Pagar Nyandar: tentang diri
Pagar Nyandar Punya Sabia

Instagram

Showing posts with label tentang diri. Show all posts
Showing posts with label tentang diri. Show all posts

Sunday, June 10, 2018

Gaptek Is Malu (Me & Technology)

          Asal bisa nelpon aja cukup!
Hahaha... itu duluu... jaman masih belum punya teman, belum punya nyali mau ngapa-ngapain.  Jangankan mau bikin blog, mau menyalakan laptop saja saya gemetar bukan main.
Sekedar mencari info jumlah pulsa yang cuma ditulis pakai SMS saja tidak berani.  Sampai diketawain.

          "Halah mbak, ketik aja. Ngapain takut, itu yang jawab kan mesin operator bukan orang,"  yang baca tulisan ini pasti masih ingat. 
Sejak itu baru saya mulai mengeliat dan berani pencet-pencet, karena jaman itu kan memang punyanya yang berkeypad keras dan bersuara tat tut tat tut.

          Mulai tambah senang setelah dapat lungsuran handphone yang canggih dijamannya. Ber-esemesan bisa banyak meskipun tulisan dikirim perkata ngga takut kehabisan pulsa. Menggunakan NIMBUZZ waktu itu. Duh... bangganya...



          Selain bisa mengirim percakapan dengan cepat, warnanya yang cerah bergaris-garis itu saya suka... sekali.  Tetapi bukan berarti masalahnya selesai karena suka saja.  Namanya ilmu, semakin mengetahui satu mesti tahu juga rangkaiannya. 

          "Ini kok nimbuzzan ngga terkirim-kirim?  Paket internetnya kan baru beli.  Masa harus beli lagi.  Tolong Koh, di cek hape saya ini apa ada yang rusak ya?"  tanya saya di counter pulsa dengan nada agak memaksa.

          "Di tunggu saja kak, masalah jaringan aja kok," jawab si koko agak cuek.
Saya pulang dengan bersungut-sungut dan jelas tidak puas sama sekali. Akhirnya saya menghabiskan pulsa buat nelpon seseorang 😁

          "Sampean liat itu panah yang di kanan atas itu naik turun atau engga? Kalo engga, ya berarti memang belum ada sinyal,"  jawab si embak diseberang yang saya telpon terus-terusan.

          Begitulah balada si emak yang malu disebut terlalu gaptek. Meskipun kebanyakan dapat lungsuran, yang penting saya pernah punya gitu lo, haha... Kondisi mengharuskan saya berjalan sambil berlari. Karena semakin kesini sudah berkomitmen mau berjualan dengan sistem online. 

          Alhamdulillah beberapa kali diundang instansi pemerintah untuk mengikuti seminar dan pelatihan marketing online. Selain itu saya dibantu anak saya untuk mengutak-atik beberapa aplikasi sebagai pendukung tekhnologi yang saya inginkan.
Meskipun belum semua saya terapkan dalam usaha yang saya jalankan, namun pada dasarnya saya sudah mulai memahami ilmu yang saya pelajari.


          Saya tidak bangga disebut gaptek. Yang ada, menurut saya gaptek adalah nama lain dari malu. Terbukti, jika saya memelihara kegaptekan saya, tentu saya tidak akan berada didepan. Dari hampir 200 orang UKM, saya bersama 3 orang teman sudah berani mengalahkan gaptek. 

          Di lain kesempatan saya juga ingin belajar pada Uni Eka untuk belajar utak-atik komputer dan bikin aplikasi. Biar tambah jauh dari kata gaptek, hehe...
Everything happen for a reason.


 

Saturday, March 17, 2018

Oka dan Oki

Bila kemarin Alit dan Sissy  membaca buku TUBUH-PEDIA tentang otak manusia, hari ini juga masih membaca buku tentang otak, kali ini dari buku MEMORI SUPER tulisan Chaterine Shanaz.


Otak sebenarnya terbagi dalam dua hamisfer (bagian) yaitu Otak Kanan (Oka) dan Otak Kiri (Oki). 
Penemu hamisfernya adalah Profesor Roger Sperry pada tahn 1960 dan mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981.


Pada saat otak kanan sedang bekerja, otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaiknya. 
Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreatifitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna.
Otak kiri berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Ini jelas sekali tentang matematika hehe..


