Pagar Nyandar Punya Sabia

Kamis, 30 November 2017

Latihan Ke Toilet Sendiri

Kadang-kadang kami semua dibuat sebel dengan kelakuan Mas Alit yang selalu minta di jagain di depan pintu kamar mandi,  meskipun kamar mandi kami dekat kamar dan terang benderang.
Ngga peduli siang hari dan ramai orang..

Yang jadi target penjaga di siang hari ya mesti kak Sissy,  dengan mulut manyun tapi tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti.
Giliran si papah yang di ubrak-ubrak saat malam hari.

Bukan tanpa alasan sih sebenarnya paranoid yang dialami mas Alit tentang kamar mandi.
Dari balita, mas Alit punya kemampuan merasa dan melihat hal-hal yang kebanyakan orang tidak memilikinya.

Tahun 2008 kami tinggal di rumah  milik orang China (Tuan Tanah Bengkong) yang dipercayakan pada kami untuk dijaga.  Rumah paling besar di Bengkong seukuran 4 kapling yang sejak kami kembalikan menjadi Supermarket Bengkong Indah,  cuma sekarang sudah atas nama anaknya.


Bengkong,2009

Dirumah itu, segala kenangan indah terpatri, seolah ingin mengulang kembali... uuuhhhh..   Dan dirumah itulah,  kemampuan mas Alit semakin tajam dan sering membuat kami semua ikut merasa ngeri-ngeri sedap.

Mas Alit sering bercerita seperti apa mbak ii' atau orang-orang itu.  Jika mereka cantik atau ganteng, mas Alit biasa saja menanggapinya.  Berbeda saat yang ditemui adalah orang dengan wajah buruk atau penuh luka,  dengan seketika  mas Alit akan menangis.

Sewaktu kecil, mas Alit tidak takut pup sendiri tanpa ditungguin, paling nanti kalau sudah selesai saja akan teriak manggil mamah buat cebokin.

Tetapi.... sejak seorang tante berwajah buruk ikutan masuk kamar mandi dan nempel didinding belakang closet tempat mas Alit jongkok,  sejak itu pula masAlit takut, dan minta ditungguin sampai selesai.

Tugas berjaga di depan pintu ini berlanjut sampai sekarang.
Apalagi,  ketika bapak mertua saya  yang meninggal setelah keluar dari kamar mandi,  semakin jadilah ketakutan itu.

Ditambah, beberapa minggu setelahnya,  dikamar mandi tercium bau harum bunga melati... Saya jadi ikut merinding...

Tadi pagi..     Seperti biasa...

"Sy,  tolong ambilin baju mas Alit, Sy"     mamah langsung memotong..

"udah lepas baju belum?"   saya tahu itu hanya modus, setelah ambilin baju, pasti suruh tunggu depan pintu

"belum siy...."

"nah,  ayo keluar dulu, ambil sendiri" 

Sambil cengengesan, akhirnya keluar ambil baju sendiri.  Tapi masih juga sempat bisikin Sissy untuk jagain, meskipun ngga depan pintu.
Oala Le-Le...   Ngga ada apa-apa pun,  sudah abege pun masih begitu.
Dan  ini tidak hanya dirumah sendiri.  Dirumah neneknya atau pas saya ajak kerumah teman,  juga berperilaku sama.

Kadang-kadang saya kehabisan akal bagaimana memberi pengertian untuk mengurangi paranoidnya itu.  Padahal,  sekarang sepertinya mata mas Alit sudah tidak diganggu lagi.
Mudah-mudahan lekas terkikis ketakutannya. 

#HariKesatu
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Selasa, 28 November 2017

Apa Sih Yang Engga Buat Loe.. (Althaf dan Sissy)

Namanya ibu, jam kerjanya dari sebelum mata anak-anak melek sampai sudah merem lagi.  Apalagi yang nyambi kerja jualan kue, biasanya balapan juga sama ayam jantan hehe...
Sewaktu saya masih jualan kue nitip-nitip di warung dekat rumah, anak-anak masih kecil banget. 

Saya, tukang kue dengan empat krucil yang aktif semuanya.. Mas Risa kelas 5 SD, Mas Abit masih TK, Mas Alit 1tahun 8bulan dan Sissy usia 3 bulan.
 Alhamdulillah ada adik-adik saya dan adik ipar yang membantu mengasuh ketika mereka sedang dirumah. 

Saat mereka semua termasuk suami sudah berangkat kerja, otomatis pemilik rumah sesungguhnya adalah krucil saya, haha...  Rumah seperti kapal karam, semua mainan ditumpahkan. 

Semua yang diinginkan dua balita saya ya harus disediakan sebelum teriakan mas Alit pecah. Bahaya, bisa-bisa pintu jadi sasaran tendangannya.

