Pagar Nyandar Punya Sabia

Jumat, 26 Januari 2018

Aliran Rasa : Melejitkan Kecerdasan Anak




Peningkatan-peningkatan kadang dituntut dalam keseharian kita. Begitupun tentang game level 3 ini yang menurut saya sangat luar biasa.
Hampir setiap malam krucils mengusik saya dengan maksud mengingatkan deadline NHW.


"Ma.. sudah ngerjakan pe-er ta? "  

saya menatapnya dan dia tahu pandangan memelas saya itu mengartikan kebuntuan untuk menuliskan serangkaian kejadian atau segala hal yang ingin ditumpahkan.

"Ma.. jam berapa ini, nanti ketinggalan loh?"

Saya masih tak bergeming dengan perintah itu. Aaaaarrghh... 😂

                                                     
                                                                 ****


Namun, kadang-kadang dengan mereka berucap saja, saya mampu menilai dan menerjemahkan apa keinginan mereka. Dan tak jarang berusaha membaca apa yang sedang mereka keluhkan meskipun hanya berupa tatapan mata.


Dan memulai dari sisi-sisi yang kadang tidak terduga itulah saya bisa mengalirkan sebuah tulisan.
Saat mendekati hari penentuan 😊.. semua rasa tumpah ruah jadi satu, sampai-sampai krucils yang turut menunggu detik-detik deadline ikut merasa gemes dan tak henti menyerukan semangat agar jangan sampai terlewat menitnya.



Dan ketika saya bertemu dengan ibu pembelajar lain, ternyata hal serupa juga terjadi pada malam detik-detik deadline pengumpulan materi game level 3 ini.
Ada rasa tegang, gemas, dan merasa lucu setelahnya.😄😍


Kemudian.. perasaan lega dan bahagia mengikuti setelah tahu nama saya masih tercantum pada daftar yang mengerjakan tugas, dan mendapatkan Badge Dasar.
Alhamdulillah, meskipun sempat tertatih dan terjadi kejenuhan, krucils tetap memberikan semangat.
Begitulah, jika salah satu anggota keluarga merasakan ada yang kurang bersemangat, anggota keluarga yang lain harus memastikan kondisi seluruh keluarga tetap kondusif, aman dan bergairah.



#AliranRasa
#game_level_3

#kuliahbunsayiip3



Rabu, 24 Januari 2018

Main Sambil Belajar


Mengajak krucil main agak jauh dari rumah yang bawa peralatan tempur segambreng ya baru kemarin. Bagaimana tidak, kami harus bawa kompor, oven dan loyangnya sekalian..  Tapi ya disitulah keseruannya bagi kami.
Agenda hari ini kami akan belajar menghias cookies ala Sabia bersama ibu-ibu PKK Temiang dan murid-murid TK yang berkunjung di Wahana Wisata Edukasi Fisherism Tanjung Riau Sekupang Batam.


Setelah prepare dari semalam, paginya sibuk mau dibawa pakai apa 😄 Karena yang mau jemput bingung juga kalau bawaan banyak. Jadi saya usulkan  kami berangkat dengan taksi online saja.
Baru semenit, ditelpon lagi. Fix dijemput pakai mobil kantor Agribisnis.


Sesampai di kantor Agribisnis saya bertemu dengan beberapa teman UKM yang sudah duluan datang menggelar barang dagangannya di depan kantor.
Setelah say hello saya langsung masuk menuju ruangan bagian belakang untuk mengoper barang-barang kami.
Sembari menunggu kru saya menyiapkan semua sebelum ibu-ibu yang mau belajar datang, saya kembali menyapa teman-teman UKM di depan. Saya memesan jus mangga dan jambu Fanara, dan kacang bawang Ahdisya. 


