Pagar Nyandar Punya Sabia

Kamis, 29 Maret 2018

Matematika Memasak




Kami sudah tidak pernah memasak nasi menggunakan rice cooker (penanak nasi listrik). Sudah habis tiga buah rice cooker yang semuanya berakhir dengan kerusakan yang hampir sama.  Ya sudah, sekarang masak dengan cara lama dengan sistem keroncong atau ngaru. 


Kelebihan memasak nasi seperti ini, yang pertama bisa menyisihkan air tajin untuk diminum, manfaatnya banyak terutama untuk lambung.  Yang kedua, nasi terasa lebih pulen karena sering diaduk sewaktu mengaron.
Dan yang ketiga, secara tidak langsung krucil (yang bertugas ) belajar matematika.


Dimulai dari menakar beras dengan gelas takar, beberapa kali mencuci dan mengukur air yang akan digunakan untuk mengaron.
Setelah beras menjadi aron, krucil harus menakar air untuk dandang pengukus nasi. Karena jika tidak diukur, bisa-bisa nasi menjadi basah dan benyek sehingga cepat basi juka terlalu banyak air. Atau juga bisa cepat gosong jika kekurangan air.


Selain belajar takar-menakar, krucil juga belajar mengukur lama waktu memasak.  Dulu biasanya hanya mengandalkan  timer  untuk mengingatkan waktu mengangkat nasi yang sudah masak. 
Namun sekarang sudah terbiasa menggunakan jam dinding. Mengukur berapa menit memasak dan mempertajam ingatan.


Memasak sayur juga membutuhkan matematika, karena harus menghitung dan menyeimbangkan antara bumbu dan bahan sayur atau lauknya. 
Begitulah salah satu cara krucils belajar matematika. Simple dan menyenangkan.


#HariKe1
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs







Sabtu, 17 Maret 2018

Hadiah Buku Saku

Beberapa hari lalu, papa membelikan Sissy buku cerita di Megamall.  Salah satunya ada majalah Bobo. 
Selain cerita dongeng, tentu saja banyak ilmu pengetahuan yang dibahas didalam majalah Bobo tersebut.


Ada juga kisah-kisah yang dapat menginspirasi, dan juga banyak ketrampilan yang membuat Sissy semakin rajin  bebikinan. 
Latihan mengisi soal mata pelajaran juga membantu Sissy dalam menambah pengetahuan. 


Sissy senang ketika mendapatkan hadiah buku saku, walaupun harus  di buat sendiri terlebih dahulu, dengan menyusun lembaran halaman tengah majalah Bobo.
Semakin banyak saja buku yang dimiliki Sissy.  Dengan begitu, pohon literasinya juga semakin rimbun.



#HariKe10
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Teringat Sahabat Pena

Setelah membaca majalah Muslimah  terutama bagian terakhir halamannya, Sissy jadi teringat surat Sahabat Pena yang katanya akan dikirim dari Pekanbaru.
Waktu itu saya memang janjian dengan bunda salah seorang sahabat pena Sissy.  Inginya sih... surat tersebut sampai ke alamat rumah kami bertepatan dengan ulang tahun Sissy di bulan ini. 


Tetapi sudah lewat  seminggu surat tersebut belum datang.  Mungkin memang masih tertahan di kantor post, atau bisa jadi sang sahabat sedang sibuk sehingga terlupa untuk menuliskan surat buat Sissy.


SIssy sendiri juga belum menulis surat untuk sahabatnya yang lain.  Hmm... sambil tersenyum saya jadi ingat sewaktu saya masih SD juga sering galau menunggu surat balasan dari teman yang berbeda sekolah.




Yang sabar ya nduk, tulislah puisi yang indah sambil menunggu balasan surat sahabat penamu.
Everything happen foe a reason...

#HariKe9
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Corat-Coret Buku Saat Belajar

Masih berkaitan dengan gaya belajar anak, jadi saya ikut membaca buku Alit dan Sissy, hehe...
Apapun gaya belajar anak menurut penilaian yang dipilih, tetap saja memiliki tujuan yang sama yaitu mengoptimalkan kecerdasan otak.


Dan yang tercantum dalam buku Memori Super tulisan Chaterine Shanaz, setiap individu mempunyai kecenderungan untuk menggunakan salah satu belahan (otak) yang dominan dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan.