Saat saya memulai prepare, saya siapkan tempat dulu untuk duo krucil ini, yang satu diatas kereta dorong, satu lagi di box. Bila mereka sudah bosan, pasti minta turun. 
Disinilah permulaan kudeta
Menjarah apa yang sedang saya pegang, merambat ke arah rak piring, minta turunin panci beserta gandengannya.

Teriakan bersahut-sahutan... macam orang berbalas pantun.. seperti ngga mau kalah, hihi antara mamah dan duo krucil...
Heboohh.... Yang menang pasti mamah lah... 

Bagaimana tidak, dikejar setoran, ngga ada yang bantuin ngerjain, capek badan capek pikiran..
Apalagi kalau sore sudah menjelang, rumah harus sudah rapih kembali.  Kan rumah bersama, yang baru pulang kerja pasti capek lihat rumah berantakan, hehe..

Kondisi seperti ini lazim banget ya buat keluarga yang punya balita, apalagi lebih dari satu.  Bedanya mungkin pada ibunya saja.   Sekarang sudah pinter-pinter, punya ilmu parenting, cerdik dalam time management, dan satu yang terpenting.. open minded. 

Maafkan mamah ya anak-anakku...
Dulu kuper banget, penakut dan sensitif cenderung emosian bila ada yang nyentil dikit aja.  Terima kasih kalian jadi anak-anak yang sabar punya ibu seperti mama ini.   Sekarang kita jauh lebih kompak ya. 
Ngga seperti waktu kita bikin spagheti ya, nunggu 3 menit langsung siap santap.  Tapi kita perlu proses sekian tahun untuk jadi seperti sekarang.



I Love You All my Child..
Everything happen for a reason..

🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Thankyou mbak Juli buat tantangan yang mengantar saya kembali pada memori jaman old..

Jumat, 24 November 2017

Aliran Rasa Komuniasi Produktif

Beberapa hari tidak menemani anak-anak dalam berkegiatan, merasa ada yang timpang meskipun mereka pasti baik-baik saja karena memang sudah bisa dibilang mandiri mengurus dirinya sendiri.
Saya meninggalkan mereka karena ada beberapa agenda yang tidak bisa melibatkan anak-anak.  Dimulai dari mengikuti bazaar yang standnya rame-rame sehingga tidak bisa mengikutkan duo krucil,  kemudian acara-acara seminar dan pelatihan dengan Dinas-dinas terkait yang sudah pasti tidak boleh membawa anak.

Keresahan-keresahan itu bahkan bertambah, ketika saya kemudian merasa lelah dan alarm tubuh memberikan peringatan untuk rehat... 
Dan betulan disuruh istirahat, karena demam melanda, batuk yang semakin menjadi yang sampai menyedot berat badan, hik...

Saya pun sampai harus meminta bantuan suami mengirim pesan pada seorang fasilitator meminta ijin untuk terlambat membuat NHW tantangan 10 hari Komunikasi Produktif, yang kemudian tidak sampai tuntas. Alhamdulillah dengan kepala yang terasa berat hanya bisa sampai hari ke 9 saja. 

Sampai disini kah keresahan ini?
Ternyata belum hihi... badan belum fit tetapi dituntut profesional sebagai tukang kue. Bersama team, orderan siap tepat waktu. 




Dan hari itu, setelah delivery kue, saya mengikuti acara Sosialisasi dan Fasilitasi Pendirian Badan Usaha di Hotel Novotel, ternyata saya ketemu dengan kue saya... hihi...  rupanya, sang pemesan kue saya adalah penyuplai kue untuk hotel-hotel ternama.
Mudah-mudahan nantinya saya yang jadi penyuplai hotel seperti beliau.  Juga mudah-maudahan nama usaha saya terpilih menjadi salah satu yang difasilitasi untuk membuat PT.
Namanya   PT. LUMBUNG  SABIA  BERKAH.    Aamiin...

Rangkaian dari acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh BE*KRAF itu memang menjadi berkah buat keluarga.
Karena jadwal acara dipadatkan menjadi satu hari saja, sehingga ada waktu dan fasilitas yang sayang untuk dilewatkan.
Semua peserta mendapatkan fasilitas kamar untuk menginap semalam di Novotel.  Kesempatan bagus untuk menebus rasa bersalah pada duo krucil.

Setelah menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa untuk pindah tidur di hotel, kami berempat capcus melenggang..
Sesampai di kamar hotel, karena sudah malam, krucil langsung disarankan tidur, karena mama juga capek bolak-balik tadi hehe. Besok pagi saja eksekusi jadwal.




Ketika pagi menyapa krucil yang sudah siap mengeksplor tenaga yang tersimpan, si papa minta ijin untuk pulang, karena memang harus kerja sih, hehe..
Ok guys, kita bertiga saja ya seperti biasa.