Tetapi menurut pak Otaka Arya yang saya tonton di youtube, matematika bisa dinikmati.  Dengan Metode AHA - MOKA (Matematika Otak Kanan)
https://www.youtube.com/watch?v=ZPlXm2HcV5A&t=2s 
Dan sekarang matematika tak perlu ditakuti.


#harike6
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst



Monday, March 5, 2018

Aliran Rasa Calon Penulis






Begitu terbangun pagi hari tadi, saya langsung nyalakan handphone. Yang saya buka duluan aplikasi WhatsApp terutama di grup rumbel menulis.


Saya langsung mengetik mengucapkan salam dan sekalian minta ijin untuk datang terlambat di WORKSHOP SEHARI MENJADI BUKU.


Yess...
Sudah terkirim. Lega rasanya..
Bukan tanpa alasan sih tadi minta ijin terlambat itu.
Perkara terlambat bangun juga.. 😁, padahal alarm sudah di set jam 02.00 dinihari untuk melanjutkan menggoreng kerupuk tahu orderan dadakan seorang pelanggan loyal.
Yang mesti diantar sekitaran jam 9 atau 10.


Sambil menenangkan diri akibat gemeteran takut tak terkejar dan kondisi lapar, saya menggoreng telur ceplok setengah matang,  kebetulan ada setangkup roti tawar sisa semalam jadi dibikin roti ala sandwich.


Setelah cukup tenang.. baru saya bisa melanjutkan prepare menggoreng kerupuk.
Alhamdulillah.. jam 8 lebih sedikit sudah siap dikemas.
Sejenak selonjoran menunggu alarm bertuliskan  "mandi maaaaa"  yang di setting jam 8.30



                               ***


Jam 9.00 menghubungi pelanggan yang mengorder kerupuk tahu, bahwa sebentar lagi saya otewe ke kantor beliau.
Karena belum ada balasan, saya lanjutkan saja berangkat mengantar pesanan.


Tetapi sampai dikantor yang saya tuju, beliaunya belum datang..
Ya sudah.. Saya menunggu sebentar. 

Eh.. ternyata lama juga belum ketemu. Wah, alamat nih terlambatnya kebangetan 😳

Dan benar. Benar-benar saya telat yang parah. 😜
Mentor yang memberikan materi Menulis sudah selesai menyampaikan bahasannya, saya baru datang.. Hihi jadi malu...




Tetapi memang tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu..
Kosongkan gelas sekarang..  buka mindset, kembangkan mindmap.. 


Quotenya ini seolah menyuntikkan semangat  harta karun penulis adalah IDEA. 
Terima kasih mbak Henny, mbak Dwi Arum dan mbak Dian Ika yang telah membagikan ilmunya untuk kami para calon penulis ini..
Makin semangat lah saya jadinya, meskipun masih banyak menumpuk potongan-potongan cerita di draf saja.

Hatcha! Hatcha!
Everything happen for a reason

Thursday, February 22, 2018

Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan VALERI

Sungguh paling membahagiakan bagi perempuan, adalah ketika sempurna sebagai istri. Sanggup mempersembahkan apa saja yang diinginkan oleh sang suami.  Bukan saja saat menghadiahkan buah hati.. atau kepiawaiannya mengolah masakan, dan bahkan handal dalam membantu perekonomian keluarga.



Yang lebih penting adalah ketika perempuan menjaga kesehatan keluarga.  Dalam hal ini kesehatan diri sendiri, namun sangat mempengaruhi keharmonisan dengan pasangan. 
Meskipun takdir Allah yang menentukan, alangkah baiknya bila dicegah dengan menjaga kesehatan.


Kanker Serviks, adalah penyakit yang sangat di takuti oleh perempuan. 


Kanker serviks butuh bertahun-tahun untuk tumbuh dari sel sehat ke sel prakanker dan akhirnya sel kanker. Perubahan abnormal sel-sel sebelum kanker inilah yang dikenal dengan sebutan cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau sel prakanker. Perubahan sel akibat infeksi HPV menjadi CIN, hingga akhirnya menjadi kanker sangat lambat. Proses ini bisa terjadi dalam kurun waktu 10-20 tahun. ( sumber  www.alodokter.com )


Maka dari itu perempuan diharapkan untuk senantiasa menjaga kesehatan dan waspada pada sesuatu yang tidak wajar.
Bila ada benjolan yang tidak semestinya, bisa jadi benda tersebut adalah tumor. Begitu pesan dr.Ananto dalam sebuah seminar Peduli Perempuan Kepri.