sempat panik ketika klem slang dol


Beberapa saat menunggu, peserta sudah hadir dan kami segera memulai acara. 
Karena ternyata waktu yang diberikan hanya 60 menit, jadi saya hanya menjelaskan apa saja bahan yang diperlukan dan bagaimana cara membuat kukis stik ini. Awalnya ibu-ibu tersebut sempat sedikit protes karena ingin mengetahui pembuatan kukis dengan bahan nyata, tetapi setelah dijelaskan waktunya dibagi untuk 2 kelas, dan dijanjikan akan belajar bersama lagi di lain waktu barulah bisa dimengerti.


awal pembukaan



ibu-ibu menyimak materi


Sesekali harus mengulang-ulang untuk menjelaskan cara pembuatan, karena mungkin memang lebih mudah jika langsung praktek, namun karena waktu tidak memungkinkan, jadi harus bersabar untuk menjawab pertanyaan satu-persatu.


Kasubdit BP Batam pun antuisias ingin tahu cara menghias kukis


Semangat ibu-ibu terlihat ketika mulai menghias kukis. Gelak tawa mewarnai suasana siang itu. 
Beberapa ibu ada yang minta dirapihkan cara mengolesnya. Nah saat itulah suasana bertambah riuh karena ada yang protes.


"Way.. jan curang!"   maksudnya jangan curang


"Saya juga lah kalau gitu bu.."


Ada yang ini kalau dah jadi cantik ngga boleh dimakan.. sayang..


Dan saat semua sudah selesai menghias, saatnya saya mengumpulkan untuk di panggang sebentar.



menunggu pemanggangan kukis



Sambil menunggu kukis siap, ibu-ibu dipersilahkan untuk ishoma. 
Begitu juga saya sambil melihat anak-anak saya sedang menikmati pemandangan dibelakang kantor Agribisnis yang ternyata langsung berhadapan dengan laut. Krucil sempat mengabadikan beberapa gambar disana.


kukis bertema laut


Sebelum kelas pertama pulang dengan membawa kukis yang sudah matang, kami sempat berfoto-foto dulu sebagai kenangan bahwa pernah belajar bersama di Fisherism Tanjung Riau ini.

 Berfoto di loby Kantor Agribisnis


Di depan Kantor Agribisnis



Tiba saatnya Bapak Irfan Widyasa Kasubdit BP Batam menyambut kedatangan murid-murid TK yang habis berkunjung ke Kebun Fisherism yang jaraknya sekitar 1 km dari kantor Agribisnis. 
Murid-murid masih terlihat ceria meskipun waktu sudah pukul 13.00 wib.  Tetapi kelas kedua batal dilaksanakan, karena yang sudah merasa kelelahan adalah para ibunya..😄


Bisa di maklumi ya, karena bisa jadi ibu-ibu sudah sejak subuh mempersiapkan kebutuhan dan bekal krucil untuk perjalanan mereka ini.


Belanja di stand UKM sebelum pulang


Kalau gitu, kita juga beberes yuk.. Supaya lekas sampai dirumah dan segera prepare untuk orderan kue onde-onde untuk besok siang.
Lain hari kita juga berkunjung ke kebunnya, karena disana ada peternakan sapi dan kambing perah.
Selain itu, kedepan masih akan ada lagi wahana kolam ikan dan permainan. Disana kita juga boleh memberi makan kambing, kelinci dan lain-lain. 

Kita cari waktu yang pas ya bersama mbak Lumiati dan teman-teman..
Chaw..

Sabtu, 20 Januari 2018

Cemilan Andalan Krucil



Bila ibunya sering menyelenggarakan latbar bersama grup bakingnya, krucil pun tak mau kalah.  Meskipun mereka hanya berdua saja, krucil sering browsing internet tentang masakan dan melakukan eksperimen makanan ringan.


Ini sih.. asalnya karena semua anggota keluarga suka ngemil yang tidak keturutan dikarenakan hari sudah larut atau hari hujan, sehingga kemungkinan untuk njajan diluar itu sangat mustahil.