Apabila terjadi ketidakseimbangan pada anak, misalnya suka melamun, malas untuk belajar itu ada kesalahan dalam menggunakan otak.
Biasanya ini terjadi saat dilanda kebosanan atau enggan bahkan phobia terhadap pelajaran tertentu.
Dan seringkali anak mencorat-coret bukunya. Ini seperti yang sering saya lakukan sewaktu saya masih sekolah...πŸ˜„


Ternyata menurut Chaterine Shanaz, perilaku corat-coret saat belajar bisa jadi justru untuk memudahkan dirinya untuk menangkap dan mencerna materi.


Ada cara yang lebih mudah membantu anak-anak untuk membuat catatan agar lebih mudah mengingat materi yang sudah diajarkan. 
Lagi-lagi ini sering saya lakukan, hanya saja saya belum mengetahui apa namanya...hehe...
Membuat Note-Making
  1. Membagi buku catatan menjadi 2 bagian, yaitu 2/3 dibagian kiri dan 1/3 dibagian kanan.
  2. Bagian kiri  :  catatan biasa ( rangkuman atau yang didiktekan orangtua/guru ), disebut Note-Taking. 
  3. Bagian kanan : kata kunci ( ide utama sesuai kata-kata sendiri), disebut Note-Making.


contoh Note-Making

Ini salah satu contoh Note-Making, kalau saya cenderung pada mind map meskipun tidak rapih.

#HariKe8
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Bocah-Bocah Istimewa

Dari buku 24 Bocah Istimewa Pemukau Dunia tulisan Ali Zaenal bersama Vira Luthfia Annisa,  Alit terinspirasi dengan kecerdasan kakak beradik Fahma & Hania yang menciptakan aplikasi  untuk anak-anak  juga Zachary Marks pencetus jejaring sosial media khusus anak-anak bernama Grom Social (Groms).


Fahma dan Hania belajar Power Point sampai mentok sebelum belajar Adobe Flash untuk animasi.
Ini yang menarik buat Alit, karena baru mendengar tentang Adobe Flash. 


Aplikasi ciptaan Fahma adalah: Bahana ( Belajar Huruf Warna Angka), DUIT  (Doa Usaha Ikhlas Tawakal), Enrich ( English for Children), Mantap (Matematika untuk Anak Pintar) dan Doa Anak Muslim.


Sedangkan Sissy membaca tentang  Tae Ho seorang bocah tanpa lengan yang mampu mandiri melakukan segala kebutuhannya secara mandiri.




Dengan kemampuan dan semangat belajar, semoga Alit dan Sissy juga dapat menginspirasi banyak orang nantinya..aamiin.
Everything happen for a reason....

#HariKe7
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Oka dan Oki

Bila kemarin Alit dan Sissy  membaca buku TUBUH-PEDIA tentang otak manusia, hari ini juga masih membaca buku tentang otak, kali ini dari buku MEMORI SUPER tulisan Chaterine Shanaz.


Otak sebenarnya terbagi dalam dua hamisfer (bagian) yaitu Otak Kanan (Oka) dan Otak Kiri (Oki). 
Penemu hamisfernya adalah Profesor Roger Sperry pada tahn 1960 dan mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981.


Pada saat otak kanan sedang bekerja, otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaiknya. 
Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreatifitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna.
Otak kiri berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Ini jelas sekali tentang matematika hehe..


Tetapi menurut pak Otaka Arya yang saya tonton di youtube, matematika bisa dinikmati.  Dengan Metode AHA - MOKA (Matematika Otak Kanan)
https://www.youtube.com/watch?v=ZPlXm2HcV5A&t=2s 
Dan sekarang matematika tak perlu ditakuti.


#harike6
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst



Selasa, 06 Maret 2018

Buku Tubuh-Pedia

Karena bukunya lumayan tebal, jadi kami membacanya bergantian secara estafet.  Buku apa sih?  
Hehe, ini lo Buku Tubuh-Pedia yang ditulis oleh Christina Wilsdon, Patricia Daniels dan Jen Agresta.




Bukunya menarik sekali.  Colourfull dengan foto-foto yang bagus, jadinya tidak bosan untuk membacanya.
Banyak hal yang saya pun belum mengetahuinya. Makanya saya juga senang banget bisa membacanya.


Bagian yang pertama kami baca adalah seputar Otak.  Ada beberapa point yang diambil sebagai rangkuman. 