dr. Ananto (kiri)
Tumor yang ganas, disebut dengan kanker. Dan yang menyerang organ intim atau lebih tepatnya di leher rahim perempuan, adalah kanker serviks.
Gejala adanya kanker serviks ada bermacam-macam, yaitu:

  • Pendarahan sesudah senggama bisa dicurigai sebagai kanker serviks
  • Begitu pula ketika mengalami pendarahan saat menopause
  • Atau juga mengalami keputihan berlebihan yang berbau, bercampur darah dan tidak sembuh-sembuh
  • Dan mengeluh sakit saat berhubungan intim. Merasa nyeri disekitar panggul (terus-menerus, tidak hanya saat menstruasi).

Untuk mendeteksi dini adanya kanker serviks, dr. Ananto mengajarkan VALERI. Kepanjangan VALERI adalah Vagina Toilet Sendiri.  Fungsinya agar kita bisa membersihkan miss V sendiri.


Peralatannya sederhana, yaitu wadah (baskom), air yang direbus kemudian didinginkan, dan jari tangan sendiri.
Caranya adalah: 
Posisi duduk atau jongkok, rileks. Dua jari (telunjuk dan jari manis) membuka labium mayus, kemudian jari tengah sentuhkan di pintu miss V, mala akan otomatis terbuka. Lalu masukkan jari tengah sampai ketemu serviks (rasanya seperti menyentuh ujung hidung). Lakukan gerakan seperti mengupil, kemudian akan menemukan semacam lendir, nah itulah yang dibersihkan.
Tanda-tanda bila sudah bersih akan terasa kesat dan panggul terasa ringan.


bersama dr. Ananto

Selamat mencoba, semoga kita para ibu sholihah  terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya.🌹🌹

Thursday, February 1, 2018

Cinta Tanpa Syarat


Dari kemarin tulisan ini ngendon di draf, sekarang baru pede buat di eksekusi.  Tantangan dari mbak intan lumayan berat sih. 

Dan hari ini ada bahasan yang pas dengan tema yang akan saya persembahkan buat pembaca khususnya untuk keluarga saya.


Duluuu... ketika saya masih sebagai ibu muda dengan dua balita, masih suka merajuk. Sering cemburu tak jelas, selalu ingin diperhatikan oleh suami, padahal jelas-jelas suami sangat perhatian meskipun lelah seharian bekerja.
Saya seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan bodoh. 


"Pa, nanti kalau aku sakit, papa mau merawat ku kan?"  


Kalau sekarang ingat itu, sering gemes dan malu sendiri.  Itulah, mungkin karena dirumah nganggur dan tidak punya ilmu, jadi memelihara pikiran kacau.
Bersyukur sekali saya punya adik-adik yang selalu menyentil setiap kali saya berulah. 


Apalagi suami yang lembut dan mendukung setiap saya ingin belajar dan maju dalam hal apapun.
Itulah cara suami saya mencintai saya. Tak pernah sekalipun beliau melarang apapun yang saya kerjakan. Sepanjang masih dijalur yang positif.


Hanya sesekali mengingatkan untuk istirahat dan tidur cukup, ketika melihat saya sudah mulai terlihat lesu dan kaki saya bengkak.
Beliau pasti membangunkan saya ketika tertidur sebelum makan. Bahkan menyuapi ketika tidak sanggup untuk melek karena kelelahan.


Sering saya setengah sadar merasakan dibelai-belai karena ketiduran dipangkuannya meskipun beliau sedang sibuk merakit-rakit peralatan elektro. 
Duh.. bahagianya...😍


Sampai saya menemukan video yang sangat menyentuh hati.
Berulang-ulang saya putar. Berkali pula saya menahan agar tak meneteskan airmata. Namun pertahanan saya gagal.
Ini video Kasih yang menusuk jantung..
Kisah yang membangunkan saya untuk segera meminta maaf pada suami. Yang selama ini begitu memanjakan dan menyayangi saya. 
Dan dalam hati saya selalu mendoakan agar senantiasa sehat dan dapat mendampingi seumur hidup saya bahkan sampai di akhirat nanti.


Cinta tanpa syarat adalah cinta karena Allah, karena dengan campur tangan Allah lah yang membuat keluarga senantiasa terikat dalam kebahagiaan..

Everything happen for a reason..💋💋



Thursday, January 18, 2018

Aliran Rasa - Kesenangan Menulis



Kesenangan menulis sudah saya sadari sedari kecil.  Tepatnya sejak kelas 2 SMP.  Meskipun tidak pernah di ekspose kemana-mana, saya rajin menulis.
Karena memang tidak tahu mau dikirim kemana atau untuk apa.

Saya cuma menulis puisi-puisi tentang percintaan atau tentang alam.
Saya tulis rapi di buku-buku yang sengaja saya sediakan khusus untuk mengumpulkan puisi itu.

Dari kumpulan puisi itu, tidak jarang teman-teman meminjam ada yang hanya sekedar ingin membaca, dan ada yang mengagumi.
Bahkan yang membuat saya sedih.. mereka tidak mengembalikan.. ihik

Sekarang saya jadi ingat lagi kenangan tentang buku puisi saya yang diam-diam dibaca oleh bapak saya.
Bapak mengira apa yang saya tulis itu adalah  kejadian sesungguhnya   pada diri saya.

Saya ketakutan.. *aww..
Karena bapak marah, dikiranya sekecil itu saya sudah main cinta-cintaan.. haha..
Saya hanya diam, mendengarkan ceramah bapak. Tidak berani membantah.

SMA saya mulai membaca cerita-cerita pendek di majalah remaja.  Dari situ mulai kepikiran pingin membuat tulisan yang panjang.
Inspirasinya sering saya dapatkan dari kartu-kartu ucapan dan kata-kata mutiara yang dijual di toko buku.

Meskipun sudah menulis cerita pendek, tetap saja hanya menjadi sebuah tulisan.
Karena tidak pernah dikirim kemana-mana.

Selepas SMA, saya yang pengangguran tiba-tiba sangat ingin mengirimkan tulisan ke redaksi majalah Femina.
Segera saya realisasikan.. dengan senangnya saya melenggang ke kantor pos.

Sebulan kemudian mendapat surat balasan. Tetapi cerita saya ditolak.. hahaha..
Tak mengapa, saya sudah bangga dengan keberanian saya.

Dan sekarang…
Saya sangat bersyukur menemukan jalan bersama teman-teman sesama calon penulis.
Akhirnya impian saya kembali menyala..

Everything happen for a reason..

#RumbelNulisIIPBatam
#RumbelNulisdihati
#menulisdihati
#saya_bisa

Wednesday, January 10, 2018

Mama KEPO

K.E.P.O.
Ternyata ada kepanjangannya hehe..
Knowing Every Particular Object.  Membaca dari artinya sih.. konotasinya ke arah yang jelek ya.
Tapi.. ini saya punya alasan buat kepo, bukan ngeles hehe  lebih pada keinginan supaya bisa masuk dalam mengawasi anak-anak saya.


Meskipun zaman sudah sangat berbeda, saya merasakan hal yang sama dengan anak-anak. Tidak lain rasa yang ngga enak bila dicurigai oleh orangtua sendiri.  Begitulah kalau tidak ada rasa kepercayaan dan terjalin kekompakan antara anak dan orangtua.



Berkaca pada pengalaman pribadi, kami tidak mau mengulang kekeliruan yang pernah dilakukan orangtua kami pada zamannya.


Menjadi teman sekaligus sahabat buat anak-anak terutama yang sudah beranjak remaja bukan hal yang mudah. Apalagi pada anak yang kepribadiannya sedikit tertutup dan enggan orang lain mengulik privasinya.


Memang masing-masing anak memiliki keunikan karakter yang berbeda-beda.  Untuk itulah dengan mencari tahu ilmu tentang cara mengasuh sesuai gaya kepribadian anak, bisa membantu orangtua lebih fleksibel dan luwes dalam melakukan pendekatan dan mendidik anak.


Sejak mengikuti seminar-seminar parenting, membaca buku-buku yang berhubungan dengan pengasuhan anak, bahkan mengikuti kelas-kelas pengembangan diri membuat saya dan suami lebih pede mempersiapkan masa depan untuk anak-anak.


Tidak jarang kami yang mengikuti kegilaan  bersama anak-anak sebagai penyeimbang, jadi bukan hanya anak-anak yang wajib mematuhi kesepakatan yang telah dibuat bersama.


Apakah selalu berhasil baik?
Tentu tidak...  Mustahil sekali dalam rumah tangga berjalan mulus.  Meskipun nampak harmonis, tentu ada dinamika didalamnya. 
Dunia kami penuh kisah yang bergairah namun tak jauh juga dari drama.. 😄😍 Yang paling penting, komunikasi tetap terjaga..


mendongeng, main gebug sampai pagi

Everything happen for a reason 🌹🌹




Friday, December 1, 2017

Bukan Sekedar Kutu Loncat

Wara-wiri dan sok sibuk, itu biasanya orang ngasih julukan pada saya.  Bagaimana tidak..?
Seringkali kaki dan kepala saya gatal ngga karuan pingin loncat kalau berdiam terlalu lama.

Memang sih, banyak kerjaan juga dirumah.
Habis sarapan, senam jempol dulu hehe.. sekedar bikin status atau posting jualan.  Lumayan lah hampir selalu ada rejeki dari sana, ada juga yang nyangkut kasih respon inbox dan kirim pesan whatsapp walaupun sebatas nanya harga,  lokasi dimana,  atau ngasih apresiasi, wiih.. unyu banget siy kukisnya.. 




Sabia Production




Selesai chating,  ngerjakan orderan kalau ada yang pesan,  kalau ngga ada,  nyicil manggang pisang bakal sale, trus motongin stiker sekalian pasang di kemasan, jadi pas ada orderan ngga buru-buru.

Nah kalau semua kerjaan yang berhubungan dengan baking sudah siap dan ngga ada yang perlu dibenahin..  ini yang bikin kepala pening bukan karena sakit.  Tapi mikir mau ngapain..
Pasti otak jadi provokator bisikin kaki buat jalan.

Aduuuh... rah duwe duit ki piye...   Kantong cekak..

Aaah...  ga masalah itu..  kita jalan aja ke toko serba 8000.  Siapin duit dua puluh ribu aja cukup lah. Biasa,  buat alasan bawa tentengan keluar dari toko.
Padahal, kalau ngga malu sih, ngga perlu beli apa-apa,  niat ke toko cuma buat nyari inspirasi saja, hehe...

Daann..  Kalau bener-bener ngga ada kegiatan,  saya paling seneng kalau ada yang ngajak ke toko buku.  Disana saya puas-puasin baca buku yang saya suka.
Yang paling duluan saya tuju,  buku tentang ketrampilan,  lalu pengembangan diri,  kemudian  parenting.
Disini saya bisa nongkrong berjam-jam dan lupa perut lapar.

Sejak masih muda saya suka sekali membaca,  karena dengan membaca, akan mengasah kemampuan otak supaya ngga pikun,  syukur-syukur bisa dengan jelas menyampaikan cerita pada orang lain.

Berhubungan dengan membaca pasti nantinya adalah cara menyampaikan cerita.  Bahasa kerennya mungkin presentasi. 
Inilah yang seringkali membuat saya demam panggung atau mematung di depan audiens.


Presentasi

Impian saya, kepingin bisa bicara lepas,  lantang, dan  ngga jantungan hahaha... Tapi saya ngga tahu mau belajar sama siapa dan dimana,  sampai saya bertemu mbak-mbak yang bagi-bagi brosur tentang sekolah gratis.

Semula saya ngga begitu peduli pada brosur itu,  justru adek saya Erli yang antusias pingin ikut.  Brosur tersebut saya yang simpan.  Hampir satu bulan kemudian seorang teman mengajak saya untuk daftar kuliah enterpreneur gratis hanya bayar uang gedung 300 ribu untuk enam bulannya.

Ketika sudah mendaftar, saya baru bertanya pada admin,  " mbak, jangan-jangan ini sekolah gratis yang ada di brosur itu ya?"
Setelah ditunjukkan, memang benar.  Namanya ILS,  InspirAction Live School.

Hampir satu tahun saya bergabung, saya batch#2 .  Dalam satu kelas pendaftar ada sekitar 50 orang, dan sebagaimana biasa,  ada seleksi alam, dan menyusut menjadi 15 orang yang kadang masuk kelas dan banyak bolosnya sampai acara wessudah   😃 plesetan dari wisuda.