Berbekal paket weekend internet, krucil berselancar mencari resep-resep yang mudah, murah, rasanya enak dan hasilnya banyak..😄


Karena seringnya krucil membuat cemilan sendiri, hal itu berarti sangat membantu dalam hal penghematan.  Uang jajan diminimalisir, berkurang waktu untuk keluar rumah termasuk bensin si papa bila njajan ditempat yang agak jauh ya kan..


Nah, ini salah satu resep cemilan andalan krucil yang bahannya sangat minimalis, mudah dan cepat cara membuatnya.
Sebenarnya ditulis tangan sendiri oleh Sissy, tetapi untuk lebih memudahkan membaca, akan saya tulis ulang dan sudah di kurangi sedikit jumlah tepungnya, di bawah ini.


CILOK 

Bahan:
100 gr terigu
150 gr tepung kanji
2 batang daun bawang, iris-iris
2 siung bawang putih, haluskan
1/2 sdm gula pasir
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
300 ml air
Air untuk merebus cilok secukupnya

CARA MEMBUAT:

1. Rebus air secukupnya sampai mendidih.
2. Campur semua bahan kecuali air sampai rata.
3. Tuangi air sedikit demi sedikit sampai bisa di pulung bulat-bulat. Masukkan dalam air mendidih sampai terapung, tanda sudah matang.
4. Angkat, tiriskan.
5. Bisa disajikan langsung dengan cocolan saus sambal atau digoreng dulu dimakan bersama saus kacang.
6. Selamat mencoba.


Saat krucil menyodorkan hasil praktek perdana mereka, saya langsung protes.. karena saya ketinggalan info dan tidak sempat membuat dokumen, hehe


"Kan besok bisa bikin lagi... "   sambil menanyakan bagaimana rasanya. 


"Wah.. ngga perlu beli di abang-abang jual cilok lagi lah ini..
Tapi masih ada sedikit rasa tepungnya, coba besok jumlah tepungnya di kurangi 50gram (resep asalnya 150 gram terigu)"


Dan benar saja, setelah mereka recook dengan resep yang sudah dikurangi jumlah tepungnya, rasanya lebih mantab.
Apalagi kali ini di sajikan dengan kuah..  Nyumm.. makin maknyus..
Dan yang membuat krucil girang, ketika semua anggota keluarga suka dan nambah-nambah makannya.


Kemon guys.. browsing lagi.. eksekusi lagi..


Everything happen for a reason.. 🍜 🍯

#tantangan_hari_ke10
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Jumat, 19 Januari 2018

Bikin Stabillizer

Belakangan.. krucil lagi seneng-senengnya bikin rekaman sendiri.  Meskipun tidak atau belum mau di upload, yang penting bikin dulu.
Karena ide itu bisa datang kapan saja dan kadang-kadang bila tidak segera di abadikan atau disimpan, setidaknya dalam bentuk catatan atau coretan kecil.. bisa-bisa menguap dan hilang tanpa bisa diingat kembali.


Apalagi ini mamasnya sedang gandrung dengan bebikinan peralatan manual yang sederhana untuk memfasilitasi adek-adeknya.


Contoh yang sudah dibuat, stabillizer yang terbuat dari pipa paralon yang memang sudah lama belum terpakai. Padahal ada juga loh tongsis kalo hanya buat rekaman ecek-ecek.


Usrek..usrek.. egrek..egrek..  jadilah stabillizernya.


stabillizer setengah jadi


Kegiatan mereka ini ya, karena krucil seneng banget nonton youtube. Terutama video-video yang di upload sama Saai Gen Halilintar.
Nampak sekali krucil mengidolakan keluarga Gen Halilintar ini.


Saya saja, sampai ikut gemes kalau lihat video tentang barang-barang yang penuh alat di kamar Saai Halilintar.


