Pagar Nyandar
Pagar Nyandar Punya Sabia

Instagram

Thursday, June 27, 2019

MANFAAT PUTIH TELUR

Kami banyak mengumpulkan putih telur. Kadang-kadang dari sisa mengadon kue yang hanya menggunakan kuning telur, juga dari teman yang tidak memanfaatkan putih telur tersebut.
Kalau kami, akan kami olah menjadi kue lain yang hanya membutuhkan putuh telur atau juga untuk bahan lain.

Misalnya untuk bahan kue kering lidah kucing, untuk bahan membuat bolu kukus rainbow ekonomis, untuk cemilan marinque, untuk glasur topping kukis atau hanya sebagai masker wajah dan perekat prakarya.

Namun begitu, kadang saya tidak bisa langsung menggunakan putih telur tersebut. Pasalnya, jika sudah terlalu banyak, tidak sempat mengambil satu persatu tali pusat dalam telur tersebut.
Tali pusat ini yang membuat aroma kue menjadi amis. Makanya harus dibuang terlebih dahulu.

Karena seringkali tidak ada waktu senggang, Sissy yang selalu membantu saya, kemudian berinisiatif untuk menyaring putih telur-telur itu, agar ketika saya akan menggunakan bisa langsung pakai tanpa ribet.




Hihi... Bersyukur akhirnya saya lebih cepat dalam menyiapkan adonan dan perlengkapan kue.
Sisa saringan putih telur yang tak terpakai, bisa digunakan untuk bahan pengganti lem yang sangat kuat. Karena Sissy sering membutuhkan lem untuk membuat kerajian dan prakarya.


#HariKe10
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
#BeCreative

EDUKASI SAMPAH

Hari minggu pagi kami berkegiatan bersama komunitas Ibu Profesional Batam. Selain menjadi ajang halal bihalal, pertemuan kali ini untuk menyalakan semangat karena ada challenge  untuk anak-anak dengan para ibu. Karena peserta yang ikut banyak sekali, maka dibagi menjadi beberapa kelompok.
Sissy mendapat nomor di bagian kelompok tiga.

Salah satu challenge nya adalah sambil memungut sampah di sekitar para pengunjung alun-alun. Tetapi bukan sekedar memungut sampahnya saja. Melainkan ditantang untuk mengedukasi tentang sampah dan mengenalkan komunitas Ibu Profesional kepada para pengunjung tersebut.





Jika belum mengenal komunitas IP Batam, ditanya lagi, apakah punya akun facebook? 😁Pandai juga, karena dari akun facebook tersebut bisa kepoin tentang komunitas IP Batam dengan jelas.

Setelah itu, wajib meminta foto dengan pengunjung yang ditanya, sebagai bukti bahwa sudah menyelesaikan challenge nya.




Seharusnya, waktu ditentukan hanya 30 menit. Tetapi panitia maklum dan mengulur waktu untuk Sissy dan kawan-kawan yang memang sangat kecil-kecil dan jalannya lambat, haha...
Ternyata, selain mendapat paling banyak memungut sampah, juga berhasil mendapatkan foto paling banyak. Dan akhirnya mendapatkan juara pertama. 
Duh girangnya..


#HariKe9
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
#BeCreative

BERMAIN WAYANG (VALUE)

Wayang? 
Sissy tahunya wayang adalah pertunjukan dengan memakai boneka tangan tipis dari kulit, yang dimainkan dengan layar yang menggunakan bayangan.

Tepat sekali. Meskipun hanya melihat di youtube saja, hehe...
Kali ini Sissy belajar dengan komunitas AJS yaitu komunitas Art Jam Sessions, yang membantu anak-anak yang ingin mempelajari tentang seni.

Berhubungan dengan wayang tadi, sebenarnya materi yang di sampaikan adalah tentang VALUE.
Sissy mempelajari tentang gelap dan terang atau nada warna, perpaduan warna lain dengan hitam putih. semakin tinggi value, akan semakin terang warnanya.
Fungsi Value, memberikan efek gambar yang datar ataupun nyata. 

Nah, untuk berkreasi menggunakan bayangan, Sissy diminta untuk membuat gambar-gambar yang nantinya akan dimainkan sebagai wayang. Dan membuat layar sebagai panggungnya.