Muter-muter memilih menu breakfast yang tersedia, yang diambil duluan pasti roti dan sereal.
Papa bilang, anake roti, hahaha... 
Sambil ngobrol hari ini kita mau ngapain aja selain berenang.

Setelah menghabiskan sarapan, duo krucil masih pengen bawa bekal ke kamar, haha... okelah, bawa secukupnya, Mas Alit bawa sepiring buah dan Kak Sissy dengan sepiring roti plus oles-olesnya.

Hari ini, hari mereka. Puas-puasin bersama mama.
Hanya seperti ini saya bisa menebus masa yang terlewat. Bagi saya, yang terpenting adalah bagaimana mengaktifkan komunikasi agar berjalan semestinya, dan mampu mengakui kesalahan.







Bismillah, kedepan semakin bisa mengatur kondisi.
Everything happen for a reason..

#AliranRasa
#GameLevel1
#KuliahBunSayIIP
#KomunikasiProduktif

Rabu, 08 November 2017

Baju Hadiah

Dikomentari soal pakai baju sama suami itu sudah biasa. Palingan komentarnya yang bagus-bagus dan nyenengin tentunya, kalau engga... tau sendiri lah kebiasaan perempuan seperti apa.. hahaha

Pah, kalau mama pakai baju ini gimana, cocok ngga sama kerudungnya. Kalau yang ini kegedean ngga?  Baju yang ini masuk ngga sama kulit mama yang eksotis.. bla.. bla...
Ujung-ujungnya, pakaian setumpuk yang disodorin minta pertimbangan tadi ngga dipakai. Tetep pilih yang nyaman dan sreg di hati sendiri.

Karena apa, mau pakaian yang kita kenakan itu masuk atau ngga masuk, cocok atau ngga cocok, sebenarnya mana ada orang yang peduli sih..
Palingan cuma komentar waw, ada yang beda nih , entah itu apa.
Yang pasti, kalau kita pede  memakainya, orang ngga akan tahu kalau ada kehebohan dibaliknya, apa itu namanya... behind the scene yah.

Seperti yang pernah saya alami, semalaman memilih baju buat acara besok paginya, mendadak jadi panik ketika ketumpahan kopi papa pas mau berangkat.
Setelah atur nafas, ikhlaskan bila ada yang komentar ngga sedap nantinya, bismillah berangkat..
Dan benar saja, sampai acara berakhir ngga ada tuh yang ngusik dan ngulik noda di baju saya.
Terbukti, kalau kita sering ge er  bahwa kita jadi pusat perhatian... hahaha

Eh,  kembali ke laptop..
Sebenarnya yang tadi mau saya bahas adalah, ketika yang mengomentari pakaian saya adalah duo krucils.
Bikin nyesek tau ngga...

Saya kan dapat dikasih baju sama tantenya yang sudah gendutan lagi, dan bajunya ngga pernah dipakai.  Sudah lama sih, dan masih tetap dibungkus rapi,  tapi baru kepikiran pingin mencobanya.

Wah, pas nih, ngga kedodoran banget, tinggal potong aja nanti bagian bawahnya, ngga perlu pake di skeng lagi.


Pas sudah saya pakai........

"waduh ma... kayak pakai telekung, "  hah.... kalimat kak Sissy ini nusuk banget sih

"iya, itu tangannya persis kayak mukena"

Hadeh, payah komennya. Bikin mama ill feel aja... Makasih deh.

Ya udah, hari ini ngga jadi dipakai.  Pakai baju pink hitam aja. Besok-besok di permak apanya dulu gitu biar pas di badan mama.
Dan.... waktu terus berjalan... saatnya bersiap, habis dhuhur dah dijemput sahabat.

Everything happen for a reason..

#hari8
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP

Mama Mager

Perasaan kalau orang lagi ga enak body tuh pinginnya tidur aja yah?  Eh tapi perasaan siapa dulu ini... Saya maunya juga gitu, istirahat total, bobok cantik, dan ngga mikir apa-apa dulu..  Lagian karena semua kru sudah bisa mandiri, apa-apa bisa sendiri bahkan melayani mamahnya dari ujung jempol kaki sampai rambut...dan ngga perlu kuwatir deh kalau ditinggal merem.

Lha terus.. apalagi yang dipusingkan coba?
Hari ini tidak ada orderan, ngga ada jadwal manggung diluar rumah haha.. sudah dimasakin krucil, hari ini menunya sayur sup makaroni dan perkedel kentang.. malah sebelum jam makan siang mamah minta dibikinin mie dalam cup itu..
Sebenernya ini, lagi sakit atau ngidam sih, banyak maunya.

Baring-baring saja, tergolek-golek ngga ada kerjaan, kok malah tambah bikin suasana ngga nyaman. Hadeh.. tambah sakit kepala ini karena ngga bisa merem, padahal sudah minum obat.

Melihat tingkah mamah, mas Alit ngingetin apakah sudah bikin PR tantangan 10 hari?  Jawabnya sudah pasti belum.
Masih buntu ini, belum tahu apa yang akan ditulis. Sedangkan kita saja hari ini pada ngga ngapa-ngapain..    Pasti gara-gara mamah mager yah.

Sore hari, masih diingetin lagi, karena belum juga nulis PR.   Hmmm...  apa laa yang bikin ngga bisa mikir jernih gini.

"ya udah mah, Alit main dulu lah, kan papa sudah pulang"

Saat semua kru sudah pergi, makin galau lah, batuk makin sering dan ngga bisa ditahan sampai bolak-balik muntah.

Baru mau merem, ponakan datang ngajak jalan, ngga jauh sih, cuma ke GP saja.  Tapi lumayan bikin lupa sejenak kalo lagi ngga stabil badannya.
Kebiasaan, kalo lagi diluar sehat-sehat saja.  Ketika pulang, nyampe rumah, mas Alit kembali ngingetin.

"sudah jam 22.00 lo mah. Cepetan bikin PRnya, nanti ketinggalan lagi lo."

"aduh, gimana ini..! ngga ada inspirasi!"   makin panik jadinya, sudah diajak jalan kok masih ngga tahu apa yang mau ditulis....




Yah.... apa boleh buat.
Kali ini ngga ada cerita seru.   Tapi mas Alit berhasil maksa mama buat bikin tulisan.

Everything happen for a reason..

#hari7
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP


Orderan Marni

Dua hari saya dihajar flu berat, hidung belum tersumbat sih alhamdulillah, tenggorokan sakit banget, karena batuk kering jadi kepala semakin nyut-nyutan.
Kliyengan.. jalan sempoyongan.. pengennya tidur melulu.

Apa iya tapi... bisa tidur kalau masih ada tanggungan?
Engga..... huhuhu...  Orderan kue sudah jauh hari ngga mungkin di cancel, namanya bunuh diri hahaha.

Okeh, kita gerak ya kru.  Seperti biasa sang manager tinggal tunjuk dan memberi arahan. Bikin minum jahe dulu buat mama. Yah, jahe ga ada, ngga apa-apa yang penting anget aja.
Bahan baku sudah tersedia, kak Sissy menyiapkan peralatan, mas Abit nanti bantu mama cetak-cetak. Nah sekarang pegangin mama yang mau ngadon dulu ya, biar ngga sempoyongan.

Ubrek-ubrek selanjutnya mulai bergantian mencetak kue martabak mini, alhamdulillah gosong sikit tak mengapa. Sudah lama juga tidak membuat kue yang sebutannya kue terang bulan kalau di Jawa.

Dengan tenaga dan kesehatan yang kurang stabil, jadi juga kue orderan ini.  tapi apakah tantangan selesai disini?
Owww... tidaak... gambar dibawah ini menunjukkan saat kehebohan terjadi..



Waktunya dah mepet banget, ditambah hujan deras dengan petir-petir yang bersahutan.. tidak mungkin memaksa si Papa untuk delivery dengan membawa 4 kardus kue..
Biasanya sih, berdua dengan saya sanggup saja membawanya.
Akhirnya, ngga mau pikir panjang lagi, order taxi online saja. Alamat kan sudah jelas tertera.
Ngga lama, dapat telpon dari pemesan kue bahwa kue yang dipesan sudah sampai.....

Segala sesuatu bisa dikondisikan, asal ada dukungan dan komunikasi yang baik. Semua insyaAllah berjalan lancar.

Everything happen for a reason..

#hari6
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP


Senin, 06 November 2017

Belajar Doodle

Dulu waktu masih kecil, anak-anak jaman saya, saat pelajaran menggambar disekolah, kebanyakan yang digambar adalah,  gunung kembar segitiga dengan matahari yang malu-malu sembunyi di tengahnya, atau sebuah garis horisontal yang akhirnya jadi pantai , atau kalau tidak,  gambar sebuah rumah dengan jalan setapak yang disisi-sisinya terbentang sawah yang berbentuk menyerupai huruf W .

Itulah sebuah paradigma yang secara sengaja atau tidak, telah dijejalkan pada pikiran anak-anak jaman dulu.
Kalaupun ada yang sudah bisa lepas dari kungkungan paradigma tersebut, hanya beberapa saja yang terlihat menonjol.  Misalnya, gambar rumah yang dalam imajinasinya terlihat isinya perabot dan lampu pijar yang seolah menyala.

Meskipun begitu, sekarang sudah belajar sedikiiit...,tentang doodle,  bisa membayangkan bagaimana asal gambar itu mempunyai makna.

Nah, kids jaman now..  Gambarnya seru.
Kadang-kadang, kita sebagai orang tua merasa ternganga dari mana ide gambar itu didapatnya.  Mendapatkan perintah yang sama, tetapi menghasilkan gambar yang berbeda.

Seperti yang pernah kami lakukan dirumah, bersama kru 1-4 ,  yang menghasilkan gambar luar biasa dan saya sangat terkejut  dengan makna yang ada didalamnya.    Karena waktu itu saya belum belajar,  saya minta bantuan seorang coach yang kebetulan sedang membuka Art Teraphy.
Sungguh saya merasa surprise dengan makna dalam setiap goresan yang menggambarkan suasana hati penggambarnya.

Umumnya, terapi doodles dapat melatih meningkatkan kreatifitas dan imajinasi serta membantu seseorang melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda.

Saya mecoba membuktikan sendiri,

saya menggambar seolah saya sedang bahagia, bersantai duduk di kursi panjang sambil membaca buku dibawah pohon besar dihalaman belakang yang luas,  dan didepan saya ada jemuran yang melambai-lambai..



Dari coretan yang saya buat itu, dikupas diulik sampai detail, yang membuat saya merasa malu sendiri, karena semua itu mendekati benar, meskipun saya tidak mau mengungkapkannya... haha..

Sekali lagi, saya ingin membuktikan bahwa gambar adalah yang mewakili suasana hati.  Saya memfoto gambar kak Sissy yang coret-coret di kabinet tempat pakaiannya. Krucil saya yang cewek ini memang sangat suka menggambar, medianya pun sesuka hatinya.  Kemudian saya setorkan ke coach saya itu, namun bukan jawaban langsung yang saya dapatkan.
Melainkan sebuah PR, karena saya harus menanyakan siapa saja yang ada di gambar itu, agar didapat makna yang tersirat.

Wiuh...
Segitunya.... tetapi, alhamdulillah, yang saya dapatkan makna yang positif.  Karena kak Sissy tidak berada didalam gambar itu.

Nah, apabila krucil belum mau menceritakan hari ini ngapain saja atau mengungkapkan apa perasaannya,  ajak saja menggambar.

Everything happen for a reason..

#hari5
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP

Minggu, 05 November 2017

Keresahan yang indah

Pernah ngga anda khilaf di depan kasir akibat gerakan yang ditarik oleh impulse product. Apalagi kalau si mbak kasir sengaja lama banget melayani pembayaran.
Mata ini semakin terangsang buat melototi satu-satu, pelan-pelan tangan mulai menyentuh, membolak-balikkan meskipun ngga membaca tulisannya. Sejurus kemudian kasir memberikan penawaran yang menggiurkan.
Kalau ngga kuat menahan godaan, jaringnya langsung menangkap isi dompet.
Itulah stand paling mahal, depan kasir..

Untuk mendapatkan tempat yang strategis seperti itu, banyak faktor yang harus terpenuhi. Diantaranya penampakan yang eye catching, berkwalitas, dan yang paling penting adalah dibutuhkan.

Seperti itulah saya sering berandai-andai, hihi...
Menjadi perempuan yang mandiri, menarik, pintar dan dibutuhkan siapa saja.   Saya sering kali merasa cemburu dengan wanita-wanita yang hebat dalam karirnya.  Melalangbuana dengan hasil karyanya.  Menikmati segala fasilitas dari segala hal yang dia kerjakan. Dan dielu-elukan penggemarnya.
Uuhh... makin lengkap kecantikannya...

Namun saya harus realitis.  Kalau semua orang menjadi diatas, siapa yang akan memberikan tepukan dan menyorakkan kekaguman....
Duuuh... sok bijak ini mah..

Tapi memang benar.
Menjadi menawan tidak harus memiliki kedudukan yang tinggi. Semua yang didapatkan oleh seorang pahlawan bisa jadi karena ia memiliki dukungan yang kuat dan juga dampingan.

Meskipun saya masih ingin menjadi super woman, saya tidak memungkiri kodrat saya sebagai perempuan biasa.

                               

Diawali dengan membuka diri dan mindset terhadap  lingkungan, supaya ngga tertinggal.  Selalu meng-upgrade otak dengan ilmu-ilmu yang baru agar merasa sejajar dengan sekitar.  Tidak lupa senantiasa mengasah empati sehingga semakin peka pada perubahan-perubahan keluarga maupun dalam bersosialisasi.

Saya siap menjalani kodrat sebagai perempuan, sebagai ibu, dan menjadi istri dambaan suami.. ehem..
Mudah-mudahan saya senantiasa istiqomah, dan tidak mudah terpesona dengan semua hal yang nampak berkilauan diatas.  Karena seringkali yang dibawahpun nampak indah dipandang dari atas.
Alhamdulillah...

Everything happen for a reason..




Mas Alit ngajarin?


Belakangan ini saya sering tidak menemani krucil dalam berkegiatan.  Mungkin terlalu banyak yang harus dikerjakan.
Cheklist di dalam agenda ada beberapa yang tidak tercontreng, ada yang karena jadwal dimajuin, dipercepat, ada pula yang ditunda.
dan itu juga yang mungkin mempengaruhi beberapa barang yang tertinggal atau keliru dibawa padahal sudah berusaha di persiapkan dari semalaman.

Seperti hari ini, beberapa barang yang ketinggalan harus minta bantuan untuk mengambil dan mengantarkan pada saya yang sedang menyelenggarakan Latihan Bareng Food Photografy , sedangkan krucil sedang mengikuti pelatihan Design Grafis di tempat berbeda.

Alhamdulillah kami mengikuti acara masing-masing dengan lancar. Bahkan ketika sedang coffee break saya sempatkan untuk menelpon krucil, ternyata yang mengangkat adalah abangnya, Mas Abit.

"ngapain adekmu sekarang?"

"ini lagi ngajarin" 

Semula ngga percaya, tapi kemudian saya bisa menggambarkan kondisi disana. Mas Alit memang lumayan mampu dalam menyampaikan atau memberikan keterangan pada orang lain.

Setelah acara Latbar Food Photografy selesai, langsung saya menuju gedung DPD dimana Mas Alit sedang mengikuti pelatihan.

Waw.. surprise saya...
Peserta lumayan banyak di batch#2 ini. Kebanyakan mahasiswa dan pekerja. Dan masih cuma satu yang usia 12 tahun. 
Apalagi didapuk jadi Asisten mentor Design Grafis. 

                                                  

Salut Le, mesti diasah terus ya kemampuan berinteraksi sosial. Jadi pengalaman yang positif dan menjadi ladang pahala.
Yes.. semangat terus dalam belajar.

Everything happen for a reason..

#hari4
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP

Sabtu, 04 November 2017

Tingwe ala Duo Krucil

Seharian ini, meskipun barengan bertiga dengan duo krucil, tapi kegiatan kami tetep masing-masing.  Pagi seperti biasa, duo K menyiapkan sarapan.  Menu cepat saja hari ini, telur dadar.
Saya menyempatkan memanggang pisang bakal sale dulu sebelum ditinggal belajar bareng ibu-ibu PKK di Batu Aji.

Setelah siap, langsung gaspol naik bus.
Dalam bus, masih juga menyempatkan menyapa beberapa room di grup whatsapp.
Sampai di Marina City, sudah bejejer ibu-ibu yang menunggu kedatangan kami... wadduuu... malunya.. kami memang terlambat karena nunggu bus agak lama di halte tadi.

Sudahlah menunggu kami datangnya lama, mati lampu pulak saat mau bikin adonan kue.  Tapi karena saya memilihkan resep yang sederhana dan praktis, jadi tidak menjadi penghalang untuk terus memasak.

Nah, apa yang duo krucil kerjakan saat menunggu acara belajar bikin kue siap?
Mereka pingin ikut menghias, saya ambilkan dua biji, meskipun hanya satu yang di beri topping, lainnya langsung hap dimakan.

Saya menghibur, dirumah saja kita bikin sendiri, yang ini kan buat ibu-ibu.. hehe
Tiba saat pulang, eeh, Mas Alit la kok malah belum mau pulang... Kerasan atau giman ya.. haha
Ayok lah tak usah ada acara merajok.. kita bukan langsung pulang juga lo ini...

Mas Alit lupa kalau sore ini ada pertemuan kelas Design Grafis di gedung DPD Batam Centre.  Nah, langsung merona ceria lagi tuh wajahnya.
Ketemu sama mentor-mentornya yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.. sangat membuat hati Mas Alit senang.
Meskipun acara ngga sampai 2 jam sih, karena sudah mau masuk waktu maghrib.

Tiba dirumah, sesudah maghrib Si Papa mau ngajak jalan, nongkrong di GP. Meskipun capek, mereka senang. Tapi... bataaaallll.. Hujan melanda haha..
Okay, kita malam mingguan dirumah saja ya.

Eits!! teringat mau pinjam cetakan kue ke Piayu. Urgent ini, karena mau dapat proyek.  Gerimis mengundang lagi-lagi tak jadi penghalang.
terus duo krucil ngapain...         Sementara belum ngantuk dan ditinggal mama papa, mereka main bongkar pasang.
Bongkar celengan botol Aq** yang semula berjumlah 6 botol dengan nama seluruh anggota keluarga, dan pasang mau dijadiin satu saja.

Pertanyaannya... mengapa dibongkar?
Katanya dijadiin satu karena biar nampak banyaknya, kan kayaknya sih, ngga nambah-nambah tuh.   Hihi, iya juga...


Jadi, tema malam minggu kali ini, duo krucil tingwe, alias nglinting dewe duit celengan biar celengan nanti muat banyak.
Ok deh, apa mau mu diturutin asal bener...

#hari3
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSaiIIP

Jumat, 03 November 2017

Salah Dengar.. its ok

Besok Sabtu, saya diminta datang pada pertemuan PKK di salah satu perumahan di daerah Marina Batu Aji, buat mendampingi ibu-ibu yang akan belajar bikin kue.
Setelah wapri-waprian tentang apa yang akan dibuat dll, akhirnya pilihannya, yaitu belajar membuat cupcake.

Berhubung saya sudah lama ngga bikin cupcake, jadi ya agak ingat-ingat lupa gitu, hehe.. tapi ternyata masih banyakan ingatnya kok.
Meskipun begitu, saya harus prepare bahan buat membuat cupcake hari ini. Karena kalo ngga gladi resik dulu, ngga lucu kalo besok saat mentori ibu-ibu, saya salah mengarahkan yaa...

Seperti biasa duo krucil membantu menyiapkan bahan dan peralatan yang akan dipakai. Rupanya, cup untuk cupcake tinggal 14 biji, itupun beda ukuran.

"ini untuk dibawa kemana mah,?" Mas Alit kepo... pasti karena ngences

"untuk makan sendiri.., mama latihan aja biar besok ngga gagap"

Asyiiiiikkkkk......

Nah, kruuu.. kita gerak. Krutek.. krutek..
Panaskan oven, pecahkan telur, timbangin gula, terigu, coklat bubuk, jangan lupa butternya dilelehin. oiya, baking powder dan vanili juga ya...

Kriiiingg......
(padahal ngga gitu nada dering telpon saya, lagunya love is feeling, soundtrack film the Heirs)
Teman saya nelpon, ngajak ketemuan ba'da Ashar . Lah, ini lagi baru mulai umek-umek mau produksi, jiaaah....
Ok lah, begitu cupcake matang langsung capcus..

Kemon kru, kita lanjut.
Dah di campur, mama tinggal mixer. Uwing.. uwing.. kok agak aneh ya.. Ngga seperti biasa, ya udahlah lanjut aja. Dah tinggal tuang ke cup ini..

Ok, waktunya memanggang.
Naaah... baru nyadar, apa yang aneh tadi. ngga ada panci bekas lelehin butter yah.
trus, mana butternya?

"kan dah nyampur di mixer tadi.." duo krucil hampir barengan.



"alamak!"
Apa rasa cupcake itu nanti yah....., ngga ada lain, sabar, tunggu matang.
Ada yang salah dengar instruksi ternyata, barengan dapat telpon juga kan tadi.. Mestinya, setelah menutup telpon, di konfirmasi lagi, apakah perintah yang disampaikan sudah diterima dengan baik. Its ok, biar nambah pengalaman yah, kalau ngga melakukan kesalahan, ngga jadi pintar..
Alhamdulillah.. enaaaakk cupcakenya..

#hari2
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP

Rabu, 01 November 2017

Sissy Baper

Cuaca adem, cenderung mendung siy, banyak yang bilang suasana begini identik dengan hati yang baper. Masih sunyi meskipun didepan rumah ada sekolahan, jam sembilanan gini masih sepi, karena belum jam break kelas.

Kalau saya hari ini baper CLBK, dari semalam sedih lihat gantungan jemuran tambah numpuk..
apalagi kalau bukan Cucian Lama Belum Kering.. hihi
Dan ternyata ada juga yang ikutan baper..

Ini anak gadis yang tadi adem ayem merapikan "taman" yang dibuatnya sendiri, tiba-tiba brak bruk duduk di kursi.
Sampai kursinya hampir jalan sendiri... ini mah lebay...

Lah.. Apa yang terjadi?
Duduk manyun, ditanya dah selesai kah rapiin tanaman, jawabannya singkat, padat tapi tidak jelas.. Sambil ngomel sih....

"itu si Rara manggil-manggil, ngajak teman-temannya ngejek Sissy"

Emang diejek apa?

"kak! kak Sissy! kak Sissy ngga sekolah, bodoh"

Sekejap saya agak panas, langsung keluar rumah. Mana tau ada bu guru atau kepala sekolahnya didepan. Sekalian diajak daftar IIP aja maksudnya, hihi..
Tapi ngga jadi. Tetep kontrol emosi, hati boleh panas, kepala tetep dingin, gitu yaaa..
Dah, ayo duduk lagi.

"Sy.. Masih suka main sama Rara?"  hehe lawong rumahnya aja bersebelahan..

"kalau ketemu lagi, tanya dia, Rara kan sekolah, belajar apa? bisanya apa?
belum siap ngomong, Sissy menimpali,

"ah Rara cuma bisa minta uang sama minta main ke mall aja. Suka melawan orang tua lagi!"

Nah, tanya lagi nanti ke Rara, sudah pernah belajar kayak Sissy? Sudah bikin kerajinan apa aja?
Pernah ngga belajar jualan di bazaar?  Sudah bisa masak belum?  Sudah bisa bikin kue sendiri belum?
Sudah main jauh-jauh belum?

Haha, yang terakhir ini mamah ngawur, memang main jauh-jauh kan karena diajak meet up dll, dan memang anak-anak seneng banget karena bisa sering naik bus.

Ya sudah, nduk...
Sissy malu kah sekolah dirumah? Pelajarannya lebih banyak lo, dan ngga ada disekolah..

Sambil nyengir, Sissy langsung ambil piring dan makan masakan yang dimasaknya sendiri. Sambel teri dan terong, wuih... lahapp.. nampak seperti balas dendam.
Habis makan, Sissy lanjut beresin tanamannya, dan cuek saja dengan suara berisik didepan.
Ngga usah ciut ya, masa depan ada di tangan mu sendiri nduk.. mama mendampingi..

Everything happen for a reason..

#hari1
#gameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP

Mendol Kesukaan

Saya yakin salah satu diantara pembaca ada yang suka bahkan cinta banget dengan lauk yang bernama mendol, khas pulau Jawa ini.  Kalaupun ngga ada yang mengaku... hihi..
Saya bisa tunjuk pecinta mendol yang sudah menemani saya di lebih dari setengah usianya, my hubby..
Kiss dulu dong... ups sensor yah?

Yaa.. suamiku merasa jadi raja dirumahnya, emm... yang saya maksud dirumah mertua saya bila ibu memasak mendol.
Tetapi dia bisa juga menjadi raja bila sedang dirumah mertuanya, hihi... maksudnya dirumah ibu saya, karena dia adalah menantu kesayangan. Kalau ini beda masakan, orem-orem..

Kembali ke mendol,  sebutan lauk berbahan dasar tempe. Masyarakat Jawa Timur tidak semua menamainya begitu. Ada juga yang menyebutnya menjeng, dikota Mojokerto tempat kelahiran saya.

Baiklah, apapun namanya, saya menggunakan lauk mendol sebagai perumpamaan diri dalam menyikapi kehidupan sehari-hari. Yang sering dan selalu saya tularkan pada anak-anak saya.
Kenapa sih saya mesti cari perumpamaan dari mendol?
Memang bukan tanpa alasan, karena ini memang yang semestinya terjadi.

Mendol dibuat dari tempe. Sebagian orang menyukai mendol berbahan tempe masem atau tempe basi alias yang sudah menginap (difermentasi). Kalau saya kurang begitu suka, jadi saya bikin dari tempe yang masih bagus. Dan tentu sebuah tempe tidak akan jadi kalau tidak dengan kedelai yang bagus dan pengerjaan yang baik.

Mula-mula membuat racikan bumbu yang dihaluskan terlebih dahulu, kemudian tempe ditumbuk dihancurkan dan diaduk-aduk bersama bumbu hingga merata, lalu sembari dibentuk, tempe yang sudah hancur itu dikepal-kepal diremas agar menyatu.

Uniknya, tempe yang sudah dihancurkan  menjadi mendol, pada saat menggoreng malahan perlu berhati-hati dengan perlakuan lembut,
hihi.. karena bila tidak, mendol akan hancur lagi dan tak berbentuk cantik.




Perumpamaan itulah yang saya bagikan untuk anak-anak saya.
Dulu ketika mereka masih balita, saya sering memperhatikan mereka bermain dengan teman-temannya, sekarang juga masih ding.. hehe

Seringkali balita tetangga ingin menang sendiri, atau merebut mainan anak saya. Saya peluk dan bisikan untuk mengalah, dan memimjamkan apa yang temannya mau.
Sebagai contoh lain, ketika balita saya keningnya kejedut meja, sebisa mungkin ditenangkan dengan tidak menyalahkan si meja yang memang tidak bersalah... agar anak tidak ikut-ikutan menyalahkan.

Semakin sering anak-anak mendapatkan tekanan dan gesekan, mudah-mudahan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, dan dapat mengatasi segala tantangan dengan pikiran jernih.

Layaknya mendol, kami berasal dari keluarga harmonis, demokratis, tidak terlalu banyak teoritis, dan cenderung praktis.

Everything happen for a reason..