Apa mungkin ya, Mas Alit ini nantinya mengikuti jejak Saai yang pandai merakit dan utak-atik peralatan elektronik...
Ah... apapun jadinya nanti, saya hanya bisa mendukung bila itu positif. Semangat krucils.

Everything happen for a reason..📹 📺

#tantangan_hari_ke9
#kelasbunsayiip3
#gamr_level_3
#kami_bisa

Kamis, 18 Januari 2018

Aliran Rasa - Kesenangan Menulis



Kesenangan menulis sudah saya sadari sedari kecil.  Tepatnya sejak kelas 2 SMP.  Meskipun tidak pernah di ekspose kemana-mana, saya rajin menulis.
Karena memang tidak tahu mau dikirim kemana atau untuk apa.

Saya cuma menulis puisi-puisi tentang percintaan atau tentang alam.
Saya tulis rapi di buku-buku yang sengaja saya sediakan khusus untuk mengumpulkan puisi itu.

Dari kumpulan puisi itu, tidak jarang teman-teman meminjam ada yang hanya sekedar ingin membaca, dan ada yang mengagumi.
Bahkan yang membuat saya sedih.. mereka tidak mengembalikan.. ihik

Sekarang saya jadi ingat lagi kenangan tentang buku puisi saya yang diam-diam dibaca oleh bapak saya.
Bapak mengira apa yang saya tulis itu adalah  kejadian sesungguhnya   pada diri saya.

Saya ketakutan.. *aww..
Karena bapak marah, dikiranya sekecil itu saya sudah main cinta-cintaan.. haha..
Saya hanya diam, mendengarkan ceramah bapak. Tidak berani membantah.

SMA saya mulai membaca cerita-cerita pendek di majalah remaja.  Dari situ mulai kepikiran pingin membuat tulisan yang panjang.
Inspirasinya sering saya dapatkan dari kartu-kartu ucapan dan kata-kata mutiara yang dijual di toko buku.

Meskipun sudah menulis cerita pendek, tetap saja hanya menjadi sebuah tulisan.
Karena tidak pernah dikirim kemana-mana.

Selepas SMA, saya yang pengangguran tiba-tiba sangat ingin mengirimkan tulisan ke redaksi majalah Femina.
Segera saya realisasikan.. dengan senangnya saya melenggang ke kantor pos.

Sebulan kemudian mendapat surat balasan. Tetapi cerita saya ditolak.. hahaha..
Tak mengapa, saya sudah bangga dengan keberanian saya.

Dan sekarang…
Saya sangat bersyukur menemukan jalan bersama teman-teman sesama calon penulis.
Akhirnya impian saya kembali menyala..

Everything happen for a reason..

#RumbelNulisIIPBatam
#RumbelNulisdihati
#menulisdihati
#saya_bisa

Bintang Mama

Ada kabar kurang enak dari kampung halaman. Ayah saya bilang Ibu sedang di USG. Dalam waktu dekat akan segera operasi untuk yang kedua pada mata ibu.


Salah satu saraf di mata ibu ada yang putus, hampir dua tahun yang lalu sudah dioperasi.

Dan dokter mewanti-wanti ibu supaya tidak menangis, atau merasa sedih yang mengakibatkan menangis.


Dan kali ini, saraf yang pernah disambung itu putus lagi, ditambah mata sebelahnya terkena katarak.
Ya Allah, kuatkan ibu saya... dan kembalikanlah penglihatannya seperti sedia kala.. aamiin..


Untuk saat ini hanya doa lah yang terus menerus saya panjatkan. Karena kalau untuk pulang, kami masih harus memikirkan beberapa kendala.


***
Keresahan ini tidak dipungkiri mempengaruhi kondisi anak-anak. Mereka mendengar dan ikut merasakan kesedihan mamanya yang tidak bisa disembunyikan.


Karena itu, untuk sedikit meringankan beban tekanan batin, anak-anak berinisiatif mengajak saya jalan-jalan sore.
Tidak jauh memang, tapi mampu mengobati sedikit kangen tentang kampung halaman.