Layar dibuat sederhana. Terbuat dari kardus bekas minuman yang digabungkan dengan kertas baking. Boneka bisa digambar sendiri. Cara memainkannya dengan mematikan lampu, dan bagian terang hanya di area layar saja.




Sissy bermain wayang dengan cerita seorang gadis kecil yang bermain ditaman bersama hewan peliharaannya. Bermain bersama teman-temannya, yang terpesona melihat Sissy sebagai dalang, haha...


#HariKe8
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
#BeCreative

NOBAR DAHSYATNYA SAMPAH

Kamis, adalah hari playdate di komunitas Gemilang (komunitasnya para homeschooler). Namun Kamis di minggu ini kami tidak bisa ikut berkegiatan karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. 

Tema belajar komunitas Gemilang bulan ini mengangkat masalah sampah yang sudah sangat mengkhawatirkan.
Karena kami tidak datang, kami hanya dapat merangkum dan mempelajari resume yang sudah dishare pleh para bibi (para orang tua di Gemilang).

Anak-anak (preteen dan toodler) nonton bareng di rumah bibi Ayu. Mereka diputarkan beberapa video. Mulai dari sampah rumah tangga, video animasi tentang membuang sampah, sampai video tentang pulau sampah di Indonesia.

Sudah sedemikan daruratnya sampah di Indonesia, bahkan keheranan kami atas impor sampah dari luar negeri oleh para pengusaha yang disetujui oleh pemerintah (khususnya kemenperindag).







Dari video-video tersebut, Sissy belajar begitu dahsyatnya gunung sampah dan akibatnya. Dan Sissy memulai belajar memilah sampah dirumah. Mana yang bisa didaur ulang, mana yang ditanam untuk biopori dan kompos, dan mana sampah yang tidak bisa diolah lagi seperti styrofoam.
Dari resume playdate, preteen... termasuk Sissy mendapat tugas (PR) membuat ecobrik. 
Selamat mengerjakan tugas Sissy...


#HariKe7
#tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
#BeCreative





ECOBRICK SISSY

Sudah beberapa hari Sissy mengumpulkan botol-botol bekas air mineral atau minuman rasa-rasa. Selain itu, sampah kantong kresek yang sudah tidak bisa dipakai alias sobek, serta kemasan snack dan bungkus-bungkus makanan dari plastik juga dikumpulkan.

Hihi... kadang lucu sendiri. Malah seperti pemulung, yang mengumpulkan sampah di rumah dan sekitarnya. Tetapi memang itu wajib untuk sekarang ini.
Kami memulai bersikap bijak dengan pelan-pelan mengurangi sampah.

Memang masih berat banget untuk tidak menghasilkan sampah. Apalagi jika kami terlupa tidak membawa tumbler atau bekal dari rumah jika sedang bepergian. Otomatis kami membeli air minum kemasan, makanan yang sering memakai styrofoam. 

Nah, sampah ini mau dikemanakan?
Sedangkan kami harus bertanggung jawab atas sampah yang sudah kami hasilkan. Mau tidak mau, ya kami bawa pulang. 

Lalu... 
Tidak perlu terlalu lebay lah ya... Sekarang sudah banyak beredar video DIY yang memberikan inspirasi.

Kebetulan Sissy juga mendapat tugas untuk membuat ecobrick. Belum banyak sih yang di bikin oleh Sissy... tapi sudah lumayan mengurangi sampah yang dibuang. 

Membuat ecobrick tidak hanya asal memasukkan sampah dalam botol begitu saja. Namun sampah plastik tersebut harus dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu. Jika sudah bersih dan kering, baru bisa di masukkan.

Nah, ketika memasukkan dalam botol juga diperhatikan urutannya. Yang pertama adalah plastik lembut atau kantong kresek, sambil dimasukkan, sambil di sodok dan di tekan dengan kayu atau stik panjang agar padat.
Selanjutnya plastik yang kaku atau kemasan snack, bahkan styrofoam. Memasukkannya dengan cara digunting-gunting dulu menjadi bagian yang kecil-kecil. Lalu di tekan-tekan lagi dengan stik kayu.




Setelah botol penuh, ecobrick  kemudian ditimbang. Untuk kemasan botol ukuran 600 ml rata-rata ecobrick adalah 200 gram.
Jika sudah terkumpul banyak, akan di setorkan ke komunitas, untuk dijadikan bahan kreativitas atau barang yang akan di gunakan kembali misalnya kursi dan lain-lain.


#HariKe6
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
#BeCreative

MOMONG SALMA

Tekotek kotek kotek... Anak ayam turun berkotek...

Begitulah lagu anak ayam kesukaan Salma. Salma adalah cucu ponakan saya, usianya sembilan bulan. Jadi Salma adalah ponakan Sissy. Hihi... kecil-kecil sudah dipanggil dengan sebutan tante.

Hampir setiap hari, Salma datang kerumah. Kadang-kadang Salma hanya datang 2 jam setelah Isya.
Namun tidak jarang Salma ditinggal lama oleh orang tuanya karena ada keperluan. Sebenarnya Salma jarang sekali rewel. Apalagi jika Akung (suami saya) sudah membuatkan jus tomat atau buah lain.

Tetapi, namanya juga bayi hehe... akan ada masa rewel karena susah untuk memulai untuk tidur. Apalagi kalau tidak ada nenen.

Dalam gendongan saya, biasanya langsung terlelap mendengar saya menyenandungkan lagu-lagu anak. Tapi, jika saya sedang sibuk mengerjakan orderan kue atau lainnya, maka Sissy akan menggantikan saya.

Jika ingin tidur, Sissy juga menyanyikan lagu buat Salma. Tapi jika bosan bermain, sekarang Sissy punya alat sederhana...
Gerobak.
Yaa... meskipun terbuat dari kardus, Salma senang sekali dimasukkan dalam kardus. Bermain dengan botol-botol bakal ecobrick milik Sissy.




Setelah capek, barulah Sissy menggendong dan menina-bobokkan Salma.
Ada saja kreativitas Sissy.


#HariKe5
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
#BeCreative

BIOPORI DITANAH SEMPIT

Setiap pagi Sissy dan Alit menyiapkan bekal untuk dua abangnya yang bekerja. Dari sehabis subuh sudah mulai menggelar sayuran dan bumbu-bumbu yang diperlukan. Kalau soal menu, abang-abangnya sudah sediakan belanjaan dari malam, karena mereka belanja di pasar kaget yang buka dari sore sampai jam dua belas malam.

Menu masakan yang sederhana saja, sesuai permintaan. Dan jika ada yang ingin masakan mama, ya otomatis mama yang bergerak, hahaha...

Setiap memulai memasak, sampah sisa sayuran atau bumbu-bumbu tidak di buang ke tong sampah. Sampah organik ini di kumpulkan dan dimasukkan dalam biopori. Nantinya akan di panen sebagai kompos.




Sebenarnya membuat biopori tidaklah sulit. Dan ini sudah dilakukan oleh orang-orang tua kita dijaman dahulu. Masalahnya adalah, ketika kita tinggal di kota atau perumahan yang tidak ada halaman dan pekarangannya hehe.

Seperti kami ini. Kami tinggal di ruko yang tidak ada halamannya. Namun Alhamdulillah masih ada sedikit tanah di bengkel suami. Nyempil di sebelah mobil-mobil yang sedang dikerjakan, kami minta ijin untuk membuat biopori.




Sissy dan Alit mulai menggali tanah yang lumayan keras, karena tanah di Batam adalah tanah liat.
Tadinya sih bikin beberapa lingkaran dengan diameter 10 cm, tapi lama-lama melebar, haha...
Tak apa lah, yang penting ada usaha dan jadi.





Kemudian lubang itu akan diisi sisa-sisa sayuran dan makanan. Lalu, sampah organik tersebut di timbun dengan tanah agar lebih cepat terjadi pembusukan dan binatang-binatang penghancur sampah organik lebih cepat membantu terjadinya kompos.
Selanjutnya, lubang tadi ditutup dengan penutup yang rapat agar tidak di bongkar oleh tikus.

Biopori ini setiap hari diisi dan ditimbun. Dan kompos akan dipanen setelah sebulan.
Kegiatan baru ini menambah bahasan dalam kegiatan belajar (PBL), sekaligus menambah kreativitas anak-anak terutama Sissy.


#HariKe4
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
#BeCreative