang sih, banyak kerjaan juga dirumah.
Habis sarapan, senam jempol dulu hehe.. sekedar bikin status atau posting jualan.  Lumayan lah hampir selalu ada rejeki dari sana, ada juga yang nyangkut kasih respon inbox dan kirim pesan whatsapp walaupun sebatas nanya harga,  lokasi dimana,  atau ngasih apresiasi, wiih.. unyu banget siy kukisnya.. 




Sabia Production




Selesai chating,  ngerjakan orderan kalau ada yang pesan,  kalau ngga ada,  nyicil manggang pisang bakal sale, trus motongin stiker sekalian pasang di kemasan, jadi pas ada orderan ngga buru-buru.

Nah kalau semua kerjaan yang berhubungan dengan baking sudah siap dan ngga ada yang perlu dibenahin..  ini yang bikin kepala pening bukan karena sakit.  Tapi mikir mau ngapain..
Pasti otak jadi provokator bisikin kaki buat jalan.

Aduuuh... rah duwe duit ki piye...   Kantong cekak..

Aaah...  ga masalah itu..  kita jalan aja ke toko serba 8000.  Siapin duit dua puluh ribu aja cukup lah. Biasa,  buat alasan bawa tentengan keluar dari toko.
Padahal, kalau ngga malu sih, ngga perlu beli apa-apa,  niat ke toko cuma buat nyari inspirasi saja, hehe...

Daann..  Kalau bener-bener ngga ada kegiatan,  saya paling seneng kalau ada yang ngajak ke toko buku.  Disana saya puas-puasin baca buku yang saya suka.
Yang paling duluan saya tuju,  buku tentang ketrampilan,  lalu pengembangan diri,  kemudian  parenting.
Disini saya bisa nongkrong berjam-jam dan lupa perut lapar.

Sejak masih muda saya suka sekali membaca,  karena dengan membaca, akan mengasah kemampuan otak supaya ngga pikun,  syukur-syukur bisa dengan jelas menyampaikan cerita pada orang lain.

Berhubungan dengan membaca pasti nantinya adalah cara menyampaikan cerita.  Bahasa kerennya mungkin presentasi. 
Inilah yang seringkali membuat saya demam panggung atau mematung di depan audiens.


Presentasi

Impian saya, kepingin bisa bicara lepas,  lantang, dan  ngga jantungan hahaha... Tapi saya ngga tahu mau belajar sama siapa dan dimana,  sampai saya bertemu mbak-mbak yang bagi-bagi brosur tentang sekolah gratis.

Semula saya ngga begitu peduli pada brosur itu,  justru adek saya Erli yang antusias pingin ikut.  Brosur tersebut saya yang simpan.  Hampir satu bulan kemudian seorang teman mengajak saya untuk daftar kuliah enterpreneur gratis hanya bayar uang gedung 300 ribu untuk enam bulannya.

Ketika sudah mendaftar, saya baru bertanya pada admin,  " mbak, jangan-jangan ini sekolah gratis yang ada di brosur itu ya?"
Setelah ditunjukkan, memang benar.  Namanya ILS,  InspirAction Live School.

Hampir satu tahun saya bergabung, saya batch#2 .  Dalam satu kelas pendaftar ada sekitar 50 orang, dan sebagaimana biasa,  ada seleksi alam, dan menyusut menjadi 15 orang yang kadang masuk kelas dan banyak bolosnya sampai acara wessudah   ðŸ˜ƒ plesetan dari wisuda.

Sejak itu, saya lebih sering bertemu orang-orang hebat yang membantu saya mewujudkan impian saya untuk bisa lancar dan berani maju.
Hehe.. saya yang awalnya cuma berani maju didepan membuka kalimat dengan salam dan menyebutkan nama lengkap saja...  perlahan tapi pasti, sekarang mulai sembuh dari demam panggung.


bersama Mr. Rasid (dosen UPB) dan Mr. Azam (founder GrowUp Indonesia)



Agenda apapun yang positif, saya ikuti.  Biarlah saya dibilang seperti kutu loncat karena ngga pernah lama dirumah.  Yang terpenting,  pak suami memberi ijin bahkan mendukung,  dan ilmunya bisa saya terapkan juga untuk pengembangan diri anak-anak.
Terbukti, setelah kelas saya berakhir..  saya mendaftarkan Mas Risa anak sulung saya, dan saya masih gatal ikut kelas batch#3  😄
Mulai kelas baru ini nama Yayasan berganti dengan MOTSAH,   Motivasi Sahabat Batam.  Sesuai namanya,  sekolah ini sangat memotivasi diri saya. Yayasan asuhan Coach Ade Jamil,  yang mengantarkan saya lebih berani menghadapi tantangan.


Bersama Coach Ade dan Mr. Asrul (penulis buku Menjadi Guru Gila)



Yayasan Motivasi Sahabat Batam


Dan justru belajar bareng anak saya makin mantap dan kemampuan saya lebih baik.  Apalagi generasi yang ini heboh dan berani tampil. 
Apa ngga malu saya kalau masih plegak-pleguk didepan kelas. Justru tantangan lebih berat.
Bersama mereka, saya mendapatkan dunia baru..


Motsah Batch #3


Belum tentu saya bisa loncat sana-sini jika saya tidak bersinergi dengan semua kalangan.  Sekarang saya merasa makin mantap menatap dunia. Open minded, tak ada yang perlu ditakutkan..
Betul tidaak... (pinjam logat Aa' Gym)


Bersama CnD dan Telaga Photography & Event Creative Concept