Di Anjungan Rumah Adat Jawa Timur


Keceriaan anak-anak juga menghipnotis saya untuk sejenak melepas kegundahan.
Mereka saling menghibur, saling menjahili dan tertawa riang.


Alit dikerjain mamasnya untuk mengambil foto terbaik



Aah...
Terima kasih anak-anakku.. Kalian anak-anak sholeh, yang senantiasa menjadi penawar gelisah.
Tetaplah menjadi bintang di hati mama..

Everything happen for a reason.. 🌹🌹

#tantangan_hari_ke8
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa

Jalan Dekat Rumah

Rasanya kurang piknik itu...
Ngga usah dipikir jauh-jauh, ngga enak deh pokoknya.



Anak-anak pernah bilang, kalau dirumah ngga ada kerjaan, daripada jadi kentang..mending jalan meskipun cuma ke belakang rumah.
Setidaknya ada yang membantu membuka pikiran, dan siapa tahu dapat wangsit.😄


Gerak dari rumah kearah utara, jarak tempuh cuma 1 km. Hehe.. ini cerita berangkat dan foto yang di dapat terbalik.
Jalan duluan, sekitar jam 15.00 wib, dan mengambil fotonya sambil jalan pulang..😄


****
Tanpa hambatan karena belum jam padat pulang kerja.
Ya, jalanan Bengkong Sadai meskipun bisa dibilang pelosok, termasuk jalanan yang ramai.  Karena sudah dipadati rumah dan ruko di sisi kanan kiri. 


Sepanjang jalan, kios-kios pedagang kuliner sudah menjamur dengan cepatnya.  Dan seolah tidak ada jam tidur, karena ada yang tetap buka sampai pagi menjelang.
Apalagi sekarang dari deretan Gapura Kampung Tua Sadai sudah berderet PKL yang berjualan barang-barang second dan bahkan ada juga pasar kaget yang berjualan segala sayuran dan ikan.


Gapura Kampung Tua Sadai


Bergeser lagi ke arah barat, semakin ramai karena telah berdiri mini market yang bekerjasama dengan wifi.id corner. 
Kadang-kadang ada yang menyewakan mainan mobil penggaruk tanah aka beco. 


wifi.id corner


Pasar kaget


Belum mentok perjalanan di Bengkong Sadai, lanjut ke arah Bengkong Laut.  Tentu sudah banyak yang tahu di sini ada Rumah Makan paling kondang bernama Golden Prawn. Tetapi kami tidak sedang ingin makan di restourant yang biasa orang menyebutnya GP itu, hehe..


Kami masuk ke tempat nongkrong dan wisata yang lumrah orang bilang GP meskipun bukan ke restourant tersebut.
Ada wahana bermain, beberapa Cafe, Ilumination , Hotel Golden Bay, tempat nongkrong muda-mudi dan kolam pemancingan.


Dan bukan hanya itu, sirkuit main gocar juga tersedia. Anjungan Rumah-Rumah Adat seluruh Indonesia pun hampir tiap hari dipenuhi orang meskipun hanya sekedar berfoto di miniatur Rumah Adat tempat asal mereka.

Di salah satu Anjungan


Selain Rumah Adat, didalam anjungan itu terdapat patung-patung hewan untuk memanjakan anak-anak untuk bermain dan berfoto.
Beberapa tahun yang lalu, ketika saya baru menginjakkan kaki di Bumi Madani ini, sempat menikmati kebun binatang kecil di sini. 
Waktu itu ada beberapa ekor ular yang besar-besar dan aneka burung yang sekarang sudah tinggal sangkarnya.


Dan yang tidak kalah tersohornya, sekarang ada Masjid dengan warna yang sangat terang, merah.
Sebuah  Masjid dengan corak kearah Tiongkok, bergaya mirip klenteng seperti yang ada di Anjungan.