  • Otakmu, pusat kendali tubuhmu. Sementara itu, tubuhmu melakukan jutaan hal yang bahkan tidak kamu sadari > seperti mencerna sarapan, membawa oksigen ke semua sel dari ujung rambut ke ujung kaki, dan dari telinga ke telinga.
  • Otak manusia mengagumkan, berpikir dan kreatif.


  • Otak senantiasa mendapat laporan dari anggota tubuh, bekerjasama dengan sistem endoktrin yang menghasilkan bahan kimia yang disebut hormon.
  • Otak menyimpan ingatan juga membuat pilihan, yang menimbulkan kebahagian, kesedihan dan ketakutan.

Sementara itu saja kesimpulannya. Masih banyak lagi yang harus dibaca mengenai anggota tubuh kita ini.
Sampai besok lagi....

#HariKe5
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Buku Islam Agamaku (IA) dan Adobe Illustrator (AI)


Buku Islam Agamaku berjudul Rukun Iman yang ditulis oleh Syahruddin El-Fikri telah dibaca Sissy.  Selesai membaca, saya suruh untuk menceritakan kembali kepada saya. Dan Sissy lumayan mengerti dengan apa yang telah dibacanya.


Buku setebal 77 halaman tersebut dibaca dalam waktu hampir 3 jam.  Itupun sambil sesekali menguap... πŸ˜ƒ
Tak mengapa, memang suasana yang panas cetar sangat mendukung untuk segera tidur, hehe....






Sedangkan Alit membaca buku tentang desain grafis.  Tentang Adobe Illustrator yang sempat di ajarkan oleh mentornya Acendy Claudio.  Menurut Alit agak sedikit rumit dibandingkan dengan Adobe Photoshop maupun CorelDraw.
Sebenarnya ada sedikit penasaran, ingin mencoba sendiri tadinya.  Tetapi karena tidak membawa laptop, jadi keinginan untuk mencoba jadi tertunda.






Semangat terus ya krucils membaca, memahami dan berlatih.  
Everything happen for a reason....

#HariKe4
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Senin, 05 Maret 2018

Aliran Rasa Calon Penulis






Begitu terbangun pagi hari tadi, saya langsung nyalakan handphone. Yang saya buka duluan aplikasi WhatsApp terutama di grup rumbel menulis.


Saya langsung mengetik mengucapkan salam dan sekalian minta ijin untuk datang terlambat di WORKSHOP SEHARI MENJADI BUKU.


Yess...
Sudah terkirim. Lega rasanya..
Bukan tanpa alasan sih tadi minta ijin terlambat itu.
Perkara terlambat bangun juga.. 😁, padahal alarm sudah di set jam 02.00 dinihari untuk melanjutkan menggoreng kerupuk tahu orderan dadakan seorang pelanggan loyal.
Yang mesti diantar sekitaran jam 9 atau 10.


Sambil menenangkan diri akibat gemeteran takut tak terkejar dan kondisi lapar, saya menggoreng telur ceplok setengah matang,  kebetulan ada setangkup roti tawar sisa semalam jadi dibikin roti ala sandwich.


Setelah cukup tenang.. baru saya bisa melanjutkan prepare menggoreng kerupuk.
Alhamdulillah.. jam 8 lebih sedikit sudah siap dikemas.
Sejenak selonjoran menunggu alarm bertuliskan  "mandi maaaaa"  yang di setting jam 8.30



                               ***


Jam 9.00 menghubungi pelanggan yang mengorder kerupuk tahu, bahwa sebentar lagi saya otewe ke kantor beliau.
Karena belum ada balasan, saya lanjutkan saja berangkat mengantar pesanan.


Tetapi sampai dikantor yang saya tuju, beliaunya belum datang..
Ya sudah.. Saya menunggu sebentar. 

Eh.. ternyata lama juga belum ketemu. Wah, alamat nih terlambatnya kebangetan 😳

Dan benar. Benar-benar saya telat yang parah. 😜
Mentor yang memberikan materi Menulis sudah selesai menyampaikan bahasannya, saya baru datang.. Hihi jadi malu...




Tetapi memang tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu..
Kosongkan gelas sekarang..  buka mindset, kembangkan mindmap.. 


Quotenya ini seolah menyuntikkan semangat  harta karun penulis adalah IDEA. 
Terima kasih mbak Henny, mbak Dwi Arum dan mbak Dian Ika yang telah membagikan ilmunya untuk kami para calon penulis ini..
Makin semangat lah saya jadinya, meskipun masih banyak menumpuk potongan-potongan cerita di draf saja.