Sejak itu, saya lebih sering bertemu orang-orang hebat yang membantu saya mewujudkan impian saya untuk bisa lancar dan berani maju.
Hehe.. saya yang awalnya cuma berani maju didepan membuka kalimat dengan salam dan menyebutkan nama lengkap saja...  perlahan tapi pasti, sekarang mulai sembuh dari demam panggung.


bersama Mr. Rasid (dosen UPB) dan Mr. Azam (founder GrowUp Indonesia)



Agenda apapun yang positif, saya ikuti.  Biarlah saya dibilang seperti kutu loncat karena ngga pernah lama dirumah.  Yang terpenting,  pak suami memberi ijin bahkan mendukung,  dan ilmunya bisa saya terapkan juga untuk pengembangan diri anak-anak.
Terbukti, setelah kelas saya berakhir..  saya mendaftarkan Mas Risa anak sulung saya, dan saya masih gatal ikut kelas batch#3  😄
Mulai kelas baru ini nama Yayasan berganti dengan MOTSAH,   Motivasi Sahabat Batam.  Sesuai namanya,  sekolah ini sangat memotivasi diri saya. Yayasan asuhan Coach Ade Jamil,  yang mengantarkan saya lebih berani menghadapi tantangan.


Bersama Coach Ade dan Mr. Asrul (penulis buku Menjadi Guru Gila)



Yayasan Motivasi Sahabat Batam


Dan justru belajar bareng anak saya makin mantap dan kemampuan saya lebih baik.  Apalagi generasi yang ini heboh dan berani tampil. 
Apa ngga malu saya kalau masih plegak-pleguk didepan kelas. Justru tantangan lebih berat.
Bersama mereka, saya mendapatkan dunia baru..


Motsah Batch #3


Belum tentu saya bisa loncat sana-sini jika saya tidak bersinergi dengan semua kalangan.  Sekarang saya merasa makin mantap menatap dunia. Open minded, tak ada yang perlu ditakutkan..
Betul tidaak... (pinjam logat Aa' Gym)


Bersama CnD dan Telaga Photography & Event Creative Concept

Tuesday, November 28, 2017

Apa Sih Yang Engga Buat Loe.. (Althaf dan Sissy)

Namanya ibu, jam kerjanya dari sebelum mata anak-anak melek sampai sudah merem lagi.  Apalagi yang nyambi kerja jualan kue, biasanya balapan juga sama ayam jantan hehe...
Sewaktu saya masih jualan kue nitip-nitip di warung dekat rumah, anak-anak masih kecil banget. 

Saya, tukang kue dengan empat krucil yang aktif semuanya.. Mas Risa kelas 5 SD, Mas Abit masih TK, Mas Alit 1tahun 8bulan dan Sissy usia 3 bulan.
 Alhamdulillah ada adik-adik saya dan adik ipar yang membantu mengasuh ketika mereka sedang dirumah. 

Saat mereka semua termasuk suami sudah berangkat kerja, otomatis pemilik rumah sesungguhnya adalah krucil saya, haha...  Rumah seperti kapal karam, semua mainan ditumpahkan. 

Semua yang diinginkan dua balita saya ya harus disediakan sebelum teriakan mas Alit pecah. Bahaya, bisa-bisa pintu jadi sasaran tendangannya.

Saat saya memulai prepare, saya siapkan tempat dulu untuk duo krucil ini, yang satu diatas kereta dorong, satu lagi di box. Bila mereka sudah bosan, pasti minta turun. 
Disinilah permulaan kudeta. 
Menjarah apa yang sedang saya pegang, merambat ke arah rak piring, minta turunin panci beserta gandengannya.

Teriakan bersahut-sahutan... macam orang berbalas pantun.. seperti ngga mau kalah, hihi antara mamah dan duo krucil...
Heboohh.... Yang menang pasti mamah lah... 

Bagaimana tidak, dikejar setoran, ngga ada yang bantuin ngerjain, capek badan capek pikiran..
Apalagi kalau sore sudah menjelang, rumah harus sudah rapih kembali.  Kan rumah bersama, yang baru pulang kerja pasti capek lihat rumah berantakan, hehe..

Kondisi seperti ini lazim banget ya buat keluarga yang punya balita, apalagi lebih dari satu.  Bedanya mungkin pada ibunya saja.   Sekarang sudah pinter-pinter, punya ilmu parenting, cerdik dalam time management, dan satu yang terpenting.. open minded. 

Maafkan mamah ya anak-anakku...
Dulu kuper banget, penakut dan sensitif cenderung emosian bila ada yang nyentil dikit aja.  Terima kasih kalian jadi anak-anak yang sabar punya ibu seperti mama ini.   Sekarang kita jauh lebih kompak ya. 
Ngga seperti waktu kita bikin spagheti ya, nunggu 3 menit langsung siap santap.  Tapi kita perlu proses sekian tahun untuk jadi seperti sekarang.



I Love You All my Child..
Everything happen for a reason..

🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Thankyou mbak Juli buat tantangan yang mengantar saya kembali pada memori jaman old..

Wednesday, November 8, 2017

Baju Hadiah

Dikomentari soal pakai baju sama suami itu sudah biasa. Palingan komentarnya yang bagus-bagus dan nyenengin tentunya, kalau engga... tau sendiri lah kebiasaan perempuan seperti apa.. hahaha

Pah, kalau mama pakai baju ini gimana, cocok ngga sama kerudungnya. Kalau yang ini kegedean ngga?  Baju yang ini masuk ngga sama kulit mama yang eksotis.. bla.. bla...
Ujung-ujungnya, pakaian setumpuk yang disodorin minta pertimbangan tadi ngga dipakai. Tetep pilih yang nyaman dan sreg di hati sendiri.

Karena apa, mau pakaian yang kita kenakan itu masuk atau ngga masuk, cocok atau ngga cocok, sebenarnya mana ada orang yang peduli sih..
Palingan cuma komentar waw, ada yang beda nih , entah itu apa.
Yang pasti, kalau kita pede  memakainya, orang ngga akan tahu kalau ada kehebohan dibaliknya, apa itu namanya... behind the scene yah.

Seperti yang pernah saya alami, semalaman memilih baju buat acara besok paginya, mendadak jadi panik ketika ketumpahan kopi papa pas mau berangkat.
Setelah atur nafas, ikhlaskan bila ada yang komentar ngga sedap nantinya, bismillah berangkat..
Dan benar saja, sampai acara berakhir ngga ada tuh yang ngusik dan ngulik noda di baju saya.
Terbukti, kalau kita sering ge er  bahwa kita jadi pusat perhatian... hahaha

Eh,  kembali ke laptop..
Sebenarnya yang tadi mau saya bahas adalah, ketika yang mengomentari pakaian saya adalah duo krucils.
Bikin nyesek tau ngga...

Saya kan dapat dikasih baju sama tantenya yang sudah gendutan lagi, dan bajunya ngga pernah dipakai.  Sudah lama sih, dan masih tetap dibungkus rapi,  tapi baru kepikiran pingin mencobanya.

Wah, pas nih, ngga kedodoran banget, tinggal potong aja nanti bagian bawahnya, ngga perlu pake di skeng lagi.


Pas sudah saya pakai........

"waduh ma... kayak pakai telekung, "  hah.... kalimat kak Sissy ini nusuk banget sih

"iya, itu tangannya persis kayak mukena"

Hadeh, payah komennya. Bikin mama ill feel aja... Makasih deh.

Ya udah, hari ini ngga jadi dipakai.  Pakai baju pink hitam aja. Besok-besok di permak apanya dulu gitu biar pas di badan mama.
Dan.... waktu terus berjalan... saatnya bersiap, habis dhuhur dah dijemput sahabat.

Everything happen for a reason..

#hari8
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP

Mama Mager

Perasaan kalau orang lagi ga enak body tuh pinginnya tidur aja yah?  Eh tapi perasaan siapa dulu ini... Saya maunya juga gitu, istirahat total, bobok cantik, dan ngga mikir apa-apa dulu..  Lagian karena semua kru sudah bisa mandiri, apa-apa bisa sendiri bahkan melayani mamahnya dari ujung jempol kaki sampai rambut...dan ngga perlu kuwatir deh kalau ditinggal merem.

Lha terus.. apalagi yang dipusingkan coba?
Hari ini tidak ada orderan, ngga ada jadwal manggung diluar rumah haha.. sudah dimasakin krucil, hari ini menunya sayur sup makaroni dan perkedel kentang.. malah sebelum jam makan siang mamah minta dibikinin mie dalam cup itu..
Sebenernya ini, lagi sakit atau ngidam sih, banyak maunya.

Baring-baring saja, tergolek-golek ngga ada kerjaan, kok malah tambah bikin suasana ngga nyaman. Hadeh.. tambah sakit kepala ini karena ngga bisa merem, padahal sudah minum obat.

Melihat tingkah mamah, mas Alit ngingetin apakah sudah bikin PR tantangan 10 hari?  Jawabnya sudah pasti belum.
Masih buntu ini, belum tahu apa yang akan ditulis. Sedangkan kita saja hari ini pada ngga ngapa-ngapain..    Pasti gara-gara mamah mager yah.

Sore hari, masih diingetin lagi, karena belum juga nulis PR.   Hmmm...  apa laa yang bikin ngga bisa mikir jernih gini.

"ya udah mah, Alit main dulu lah, kan papa sudah pulang"

Saat semua kru sudah pergi, makin galau lah, batuk makin sering dan ngga bisa ditahan sampai bolak-balik muntah.

Baru mau merem, ponakan datang ngajak jalan, ngga jauh sih, cuma ke GP saja.  Tapi lumayan bikin lupa sejenak kalo lagi ngga stabil badannya.
Kebiasaan, kalo lagi diluar sehat-sehat saja.  Ketika pulang, nyampe rumah, mas Alit kembali ngingetin.

"sudah jam 22.00 lo mah. Cepetan bikin PRnya, nanti ketinggalan lagi lo."

"aduh, gimana ini..! ngga ada inspirasi!"   makin panik jadinya, sudah diajak jalan kok masih ngga tahu apa yang mau ditulis....




Yah.... apa boleh buat.
Kali ini ngga ada cerita seru.   Tapi mas Alit berhasil maksa mama buat bikin tulisan.

Everything happen for a reason..

#hari7
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP


Sunday, November 5, 2017

Keresahan yang indah

Pernah ngga anda khilaf di depan kasir akibat gerakan yang ditarik oleh impulse product. Apalagi kalau si mbak kasir sengaja lama banget melayani pembayaran.
Mata ini semakin terangsang buat melototi satu-satu, pelan-pelan tangan mulai menyentuh, membolak-balikkan meskipun ngga membaca tulisannya. Sejurus kemudian kasir memberikan penawaran yang menggiurkan.
Kalau ngga kuat menahan godaan, jaringnya langsung menangkap isi dompet.
Itulah stand paling mahal, depan kasir..

Untuk mendapatkan tempat yang strategis seperti itu, banyak faktor yang harus terpenuhi. Diantaranya penampakan yang eye catching, berkwalitas, dan yang paling penting adalah dibutuhkan.

Seperti itulah saya sering berandai-andai, hihi...
Menjadi perempuan yang mandiri, menarik, pintar dan dibutuhkan siapa saja.   Saya sering kali merasa cemburu dengan wanita-wanita yang hebat dalam karirnya.  Melalangbuana dengan hasil karyanya.  Menikmati segala fasilitas dari segala hal yang dia kerjakan. Dan dielu-elukan penggemarnya.
Uuhh... makin lengkap kecantikannya...

Namun saya harus realitis.  Kalau semua orang menjadi diatas, siapa yang akan memberikan tepukan dan menyorakkan kekaguman....
Duuuh... sok bijak ini mah..

Tapi memang benar.
Menjadi menawan tidak harus memiliki kedudukan yang tinggi. Semua yang didapatkan oleh seorang pahlawan bisa jadi karena ia memiliki dukungan yang kuat dan juga dampingan.

Meskipun saya masih ingin menjadi super woman, saya tidak memungkiri kodrat saya sebagai perempuan biasa.

                               

Diawali dengan membuka diri dan mindset terhadap  lingkungan, supaya ngga tertinggal.  Selalu meng-upgrade otak dengan ilmu-ilmu yang baru agar merasa sejajar dengan sekitar.  Tidak lupa senantiasa mengasah empati sehingga semakin peka pada perubahan-perubahan keluarga maupun dalam bersosialisasi.

Saya siap menjalani kodrat sebagai perempuan, sebagai ibu, dan menjadi istri dambaan suami.. ehem..
Mudah-mudahan saya senantiasa istiqomah, dan tidak mudah terpesona dengan semua hal yang nampak berkilauan diatas.  Karena seringkali yang dibawahpun nampak indah dipandang dari atas.
Alhamdulillah...

Everything happen for a reason..