Miniatur Klenteng


Adalah Masjid Cheng Ho.  Ketika saya sengaja berkunjung ke Masjid ini, tepat adzan Ashar berkumandang.
Saya sedang tidak bisa menunaikan ibadah sholat, jadi saya menunggu anak-anak saya untuk ikut sholat berjamaah.  


Masjid Cheng HO Batam


Sembari menunggu mereka keluar dari Masjid, saya perhatikan semakin sore semakin banyak pengunjung yang datang.  
Ada yang memang sengaja sholat berjamaah, karena memang dekat masjid ada perumahan dan mungkin juga para pedagang muslim di Pasar UKM Cheng Ho yang berada di samping masjid.
Ada juga beberapa orang Chinese yang berfoto-foto di depan masjid. 


Hari ini, mungkin sampai disini dulu jalan-jalan sore kami.  Mungkin besok masih akan datang ke GP lagi.  Karena masih ada wahana lainnya, wahana main air yang dekat juga dengan restourant Kapal Cheng Ho.


Di halaman Masjid Cheng Ho Batam


Sebelum saya bisa dan ada kesempatan jalan yang jauh.. saya puas-puasin jalan-jalan dekat rumah 😄
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya..Dan mari singgah juga ke taman bacaan mbak Moniq..
Banyak kisah yang menginspirasi disana.

Everything happen for a reason..🌻🌹🌷

Senin, 15 Januari 2018

Orang Berangkat Kerja, Kita Pulang

Pagi yang cerah.. masih di hotel Kaliban Batam Centre.
Tidak sedingin kemarin, meskipun mentari belum juga menampakkan sinarnya yang terang.
Sissy membuka gorden tebal berwarna biru dongker di jendela kaca besar dekat ranjang tempat tidurnya semalam.


"Pemandangannya indah ya.. " kata Sissy


"Yang mana?  Itu kan perumahan..." sanggah Alit, sambil lihat keluar jendela.


"Maksudnya rapih.. hehe.."


Ah, sudahlah. Memang hotelnya ada di ruko dekat perumahan.  Ayok kita siap-siap mandi, habis mandi kita turun sarapan.



senang lihat papa yang biasanya tak mau sarapan


Suasananya sepi, hanya ada beberapa orang saja yang turun untuk sarapan.  Tidak berlama-lama di restouran, kami pun segera kembali ke kamar.  
Eh, rupanya Sissy mau memanggang roti setangkup,  bukan untuk sekarang katanya, untuk nanti kalau ngemil.





Tidak seperti biasanya, kami menginap di hotel dengan berbagai kegiatan, karena sempat berjalan-jalan dan mengulik ruangan apa saja yang ada di dalam hotel. Cerita kami kali ini hanya merekam saja 😄




Bagaimana kalau setelah sarapan kita langsung check out saja.  Mungkin diluar kita bisa ambil cerita dan pelajaran..
Okelah kalau begitu, kita bersiap ya guys.



Sambil berkemas, mama menghabiskan sisa puding di gelas yang dibawa Sissy.  Mubazir kalau ditinggal, karena sudah diambil. Jangan ada yang tertinggal ya, 😄
Lah kan memang tak bawa apa-apa dari rumah.
Ketika mengembalikan kunci pada resepsionis pun juga di minta untuk menunggu sebentar di lobby, kamar di cek dulu oleh petugas barangkali ada barang yang tertinggal atau terbawa 😄
Setelah di konfirmasi oke, kami bergegas meninggalkan hotel.


tempat parkir hotel Kaliban


Saat sudah keluar dari hotel baru tahu kalau sebelumnya hujan mengguyur Batam. Tanah basah, tetapi memang sudah tak sedingin kemarin.