Hatcha! Hatcha!
Everything happen for a reason

Minggu, 04 Maret 2018

Ketrampilan Membaca

Ketika ditanya perlukah ketrampilan dalam membaca, jawabannya pasti perlu.  Karena, jika membaca dengan suara keras dan bernada datar tentu akan membuat pendengarnya bosan dan mungkin juga tidak mengerti apa yang sedang dibacakan tersebut.
Maka diperlukan ketrampilan mengatur nada, dan memainkan tanda baca.


Ketrampilan membaca juga sangat dibutuhkan untuk seorang koki atau chef.  Hah
Yang benar saja....
Eh tapi itu benar lho!  Kalau hanya sekedar membuat masakan atau kue yang tidak terlalu rumit, tidak terlalu berpengaruh pada hasil masakannya.


Lain hal jika yang disodorkan adalah resep yang memakai bahan-bahan dengan tekhnik tertentu. Harus dipahami dan mengikuti cara originalnya dahulu sebelum akhirnya memodifikasi resep dengan cara sendiri.




Mengapa saya menuliskan ini? Karena saya mempelajari kegiatan Sissy dalam mengeksekusi bahan-bahan dalam menu yang akan disulapnya menjadi masakan.  Salutnya saya  kepada Sissy, saya tidak perlu mengulang-ulang dalam mengajari atau memberikan resep masakan. 




Jadi membaca bukan hanya pada buku yang ditulis oleh pengarang ternama. Buku resep keluarga pun bisa saja menjadi alternatif bacaan yang disarankan.
Karena saya pernah mengalami kegagalan akibat salah dalam membaca dan memahami resep.


Yuk... Belajar mengasah ketrampilan membacaπŸ˜ƒπŸ˜

#harike3
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Buku pilihan yang menyentil


Saya tidak ikut membaca isi bukunya seperti apa, tetapi seperti ada nada sentilan-sentilan begitu.
Entah benar atau saya saja yang merasa ge er hehe.... Lah bagaimana tidak, ini buku cerita tentang kehidupan seorang anak yang mungkin dilanda kebosanan.


Buku ini mungkin tidak terbeli oleh kami, karena harganya lumayan besar buat kami. Jadi buku pilihan Alit ini cukup dibaca sambil nongkrong di Toko Buku ternama. Tentu membaca buku yang sudah tanpa kemasan, yang setahu saya mungkin memang disediakan oleh tokonya.


Buku berjudul  Story Of My Life #azkacorbuzier  itu dibaca sambil sesekali senyum dengan nada menyindir.
Mungkin cerita di dalam buku tersebut mewakili beberapa perasaannya, jadi tidak semua, hahaha....





Beberapa perasaannya yang terwakili kira-kira seperti gambar-gambar yang sempat di foto ini. 
Mama suka memaksa ini dan itu.😏




Saya suka banget jalan-jalan, dan mengajak krucil meskipun itu bukan acara mereka.  Yaa... siapa tahu dari sana ada inspirasi yang nyangkut. 




Berbeda dengan Sissy, Alit memang paling senang tinggal dirumah.  Menjelajah dunia lewat internet. Memang sih, harus selalu dalam pengawasan.  Tetapi, seringkali saya harus belajar banyak dari Alit untuk mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan gadget.




Jadi, dalam buku yang menceritakan kehidupan anak dari seorang magician Dedy Corbuzier tersebut, kami harus sama-sama saling introspeksi dan lebih belajar memahami bagaimana seharusnya bersikap.
Everything happen for a reason....

#harike3
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst






Jumat, 02 Maret 2018

Menulis Harapan

Membaca untuk saat ini tidak harus dari buku fisik, karena bacaan apapun sudah banyak dibagikan di internet. 
Namun meskipun begitu, membaca buku secara manual banyak sekali yang didapat. Mulai dari melatih motorik halus dan ketajaman mata  serta mengasah otak dan daya ingat.


Seharusnya hari ini menempelkan catatan di pohon literasi buatan krucils sendiri. Tetapi kegiatan menempel pohon literasi hari ini pindah ke lobby hotel Radisson Sukajadi.  
Disana sedang diselenggarakan BE*KRAF HABIBIE FESTIVAL, Festival Tekhnologi & Inovasi Terbesar Di Indonesia.



Menempel Harapan di Pohon Literasi


Banyak keseruan di arena pameran inovasi tersebut. Apalagi hampir semua yang di gemari Alit hadir disana. 
Ada apliakasi buat cerita rakyat 4D macam boboiboy, tapi ini anak negeri punya, mengangkat cerita rakyat, buatan anak-anak Pekanbaru. Animation Research Team UIN SUSKA RIAU.
Aplikasinya diberikan secara grastis tadi, dan rencananya mereka bilang akan lounching di bulan Agustus mendatang. Mudah-mudahan segera terealisasi.


Screenshot dengan mode 4D


Yang saya salut adalah, ada salah satu dari mereka adalah seorang yang istimewa. Dan kebanyakan dari orang istimewa ini dipandang sebelah mata, padahal kecerdasan mereka diatas rata-rata.
Alit dan Sissy tak menyia-nyiakan untuk mengabadikan moment bersama mereka. Sebagai pengingat bahwa krucils patut menjadikan mereka contoh positif.


Bersama Animation Research Team UIN SUSKA RIAU

Alit juga  nyobain menggambar dengan Clip Studio Paint EX, aplikasi untuk orang-orang desain grafis yang suka membuat komik.
Cocok banget untuk pemula seperti Alit yang suka bikin desain logo dan brosur, tapi... maafkan ya Le... harganya yang masih diatas langit bagi kita hehe.. Mudah-mdahan ada rejeki lebih untuk mewujudkannya.





Ada juga yang main pesawat memakai remot kontrol,  tapi pesawatnya dalam layar, ada juga main kecepatan tangan pake layar monitor pake sensor. Belum puas sih tadi, karena belum semua stand di kunjungi karena terbatasnya waktu.
Krucils belum mau pulang, tetapi peserta pameran sudah mulai berkemas.  Masih ada dua hari sebetulnya festival ini digelar, namun besok kami ada agenda workshop  yang harus diikuti.
Dan jangan lupa untuk membaca buku seru yang tadi sempat dipilih di Toko Buku ya... 

Everything happen for a reason..

#HariKe2
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Kamis, 01 Maret 2018

Pohon Literasi Dari Bahan Sisa

Ditunjukin contoh-contoh pohon literasi yang ada di internet, duo krucil cuma diam.  Selain karena ditinggal mama yang sedang disibukkan orderan kue dan pergi seminar, karena tidak ada uang untuk beli bahan. 
Kebetulan kertas origami sudah habis dan kardus-kardus juga dipakai untuk mengirim kue-kue dalam jumlah besar.


Akhirnya duo krucil mengumpulkan ranting-ranting kering untuk dirangkai menjadi sebuah dua buah miniatur pohon.
Sebelumnya, krucil melilit ranting-ranting kering itu dengan isolasi kertas milik papa untuk kerja.
Beruntunglah saya lekas pulang dan menghentikan kegiatan sebelum menghabiskan isolasi kertas tersebut.



Kemudian saya sarankan melilit dengan menggunakan potongan-potongan kertas yang biasa digunakan sebagai pengganti bubblepack untuk pengiriman barang.
Selain mudah dilakukan, juga tidak ribet menggunting dan mengelem. Bahan lainnya menggunakan sisa tutup gelas plastik yang tidak terpakai ketika jualan di bazaar. Juga sisa piring kertas. Sedangkan untuk menempelkan kertas pada ranting, mereka memakai jepitan kayu yang memang dibeli untuk membuat kriya.


Setelah selesai membuat pohon literasi, saya sarankan untuk menuliskan di kertas post it tentang buku yang sudah mereka baca.
Alit membaca buku Panduan Mengenal Desain Grafis yang ditulis oleh Vinsensius Sitepu. Sedangkan Sissy membaca buku Science yang dituliskan oleh Dr Lee Sing Kong, Bab 1 tentang Siklus Kehidupan Hewan.





Sangat kebetulan duo krucil membuat pohon literasinya kecil dan diletakkan didalam vas bunga yang diisi kerikil. 
Karena rumah kami yang sempit dan tidak memungkinkan untuk menempelkan di dinding.. πŸ˜„
Jadi lebih praktis diletakkan di meja. 
Dengan begini, mas-masnya yang kurang dalam hal membaca, menjadi tertarik untuk ikut melakukan seperti adik-adiknya.

Everything happen for a reason..

#HariKe1 #GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst