Pagar Nyandar Punya Sabia

Kamis, 22 Februari 2018

Aliran Rasa Game Level 4 : Gaya Belajar Anak

Meskipun dalam game level 4 ini belum terpenuhi.. hehe kurang satu kali setoran, saya merasa  semakin memahami gaya belajar anak-anak.
Alit yang visual dan Sissy yang kinestetik. Kecenderungan yang saling melengkapi menurut saya.


Namun begitu, setiap hari selalu ada tantangan dalam membersamai anak-anak dalam belajar. Karena mereka juga sering memainkan  mood  bila mendapati sesuatu yang baru.


Saya bersyukur mendapatkan bahasan materi gaya belajar anak di kelas Bunda Sayang IIP.
Everything happen for a reason..

#AliranRasa
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan VALERI

Sungguh paling membahagiakan bagi perempuan, adalah ketika sempurna sebagai istri. Sanggup mempersembahkan apa saja yang diinginkan oleh sang suami.  Bukan saja saat menghadiahkan buah hati.. atau kepiawaiannya mengolah masakan, dan bahkan handal dalam membantu perekonomian keluarga.



Yang lebih penting adalah ketika perempuan menjaga kesehatan keluarga.  Dalam hal ini kesehatan diri sendiri, namun sangat mempengaruhi keharmonisan dengan pasangan. 
Meskipun takdir Allah yang menentukan, alangkah baiknya bila dicegah dengan menjaga kesehatan.


Kanker Serviks, adalah penyakit yang sangat di takuti oleh perempuan. 


Kanker serviks butuh bertahun-tahun untuk tumbuh dari sel sehat ke sel prakanker dan akhirnya sel kanker. Perubahan abnormal sel-sel sebelum kanker inilah yang dikenal dengan sebutan cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau sel prakanker. Perubahan sel akibat infeksi HPV menjadi CIN, hingga akhirnya menjadi kanker sangat lambat. Proses ini bisa terjadi dalam kurun waktu 10-20 tahun. ( sumber  www.alodokter.com )


Maka dari itu perempuan diharapkan untuk senantiasa menjaga kesehatan dan waspada pada sesuatu yang tidak wajar.
Bila ada benjolan yang tidak semestinya, bisa jadi benda tersebut adalah tumor. Begitu pesan dr.Ananto dalam sebuah seminar Peduli Perempuan Kepri.


dr. Ananto (kiri)
Tumor yang ganas, disebut dengan kanker. Dan yang menyerang organ intim atau lebih tepatnya di leher rahim perempuan, adalah kanker serviks.
Gejala adanya kanker serviks ada bermacam-macam, yaitu:

  • Pendarahan sesudah senggama bisa dicurigai sebagai kanker serviks
  • Begitu pula ketika mengalami pendarahan saat menopause
  • Atau juga mengalami keputihan berlebihan yang berbau, bercampur darah dan tidak sembuh-sembuh
  • Dan mengeluh sakit saat berhubungan intim. Merasa nyeri disekitar panggul (terus-menerus, tidak hanya saat menstruasi).

Untuk mendeteksi dini adanya kanker serviks, dr. Ananto mengajarkan VALERI. Kepanjangan VALERI adalah Vagina Toilet Sendiri.  Fungsinya agar kita bisa membersihkan miss V sendiri.


Peralatannya sederhana, yaitu wadah (baskom), air yang direbus kemudian didinginkan, dan jari tangan sendiri.
Caranya adalah: 
Posisi duduk atau jongkok, rileks. Dua jari (telunjuk dan jari manis) membuka labium mayus, kemudian jari tengah sentuhkan di pintu miss V, mala akan otomatis terbuka. Lalu masukkan jari tengah sampai ketemu serviks (rasanya seperti menyentuh ujung hidung). Lakukan gerakan seperti mengupil, kemudian akan menemukan semacam lendir, nah itulah yang dibersihkan.
Tanda-tanda bila sudah bersih akan terasa kesat dan panggul terasa ringan.


bersama dr. Ananto

Selamat mencoba, semoga kita para ibu sholihah  terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya.🌹🌹

Sabtu, 17 Februari 2018

Reparasi Handphone


Sungguh menggelitik memang, ketika yang lebih tua meminta diajari oleh yang lebih muda. 
Dibilang malu.. ya tidak bisa disangkal. Tetapi karena zaman sudah bergeser. Kita akan tertinggal jika tidak mengikuti perkembangan zaman. Sedangkan dari hari ke hari ada saja kecanggihan tekhnologi yang mempengaruhi kehidupan kita.


Sebagai contoh, ketika saya panik sebab hape saya mati total sedangkan di hari itu ada kegiatan kelas online.
Salah satu anak saya menyarankan untuk membawa hape ke counter saja agar lebih cepat di perbaiki.


Namun menurut saya, ke counter adalah jalan terakhir yang akan saya lakukan. Dan krucil cepat menanggapi keinginan saya. 
Dengan sigap Alit membuka laptop dan mencari tutorial cara menghidupkan hape yang mati total. 



Tidak sampai 20 menit, hape saya sembuh total. Dan tidak ada satupun data yang rusak atau hilang.


Dan disaat lain, hape milik abangnya juga di servis sendiri oleh Alit, ketika membutuhkan google play servis.
Juga ketika teman abangnya mengeluh karena banyak muncul iklan di hapenya.
Jadi, reparasi handphone dadakan versi Alit ini, yang pertama diperlukan adalah niat, belajar, dan latihan..hehe..
Sebenarnya langkah-langkah disemua bidang adalah sama.


#HariKe9
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP


Takut Pikun

Sering lupa, itu wajar banget ya. Allah menghadirkan sifat lupa pada manusia, banyak sekali orang yang tidak menyadari bahwa lupa seringkali membantu dalam kehidupan.

Ketika ketinggalan barang yang sangat penting pada saat akan mengikuti sebuah acara, lalu dengan serta merta langsung balik badan untuk segera pulang, saat itu pula kadang-kadang Allah sedang menyiapkan kejadian yang lebih indah.

Namun, jika lupa itu bisa saja menjadi suatu kebiasaan yang akhirnya malah merugikan. 
Salah satu cara melatih pikiran agar tidak lupa ya dengan menulis dan membaca.



Membaca apa saja. Terutama yang paling disukai dan berhubungan dengan hobby.
Kalau Sissy, paling suka dengan buku-buku tentang kriya. Apalagi yang bergambar. Imajinasinya langsung berjalan dan tangannya akan segera mewujudkannya.


Sedangkan Alit, lebih suka membaca yang berhubungan dengan gambar-gambar dengan rangkaian yang bisa di bongkar dan pasang. Yang cenderung harus teliti.


Jadi membacalah.. belajar apa saja agar terhindar dari sifat pikun..😄

#HariKe8
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak

#KuliahBunSayIIP

Membuat GIF

Kegiatan yang berhubungan dengan design, komputer dan internet sangat disukai Alit. Alit sudah melek tekhnologi sejak usia 4 tahun. Berkat tantenya yang membawakan oleh-oleh laptop sepulang kerja dari Jepang.


Dan belakangan banyak tantangan dan kepercayaan dari teman-teman saya untuk membuatkan desain pin, membuat sertifikat dan brosur.

Pekerjaan yang menurut saya sangat rumit dan melelahkan hehe..  Tetapi dengan senangnya Alit tetap menekuni kegiatan utak atik tools yang ada di layar laptop.



Semua dipelajari Alit secara otodidak. Berbekal sisa-sisa paket internet weekend Alit latihan dan sesekali mencari tutorial di youtube.
Beruntung.. saya menemukan sebuah komunitas sejalur untuk mengasah kemampuan Alit. 


Setelah ikut belajar bersama dengan komunitas yang membernya adalah para pekerja dan mahasiswa, Alit semakin mantap untuk berkarya.
Bahkan sekarang sudah mempunyai pelanggan tetap untuk dibuatkan sertifikat atas nama sebuah komunitas.

Bismillah.. semangat berkarya

#HariKe7
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP





Daun Ruku-Ruku

Jalan-jalan kali ini banyak sekali yang di dapat Sissy. Didapat dari ibu kak Dessy yang ditanam di halaman rumahnya.  Salah satunya menambah jumlah koleksi tanaman Sissy.




Daun ruku-ruku.  Tanaman yang daunnya mempunyai kemiripan dengan daun kemangi. Aromanya khas, tetapi berbeda dengan aroma daun kemangi. 
Cara memasaknya pun lain. Karena mendengar kalimat cara memasak yang berbeda, membuat Sissy tergelitik untuk bertanya, daun ruku-ruku ini untuk masakan apa saja..
Dengan senang hati ibu kak Dessy memberikan jawaban, bahwa orang Padang memasak daun ruku-ruku untuk memasak gulai. 


Jika kemangi lebih sering untuk lalapan meskipun bisa juga untuk di tambahkan ketika masakan belum diangkat dari kompor.
Sedangkan daun ruku-ruku harus dimasak dulu.  Ini kebiasaan masyarakat Sumatera Barat. 


Kebetulan Sissy senang memasak dan mencoba resep baru, jadi alangkah baiknya jika menanam sendiri pohon ruku-rukunya, karena belum pernah jumpa orang jual daun ruku-ruku di pasar.





Sissy membawa pulang bunga ruku-ruku yang sudah kering untuk di tabur dan bibit pohon yang sudah tumbuh kira-kira 20 cm. Menurutnya supaya lebih cepat untuk diambil daunnya ketika ingin mempraktekkan resep gulai dengan daun ruku-ruku.
Eh, jangan lupa merawat tanaman yang lain juga ya...

#HariKe6
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Bunga Sirsak

Sering sih Sissy makan jus sirsak. Tetapi belum pernah lihat bunganya. Jadi ketika jalan-jalan dekat kavling perumahan  nampak pohon sirsak yang sedang berbunga, langsung berhenti dan ngulik sebentar.




Ini ulasan versi Sissy. Sebab saya belum pernah mencari tahu tentang buah sirsak hehe..
Jadi ini hanya sebatas yang dilihat saja, pada kesempatan lain akan coba saya ceritakan.


 


Bunga sirsak dengan bentuknya yang unik. Menyerupai bentuk love yang cantik.  Warnanya kuning kehijauan dan wangi. 
Tebal dagingnya seolah bisa dimakan langsung, tapi bisa di makan langsung ngga ya? Katanya bisa.. buat obat batuk..
Dari bunganya saja sudah menggiurkan, apalagi buahnya.




Yah, betul nduk..
Buahnya sangat segar dan lezat. Apalagi dibikin jus diminum siang-siang.. Hmmm...
Ok.. nanti kita singgah di kedai jus untuk beli jus sirsak dan lanjutkan menganalisa semua tentang sirsak yang memiliki banyak khasiat mulai dari bunga, daun, buah, kulit batangnya bahkan akar pohon sirsak.

#HariKe5
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tilik Baby

Berkali-kali janji mau kerumah Kak Dessy untuk nengok dedek bayi.  Tapi karena hampir selalu bersamaan dengan jadwal kegiatan yang lain, jadi bolak-balik cancel. 
Untungnya Kak Dessy ngga bawel hehe...




Tadinya sempat kecele pas nyampe rumah kak Dessy, rumahnya kosong, dan ketika ditelpon, hapenya sedang tidak aktif.
Kebetulan ada tetangganya yang tahu bahwa kak Dessy sudah beberapa hari berada dirumah ibunya.


Langsung deh, capcus meluncur kerumah ibu kak Dessy.  Dan benar kak Dessy ada dan sedang menyusui dedek Arfan. Kak Dessy sementara tinggal dirumah ibunya karena beberapa hari lalu kak Dessy dan bayinya sakit, badannya demam, sehingga membutuhkan bantuan ibu untuk menjaga dan merawat dedek Arfan. 


"Waw.. dedek Arfan gembulnya.. Padahal umurnya belum 2 bulan lo."


"Kami tadi kesana lo kak.. Ngga ada orang tapi jendelanya terbuka," Sissy menjelaskan keadaan rumah kak Dessy.


"Ngga apa-apa kok dek, ada tetangga yang jagain,"  jawab kak Dessy.


 ***

Setelah ngobrol banyak hal, tidak terasa sudah waktunya dedek Arfan mandi karena sudah sore.
Namun ngga jadi mandi, karena tengkuk dedek Arfan masih demam. Akhirnya cukup di lap-lap saja badannya agar segar.


Dengan seksama Alit dan Sissy memperhatikan kak Dessy mengelap setiap bagian tubuh dedek.
Sambil beberapa kali menunjuk bagian yang belum terkena seka lapnya, mereka seolah ingin sekali ikut memandikan dedek.
Sesekali dedek mengoceh dengan bahasa bayi, menanggapi dengan senyum-senyum seolah sedang berkomunikasi dengan Alit dan Sissy.




Sungguh tatapan yang penuh arti. Mereka bertiga bercengkerama seolah saling memahami bahasa kasih..😍  
Lucu juga mendengarkan mereka yang tanya jawab sekenanya.  Sampai hampir lupa waktu sudah sore, dan kami harus berpamitan untuk pulang.

#harike4
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Kamis, 15 Februari 2018

Main Sekolah-Sekolahan (Menggambar)

Lumrah anak seusia Sekolah Dasar main sekolah-sekolahan. Dulu waktu kecil saya juga main begitu. Saya seringnya sebagai murid yang menonjol.. hehe... mungkin karena saya merasa paling kecil didunia nyata, jadi pingin dianggap lebih di dunia pura-pura.


Berbeda dengan anak gadis saya ini. Sissy didunia nyata maupun pura-pura juga maunya tetap jadi yang utama. 
Sifat itu nampak ketika dia merasa tidak sepakat dengan teman-temannya.


Nah, saat main sekolah-sekolahan paling sering Sissy menjadi gurunya. Atau sebagai ketua kelas yang berperan paling utama.
Seperti saat akan memulai pelajaran menggambar atau sekedar mewarnai. Sissy menyiapkan segala perlengkapan, mulai dari pensil dan pewarna.


Cerita dan ajakan dalam gambar

Sebelum memulai kegiatan, hampir 2 kali seminggu Sissy meminta uang untuk fotocopy. Ternyata yang di fotocopy adalah gambar-gambar yang di kumpulkan Sissy dari sisa ikut kelas Art Therapy bersama Coach Ade Jamil beberapa waktu lalu.



Gambar Art Therapy


Dari ikut terapi menggambar dan mewarnai itu, Sissy menerapkan ilmu yang didapatnya pada teman-temannya.
Dan gayung bersambut, teman-teman Sissy makin betah jika Sissy menjadi ibu gurunya. Malahan selalu menunggu jurus baru yang di miliki Sissy.
Semangat berkarya nduk..

#Harike3
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Gudang Ide Sissy

Seperti ada duri di kaki Sissy. Begitu dulu kami sering menyebutnya karena Sissy tidak pernah bisa diam sejenak.
Namun semakin besar ternyata banyak hal yang bisa dihasilkan dari tangan dan kaki yang tidak bisa diam itu.


Tak perlu lama Sissy menonton sebuah tutorial membuat kriya. Cukup sekilas saja, tak perlu diulang. Dan dalam diam-diam, saya perhatikan hasilnya akan sesuai dengan yang lihat di video. Meskipun masih jauh dari kata rapi, tetapi Sissy sanggup untuk mengingat dan menjadikannya nyata.


Gaya belajar Sissy ini saya nilai condong ke arah Kinestetik. Yang merangkaikan sebuah gambaran atau pesan yang diingatnya, dicatat dan menjadi sesuatu yang nyata.



 catatan sebelum eksekusi kriya


Kriya yang dihasilkan oleh Sissy kadang-kadang tak bertahan lama berada dirumah. Sebab seringkali teman-teman Sissy memintanya untuk dibawa pulang. Atau bahkan mereka membelinya.. 😍



dompet dari kain flanel

Dengan bahan seadanya, Sissy membuat aneka dompet dan tas. Jika terus dilatih, hasilnya pasti akan lebih rapi dan menarik.
Masih banyak lagi kriya yang dibuat Sissy, dan semangatnya bertambah ketika teman-teman Sissy memintanya untuk mengajari bebikinan.
Semoga tidak menjadi sombong ya nduk.. Semangat..

#Harike2
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Sehari Di Pulau Penawar Rindu

Dokumen By: Google


Me Time..
Dari barisan teman-teman pelaku UKM, belum dengar ada yang me time nya ke salon. Apalagi saya, yang sukanya ke toko buku dan tempat pernak-pernik.  Kebanyakan teman saya memanjakan diri dengan nobar (nongkrong bareng) makan-makan sambil jalan-jalan.



Pengalaman nyebrang laut..  saya sudah beberapa kali sih sebenarnya, namun masih sering paranoid merasakan deburan ombak.
Yang paling mendebarkan ketika naik pompong ke Kecamatan Belakang Padang yang memiliki sebutan Pulau Penawar Rindu. 

Senyum sumringah supaya tidak dbully karena takut air

Cocok dengan sebutannya, kami ingin kembali kesana bila tidak disibukkan dengan kegiatan.
Lumayan murah ongkos ke BLP. 
Tarif pompong 15 ribu sekali jalan, jadi PP 30 ribu.  Jika naiknya rombongan,   bayar antara 130 ribu sampai 150 ribu.
Dan ternyata pompong tidak ada jam terakhir. Setiap saat ada penambang yang standby disana, tak perlu takut kehabisan pompong.
Cuma kita mesti carter sendiri dengan harga rata-rata 130 ribu untuk 2 orang dan jika lebih dari 4 orang biasanya penambang meminta 150 ribu rupiah.


Dokumen by: Nurmaneli Amri


Diujung pelabuhan, kita bisa memilih jalan kaki atau  naik becak. Harga 50 ribu bisa keliling BLP.
Jangan terkejut nanti bila menumpang becak. Meskipun jalanan sempit didepan rumah warga, si abang becak tak pernah pelan mengayuh becaknya. Hampir semua begitu laju mengendarai becak. Tetapi mereka nampak sangat lihai dan bisa mengendalikan kendaraan beroda tiga itu. Geleng-geleng kepala...


Diujung pelabuhan ada pangkalan becak


Tiba di ujung jalan sempit menuju pantai Pasir Putih, kami diturunkan.  Karena becak sudah tidak boleh lebih masuk lagi.  Berjalan sedikit ke pintu masuk yang dikelola oleh salah satu warga. 
Harga tiket masuk 5 ribu perorang. Ada beberapa meja kursi dari semen disana. Namun kami langsung menuju gazebo yang jumlahnya cuma satu itu sebelum keduluan orang.


Dokumen by: Srinovia

Teman kami yang memang tinggal di BLP ini sudah menunggu kami. Di gazebo langsung digelar semua bekal yang disediakan untuk kami yang dari Batam. 
Ada roti kirai, sambal bilis, mie goreng dan beraneka macam masakan.


Dokumen by: Srinovia, masakan Risda Snack (imel)


Sambil menyajikan makanan, kami ngobrol tentang apa yang jadi keunggulan di BLP.
Banyak mangga..😄 
Hampir setiap rumah mempunyai pohon mangga, dan berbuah sepanjang masa. 
Selain itu, gonggong mudah didapat karena orang disana banyak bekarang. Ketika saya tanyakan bekarang itu apa? ternyata sebtan untuk pergi ke laut mencari gonggong.
Biasanya kalau sore mencari gonggong, kalau malam dapatnya udang.


Dokumen by: Srinovia, Ngobrol di gazebo


Obrolan berlanjut tentang keinginan menginap. Di BLP ada beberapa penginapan, salah satunya ada Hotel Asia.
Jika ingin berkemah, bisa meminta ijin pada pengelola pantai Pasir Putih. Atau.. biasanya anak-anak Pramuka berkemah di Lapangan Indra Sakti. Dari pelabuhan belok kiri.  Dulu di Lang-lang (dataran lang-lang laut), tapi sekarang banyak orang berjualan jadi ramai dan kurang asyik untuk berkemah.

Dokumen by: Srinovia


Tak terasa air laut sudah mulai pasang, menandakan hari mulai petang.  Kami berkemas untuk meninggalkan pantai.  Dan bergeser berjalan menuju rumah teman kami, kak Imel. Lumayan jauh dari pantai. Saya dibonceng kak Imel dengan motor, sambil memanggil beberapa becak untuk menjemput teman-teman.


Setelah singgah beberapa jam, akhirnya kamipun memutuskan pulang kembali ke Batam. Dan sesampai di pelabuhan, kami juga di persilahkan singgah ke counter oleh-oleh Almira Cake and Bakery.
Dari sana kami benar-benar seperti turis, yang pulang membawa banyak oleh-oleh.

Dokumen by: Srinovia


Kalau ingin cerita yang lebih seru, baca disini ya.  Yuk kita ke pulau Penawar Rindu....

Kamis, 08 Februari 2018

Tulisan Alay dan lagu "Eaaa" By 8Ball

 

Seumur gini saya masih sering menerima sms atau chat di WAG (baca: whatsapp grup) dengan tulisan yang bikin sakit mata dan gemas untuk membacanya.
Bukan karena mata saya sedang mengantuk atau buram, melainkan huruf yang ditulis itu membingungkan untuk dibaca.


Tidak heran sewaktu ada meet up di Ruang Kreasi untuk para Blogger Kepri, mas Edy Sutrisno sangat menghimbau agar memperhatikan penulisan dan tanda baca ketika menuangkan tulisan di Blog.


Entah sejak kapan huruf-huruf alay itu mulai booming. Ketika saya masih remaja, tulisan alay tidak terlalu menyolok sehingga masih bisa di pahami untuk dibaca orangtua jaman dulu.
Saya pernah ditertawai oleh anak bujang saya ketika saya minta tolong untuk membacakan chat dari teman.


"Dek, bring-bring ini artinya apa sih?" 


"Oala, baring-baring ma.., haha,"  


Anak-anak tertawa ngga habis-habisnya, malah saya diputerin lagu yang masih nyambung dengan pertanyaan saya tadi.
Lirik reffnya seperti di bawah ini.

L4m k3n4l eaa k4ka, eaaa
l4gi g4l4u eaa k4k4, eaaa
Cumun9ut eaa k4k4, eaaa
Eaa eaa ya k4k4, eaaa
Faceb00k di konf1rm ya k4k4, eaaa
L1k3 st4tu5 4ku dung k4k4, eaaa
Follb4ck Twitt3r ku ya k4k4, eaaa
Mu'uc1h y4 k4k4, eaaa 


Coba dibaca. 
Kalau selesai membaca dalam waktu kurang dari 15 detik, berarti anda masih bisa dibilang orang jaman now. 😄
Saya sudah mencobanya, putaran pertama 17 detik. Jika diulang mungkin saja bisa 10 detik, hehe.. Berarti saya.... 
Ah sudahlah, coba klik  Ini Lagu Nya .


Di lagu yang dinyanyikan oleh 8Ball berjudul Eaaa sebenarnya menyindir anak-anak jaman now yang seakan menggeser EYD.
Jadi sepatutnya kita mengingatkan agar remaja sekarang menyadari dan kembali ke jalan yang benar 😄
Yuk.. kita mengajarkan tulisan dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Dan bangga terhadap bahasa Indonesia.

Rabu, 07 Februari 2018

Alit yang Visual

Kadang-kadang orangtua salah dalam menilai gaya belajar anak.  Nah agar tidak meraba-raba dan bingung dalam mencari jawaban, akhirnya saya memberikan sejumlah pertanyaan kepada Mas Alit.  Berbekal Tabel Indikator Gaya Belajar Anak, saya terbantu dalam melancarkan jurus-jurus menilainya.


Dari kecenderungannya melihat gambar yang detail, dan lebih senang melihat video daripada mendengarkan saat orang melakukan presentasi, penilaian sementara saya menjurus pada Anak dengan gaya belajar Visual. 
Disamping itu dia lebih cepat paham dengan tabel dan desain grafis. Kemudian lebih cenderung suka membaca sendiri daripada diterangkan di depan kelas.


Peserta termuda di kelas Design Grafis 


Alit sangat jarang menulis, kalaupun menulis, dibuku catatannya pasti banyak coretan-coretan.
Sejak homeschooling, memang Alit sangat jarang menuangkan sesuatu di kertas.


Pernah suatu ketika kami pulang kampung, dirumah neneknya sangat sepi,  dan membuatnya bosan.
Kemudian Alit bertanya pada kakeknya, apakah komputer di ruangan depan itu bisa dipakai.
Kakek tentu saja menjawab bisa, karena memang menyediakan jasa printer untuk siswa SMK di sebelah rumah Kakek.


Saya lihat, sang kakek diam-diam memperhatikan kegiatan Alit. Sambil berbisik pada saya, takut komputer rusak..
Tetapi tak berapa lama, ayah saya itu bergumam takjub dengan gambar sederhana yang dibuat alit.
Rumah dengan pohon dan kelinci.
Setelah mengetahui Alit bisa mengoperasikan komputer dengan baik, Kakek lega dan mempersilahkan Alit untuk memakainya kapan saja Alit mau.


Jadi, jika kemarin-kemarin tidak terlalu memperhatikan gaya belajarnya, sekarang mulai diteliti lagi apa yang diinginkan dan apa yang seharusnya di berikan.
Bismillah..
Everything happen for a reason..

#harike1
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Kamis, 01 Februari 2018

Cinta Tanpa Syarat


Dari kemarin tulisan ini ngendon di draf, sekarang baru pede buat di eksekusi.  Tantangan dari mbak intan lumayan berat sih. 

Dan hari ini ada bahasan yang pas dengan tema yang akan saya persembahkan buat pembaca khususnya untuk keluarga saya.


Duluuu... ketika saya masih sebagai ibu muda dengan dua balita, masih suka merajuk. Sering cemburu tak jelas, selalu ingin diperhatikan oleh suami, padahal jelas-jelas suami sangat perhatian meskipun lelah seharian bekerja.
Saya seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan bodoh. 


"Pa, nanti kalau aku sakit, papa mau merawat ku kan?"  


Kalau sekarang ingat itu, sering gemes dan malu sendiri.  Itulah, mungkin karena dirumah nganggur dan tidak punya ilmu, jadi memelihara pikiran kacau.
Bersyukur sekali saya punya adik-adik yang selalu menyentil setiap kali saya berulah. 


Apalagi suami yang lembut dan mendukung setiap saya ingin belajar dan maju dalam hal apapun.
Itulah cara suami saya mencintai saya. Tak pernah sekalipun beliau melarang apapun yang saya kerjakan. Sepanjang masih dijalur yang positif.


Hanya sesekali mengingatkan untuk istirahat dan tidur cukup, ketika melihat saya sudah mulai terlihat lesu dan kaki saya bengkak.
Beliau pasti membangunkan saya ketika tertidur sebelum makan. Bahkan menyuapi ketika tidak sanggup untuk melek karena kelelahan.


Sering saya setengah sadar merasakan dibelai-belai karena ketiduran dipangkuannya meskipun beliau sedang sibuk merakit-rakit peralatan elektro. 
Duh.. bahagianya...😍


Sampai saya menemukan video yang sangat menyentuh hati.
Berulang-ulang saya putar. Berkali pula saya menahan agar tak meneteskan airmata. Namun pertahanan saya gagal.
Ini video Kasih yang menusuk jantung..
Kisah yang membangunkan saya untuk segera meminta maaf pada suami. Yang selama ini begitu memanjakan dan menyayangi saya. 
Dan dalam hati saya selalu mendoakan agar senantiasa sehat dan dapat mendampingi seumur hidup saya bahkan sampai di akhirat nanti.


Cinta tanpa syarat adalah cinta karena Allah, karena dengan campur tangan Allah lah yang membuat keluarga senantiasa terikat dalam kebahagiaan..

Everything happen for a reason..💋💋



Terapi Ikan Di Wisata Air Krabyakan

Sebelum menjadi tempat wisata, Krabyakan yang berada di desa Ngepoh Kecamatan Lawang kabupaten Malang,  hanyalah sebuah taman yang sering dipakai warga sekitarnya untuk mandi dan mencuci baju bareng-bareng.  
Kolam dengan air yang sangat jernih ditengah-tengah sawah yang membentang.
Disekeliling sawah itu adalah bukit yang belum banyak dilewati orang.


Itu pertama kali saya datang bersama adik-adik dan suami.  Meskipun saat itu saya memiliki balita, saya enggan untuk ditinggal. Jadi dengan gembira kami berjalan menyusuri bukit-bukit di belakang rumah kami yang sudah mulai gersang.  
Jalan setapak yang penuh duri tidak membuat krucil saya merengek minta pulang. Hanya sesekali gemetar ketakutan saat mendengar suara sapi mengemoh.  Padahal sang sapi nun jauh disana..😄 


Foto koleksi pribadi; takut suara sapi




Kali kedua kami datang ke Krabyakan saat mudik.   Moment Ramadhan bersama sangat dinantikan oleh orangtua kami setelah sepuluh tahun kami merantau ke Batam.
Tak mampu disembunyikan kebahagiaan orangtua kami, sehingga mereka seolah memberikan woro-woro atas kepulangan anak cucunya yang jumlahnya puluhan.


Layaknya rombongan sirkus keluarga kami memenuhi halaman rumah orangtua kami yang sehari-hari sepi karena memang hanya tinggal berdua meskipun ada anak-anak kost.



Foto by Erli;  sawah disekitar Krabyakan


Meskipun sedang puasa, kami tetap ceria berpanas-panasan main air dan mencoba terapi ikan.  
Wahana ini, pernah saya lihat di sebuah mall di Batam. Dengan tarif yang lumayan mahal, yaitu Rp 20.000 untuk satu jam terapi.
Dan kami dibuat tercengang ketika tahu tarif terapi ikan di Krabyakan ini hanya Rp 3.000 perjam. 



Foto by Erli; Wajah ketakutan diserbu ikan


Menurut saya, diserbu ikan tidak terlalu berpengaruh, karena yang terasa hanya geli saja. Mungkin karena cuma sekali saja ya.
Namun justru ini adalah terapi psychology  karena yang timbul adalah perasaan tenang, bahagia dan seolah terbebas dari beban.


Saya ingin lagi datang ke Krabyakan. Kalau saat ini mungkin sudah lebih banyak perubahan. Manatau sudah ada tempat untuk menginap lebih tepatnya berkemah. Mudah-mudahan.. jadi ada lagi pilihan tempat  berpetualang  paling dekat untuk krucil saya.

Everything happen for a reason..