Perjalanan lancar dan masih terlihat sepi.  Hanya pada titik-titik tertentu yang padat kendaraannya.
Kok jadi seperti kelelawar ya.  Orang lain berangkat kerja, kita berangkat pulang.. 😄


Tak mengapa lah dek, kita juga membawa pulang pengalaman meskipun sedikit.
Nanti sampai rumah kita bisa kan langsung eksekusi editing videonya?
Kita lanjutkan ya, sebagai pemula sebagai youtuber 
Memupuk pengalaman sambil belajar.

Everything happen for a reason.. 💞💞

#tantangan_hari_ke7
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa



Pindah Tidur

Sehabis maghrib tadinya ngga pengen keluar rumah.  Seperti di hampir semua status media sosial minggu ini, kami juga masih dilanda kedinginan.. Brrrr....


Namun sesaat kemudian, berubah pikiran ketika seorang teman menawarkan fasilitas semalam di hotel Kaliban Batam Centre.
Sama-sama dingin mending diiyakan, mandi air hangat tak payah masak air lagi.



Lapor Resepsionis Hotel Kaliban


Yuk capcus kita berangkat.  Pindah bobok cantik, manatau lebih hangat disana.
Bawa baju ganti selapis saja buat tidur.  Yang tak mau ketinggalan cemilan buat malam hari, dirumah biasa nikus sih.. jadi takut kelaparan tengah malam.


Benar saja, baru mau masuk kamar setelah ngobrol di resto dengan teman-teman , perut mulai meliuk-liuk barengan musik yang diputar. 
Masih jam segini ( jam 22.30 ) masih ada lah ya yang jual nasi ayam goreng krispi.  Pilih menu yang sekalian buat cemilan, ya goreng-goreng gitu hehe..
Akhirnya pak suami dan mas Alit pergi keluar mencari pesanan kami.


Oiya, ketika pak suami keluar hotel, ada sedikit kendala saat membuka pintu kamar. Pintu tak mau terbuka, agak macet, meskipun kunci sudah ditempel beberapa kali. Ketika bertanya pada teman saya, rupanya tadi pun sama, memang agak susah terbukanya.  Jadi mesti sabar.. 😄


****
Sambil menunggu pesanan datang, saya berdua dengan Sissy mencoba merekam seisi ruangan kamar. Ecek-eceknya nanti mau review gitu... 😄  Manatau nantinya akan sering review hotel ya kan.  
Dimulai dari masuk pintu, double bed-nya, sampai kamar mandi.


Halah... baru juga mulai, hape yang buat merekam ngeleg-ngeleg.. haha.. 

"Sabar.. ulang lagi aja ma,"  Sissy mencoba menghibur.


"Iya lah, gapapa nanti kan di edit sama mas Alit."


Acara merekam ruangan tetap berjalan, dan pas ketika hampir klik stop, bel pintu berbunyi.
Dengan girang Sissy menyambut makanannya 😄



sebagian sudah disantap sebelum sempat diabadikan


Nah.. tugas kita sudah selesai ya Sy, giliran mas Alit.  Habis makan kebagian mengedit video rekaman kita.
Yuk kita tidur duluan... Besok kita cari tahu apa yang akan kita kerjakan.

Everything happen for a reason.. 💋💋

#tantangan_hari_ke6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa









Sabtu, 13 Januari 2018

Kangen TV

Jam 06.00 WIB tiba-tiba Mas Alit bergumam sendiri.


"Jadi pengen nonton TV pagi-pagi"


Bukan tanpa pasal, mas Alit tiba-tiba bilang begitu. Kami punya tetangga baru.  Mereka nyetel tv kencang-kencang, jadi kedengeran jelas acara yang sedang berlangsung, acara curhat mamah dan aa'.


Sudah lama memang kami tidak nonton TV dirumah.  Memang sedang rusak sih.  Awal rusak masih bisa dibenerin oleh pak suami. Tapi baru sebulan di pakai sudah kembali padam. 
Itupun tahunya karena listrik tiba-tiba mati, rupanya karena TV nya yang korslet.


Kalau saya, ada atau tidak ada tv memang ngga ngaruh.  Saya tidak intens nonton film atau mengikuti berita di tv, apalagi sampai kecanduan sinetron 😄
Anak-anak pun begitu, lebih seringnya nyari film atau berita terbaru lewat internet. 
Kalau sempat ya di download dan nobar, alias nonton bareng depan laptop, hihi...



ngga bosan nonton film 'inside out'

Nah, untuk pengobat kangen nonton tv ini kadang-kadang anak-anak digiring kerumah Uti nya. Disana pun chanelnya terbatas, karena antenanya pakai yang jadul. 
Yang paling sering diputar adalah acara 86 saja, selebihnya kalau datang kerumah Uti pagi hari baru bisa nonton film kartun Nobita.


Permulaannya memang kurang menyenangkan ya dirumah tanpa tv, tapi karena sudah terbiasa dan dengan banyaknya kegiatan, ngga terlalu berpengaruh juga. Malahan lebih nyaman begini, ngga dengar cerita gosip dan acara yang tidak mendidik.
Hari-hari bebas tv.

Everything happen for a reason..🍧🍩

#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa




Jumat, 12 Januari 2018

Oseng Woncis Sissy





Semakin hari, Sissy makin pandai menyiapkan menu buat makan kami sekeluarga. 
Awalnya memang terkesan dipaksakan ya, tetapi memang mesti seperti itu. Dulu ketika saya masih remaja, enggan untuk melihat ibuk memasak, jadinya baru bisa memasak ketika sudah menikah..😂

****

Keluarga kami suka makanan yang berbau kecap. Apa saja yang dikecapin, pasti bikin nasi cepat habis.
Makanya, tiap belanja jangan lupakan catatan untuk beli kecap manis.


Kalau kemarin Sissy sharing tentang Ayam Bumbu Lapis  yang endess, kali ini kami nungguin Sissy masak oseng wortel dan buncis.
Karena mager mau belanja ke pasar, jadi masak aja apa yang ada di kulkas.


Bahan yang ada cuma wortel, buncis dan tempe balok. Mestinya, kata Sissy lebih enak kalau ada udangnya ya.. 😄


Ya ngga apa-apa, yang penting hari ini masih ada yang bisa dimasak. Oiya, kurang sip kalau tempe cuma digoreng gitu aja. Masih dengan alasan mager, ngga jadi bikin Mendol, tempe selimut saja, alias tempe goreng tepung.


Ehemm...
Kemon kita eksekusi sekarang saja, keburu jamnya laper.  


"Eh tunggu!"  apalagi lah ini jam makan sudah mepet kok..


"Sambil direkam lah ma.."  hahaha... boleh deh, ketagihan rupanya pingin eksis.


"Capcus... Nanti bagian Mas Alit bagian editing video yah.."


Siapain dulu Sy, mama yang ketik resepnya..


OSENG WONCIS

Bahan:
 2 buah wortel
200gr buncis
kecap manis
gula
garam
air secukupnya

BUMBU IRIS:
3 siung bawang putih
2 siung bawang merah
cabe merah 
cabe rawit 
(cabe sesuai selera)

CARA MEMASAK:
1. Wortel di potong sebesar korek api, buncis dipotong tipis-tipis,sisihkan.
2. Tumis bawang putih, bawang merah dan cabe sampai harus.
3. Masukkan wortel dan buncis, aduk rata, kemudian tuang air sampai sayur tenggelam. Masak sampai layu dan air mengering.
4. Tambahkan garam, gula dan kecap manis. Aduk sampai merata, bila kurang manis, tambahkan gula.
5. Matikan api, siap disajikan.


Nah, sekarang makan dulu ya..  biar yang bagian editing video bersemangat juga..

Everything happen for a reason..

#tantangan_hari_ke4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa