Pagar Nyandar: Blogger Kepri
Pagar Nyandar Punya Sabia

Instagram

Showing posts with label Blogger Kepri. Show all posts
Showing posts with label Blogger Kepri. Show all posts

Tuesday, June 5, 2018

Sabia's Family Project

          "Meskipun sedikit, setidaknya tidak gagal dalam berencana.  Gaskan saja daripada merencanakan kegagalan."

          Ramadhan tahun ini, 1439 H saya rasakan paling berkesan dan membawa banyak perubahan.  Dimulai dari perubahan rencana dan rencana perubahan. 
Sebulan sebelum ramadhan tiba, kami masih menerima orderan kukis dan sajian lebaran.  Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami berencana open PO dengan target minimal 200 toples kue kering dan pisang sale paling sedikit 10 kg.

          Dua minggu setelahnya, tiba-tiba mendapatkan hidayah untuk berhenti menerima pesanan kue lebaran.   Kita fokus ibadah saja.  Soal orderan yang telanjur masuk, ya dibikinkan saja, sekalian buat pengisi sajian meja buat tamu kita nanti.

          "Jadi kegiatan kita nanti apa saja,  kan ngga ngerjakan orderan?"  tanya salah satu kru.

          "O jangan kwatir, banyak.  Tinggal pilih saja siapa yang mau jadi penanggung jawabnya. 
Kami langsung membuat agenda.  Family Project istilahnya. 

          Karena ini adalah proyek keluarga, tentu semua anggota berhak urun rembug dan mengerjakan sesuai kapasitasnya. 

Agenda kami sebagai berikut :

1.  Memilah, memilih dan menyusun kembali lemari pakaian yang sering banget berantakan.    Sering nonton youtube tentang metode KonMari, jadi langsung praktek hehe... Banyak yang mesti disisihkan, kebanyakan buat bersih-bersih rumah.  Yang penting tidak mubazir.


Metode KonMari : Ini masih pakaian empat orang

2.  Memindahkan perabotan supaya ruangan terasa lebih lapang dari biasanya.  Sekalian tempat produksi yang sebulan ini tidak efektif,  sementara oven besar dan tempat penyimpanan bahan digeser ke sudut dekat kamar. Maklum, rumah kami sempit...

3. Tahun lalu, kami sempat mengecat dinding bagian luar rumah dengan motif bata merah. Namun tidak sampai selesai, jadi mangkrak sampai sekarang, bahkan sudah banyak coretan disana-sini.
Jadi rencananya kami akan memesan spanduk ukuran selebar dinding untuk backdrop nanti. 


Proyek terbengkalai tahun lalu


4. Yang ini paling penting.  Membenahi diri kami yang sempat terseok untuk mendekat pada Allah. Semuanya dimulai dari bersuci. Termasuk membuat padasan atau tempat berwudhu.
Pak suami membuat dari galon yang dilubangi bagian bawahnya untuk dipasangi kran.


Padasan : tempat berwudhu buatan suami


          Jaman saya kecil, bapak saya membuat padasan dari gentong tanah liat. Diletakkan di pojokan belakang rumah. Saya ingat, ketika saya mendapat hukuman saat berbuat salah, saya ngerik membersihkan lumut yang menempel di gentong.
Auuh... saya kok jadi melow... 

5. Memang tidak lengkap lebaran tanpa sajian di meja. Biasanya kami hojot produksi kue kering buat costumer, sampai-sampai untuk keluarga sendiri saja terlewatkan dan harus beli ke toko. Miris ya...
Kali ini, krucil insya Allah akan puas menikmati kuenya sendiri.


SABIA : Produksi kami 


6. Untuk kegiatan spiritual kami, mengaji dan membuat kue untuk takjil ke masjid.  Dan mulai malam tadi, kami njinggling, beri'tikaf di Masjid Namira.  
Sebenarnya, di Masjid Namira disediakan makan sahur bersama.  
Takmir memanggil sahur dengan microfon mengajak orang-orang sekitar untuk makan sahur bersama. 
Tetapi kami memilih pulang, makan sahur dirumah saja. 

          Jadi teringat kembali, kami sekeluarga beri'tikaf di Masjid Darul-Arqam. Makan sahur bersama-sama. Dan terngiang kembali kisah lucu adik lelaki saya yang "mengheningkan cipta" - baca : ngantuk. 
Sengaja mengambil tempat paling pinggir. Menepi dari jemaah yang cuma beberapa orang saja. 

Tiba-tiba...  Jderr...
Semua orang terkejut.  Rupanya saking ngantuknya, kepala adik saya membentur dinding masjid yang semuanya terbuat dari kaca. Haha...
Sontak dia terbangun dan berdiri untuk salat lagi.

7. Satu lagi kegiatan kami yang belum direalisasikan.  Membersihkan rumput-rumput yang sudah lebat dan meninggi di area bengkel pak suami.  Supaya nampak leluasa untuk tamu-tamu yang memarkirkan kendaraannya, dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

          Sekelumit agenda Family Project kami mudah-mudahan segera selesai, dan kami istiqomah dalam menjalani kegiatan ini sesudah ramadhan nanti.  Everything happen for a reason.


         





Thursday, February 22, 2018

Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan VALERI

Sungguh paling membahagiakan bagi perempuan, adalah ketika sempurna sebagai istri. Sanggup mempersembahkan apa saja yang diinginkan oleh sang suami.  Bukan saja saat menghadiahkan buah hati.. atau kepiawaiannya mengolah masakan, dan bahkan handal dalam membantu perekonomian keluarga.



Yang lebih penting adalah ketika perempuan menjaga kesehatan keluarga.  Dalam hal ini kesehatan diri sendiri, namun sangat mempengaruhi keharmonisan dengan pasangan. 
Meskipun takdir Allah yang menentukan, alangkah baiknya bila dicegah dengan menjaga kesehatan.


Kanker Serviks, adalah penyakit yang sangat di takuti oleh perempuan. 


Kanker serviks butuh bertahun-tahun untuk tumbuh dari sel sehat ke sel prakanker dan akhirnya sel kanker. Perubahan abnormal sel-sel sebelum kanker inilah yang dikenal dengan sebutan cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau sel prakanker. Perubahan sel akibat infeksi HPV menjadi CIN, hingga akhirnya menjadi kanker sangat lambat. Proses ini bisa terjadi dalam kurun waktu 10-20 tahun. ( sumber  www.alodokter.com )


Maka dari itu perempuan diharapkan untuk senantiasa menjaga kesehatan dan waspada pada sesuatu yang tidak wajar.
Bila ada benjolan yang tidak semestinya, bisa jadi benda tersebut adalah tumor. Begitu pesan dr.Ananto dalam sebuah seminar Peduli Perempuan Kepri.


dr. Ananto (kiri)
Tumor yang ganas, disebut dengan kanker. Dan yang menyerang organ intim atau lebih tepatnya di leher rahim perempuan, adalah kanker serviks.
Gejala adanya kanker serviks ada bermacam-macam, yaitu:

  • Pendarahan sesudah senggama bisa dicurigai sebagai kanker serviks
  • Begitu pula ketika mengalami pendarahan saat menopause
  • Atau juga mengalami keputihan berlebihan yang berbau, bercampur darah dan tidak sembuh-sembuh
  • Dan mengeluh sakit saat berhubungan intim. Merasa nyeri disekitar panggul (terus-menerus, tidak hanya saat menstruasi).

Untuk mendeteksi dini adanya kanker serviks, dr. Ananto mengajarkan VALERI. Kepanjangan VALERI adalah Vagina Toilet Sendiri.  Fungsinya agar kita bisa membersihkan miss V sendiri.


Peralatannya sederhana, yaitu wadah (baskom), air yang direbus kemudian didinginkan, dan jari tangan sendiri.
Caranya adalah: 
Posisi duduk atau jongkok, rileks. Dua jari (telunjuk dan jari manis) membuka labium mayus, kemudian jari tengah sentuhkan di pintu miss V, mala akan otomatis terbuka. Lalu masukkan jari tengah sampai ketemu serviks (rasanya seperti menyentuh ujung hidung). Lakukan gerakan seperti mengupil, kemudian akan menemukan semacam lendir, nah itulah yang dibersihkan.
Tanda-tanda bila sudah bersih akan terasa kesat dan panggul terasa ringan.


bersama dr. Ananto

Selamat mencoba, semoga kita para ibu sholihah  terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya.🌹🌹

Thursday, February 15, 2018

Sehari Di Pulau Penawar Rindu

Dokumen By: Google


Me Time..
Dari barisan teman-teman pelaku UKM, belum dengar ada yang me time nya ke salon. Apalagi saya, yang sukanya ke toko buku dan tempat pernak-pernik.  Kebanyakan teman saya memanjakan diri dengan nobar (nongkrong bareng) makan-makan sambil jalan-jalan.



Pengalaman nyebrang laut..  saya sudah beberapa kali sih sebenarnya, namun masih sering paranoid merasakan deburan ombak.
Yang paling mendebarkan ketika naik pompong ke Kecamatan Belakang Padang yang memiliki sebutan Pulau Penawar Rindu. 

Senyum sumringah supaya tidak dbully karena takut air

Cocok dengan sebutannya, kami ingin kembali kesana bila tidak disibukkan dengan kegiatan.
Lumayan murah ongkos ke BLP. 
Tarif pompong 15 ribu sekali jalan, jadi PP 30 ribu.  Jika naiknya rombongan,   bayar antara 130 ribu sampai 150 ribu.
Dan ternyata pompong tidak ada jam terakhir. Setiap saat ada penambang yang standby disana, tak perlu takut kehabisan pompong.
Cuma kita mesti carter sendiri dengan harga rata-rata 130 ribu untuk 2 orang dan jika lebih dari 4 orang biasanya penambang meminta 150 ribu rupiah.


Dokumen by: Nurmaneli Amri


Diujung pelabuhan, kita bisa memilih jalan kaki atau  naik becak. Harga 50 ribu bisa keliling BLP.
Jangan terkejut nanti bila menumpang becak. Meskipun jalanan sempit didepan rumah warga, si abang becak tak pernah pelan mengayuh becaknya. Hampir semua begitu laju mengendarai becak. Tetapi mereka nampak sangat lihai dan bisa mengendalikan kendaraan beroda tiga itu. Geleng-geleng kepala...


Diujung pelabuhan ada pangkalan becak


Tiba di ujung jalan sempit menuju pantai Pasir Putih, kami diturunkan.  Karena becak sudah tidak boleh lebih masuk lagi.  Berjalan sedikit ke pintu masuk yang dikelola oleh salah satu warga. 
Harga tiket masuk 5 ribu perorang. Ada beberapa meja kursi dari semen disana. Namun kami langsung menuju gazebo yang jumlahnya cuma satu itu sebelum keduluan orang.


Dokumen by: Srinovia

Teman kami yang memang tinggal di BLP ini sudah menunggu kami. Di gazebo langsung digelar semua bekal yang disediakan untuk kami yang dari Batam. 
Ada roti kirai, sambal bilis, mie goreng dan beraneka macam masakan.


Dokumen by: Srinovia, masakan Risda Snack (imel)


Sambil menyajikan makanan, kami ngobrol tentang apa yang jadi keunggulan di BLP.
Banyak mangga..😄 
Hampir setiap rumah mempunyai pohon mangga, dan berbuah sepanjang masa. 
Selain itu, gonggong mudah didapat karena orang disana banyak bekarang. Ketika saya tanyakan bekarang itu apa? ternyata sebtan untuk pergi ke laut mencari gonggong.
Biasanya kalau sore mencari gonggong, kalau malam dapatnya udang.


Dokumen by: Srinovia, Ngobrol di gazebo


Obrolan berlanjut tentang keinginan menginap. Di BLP ada beberapa penginapan, salah satunya ada Hotel Asia.
Jika ingin berkemah, bisa meminta ijin pada pengelola pantai Pasir Putih. Atau.. biasanya anak-anak Pramuka berkemah di Lapangan Indra Sakti. Dari pelabuhan belok kiri.  Dulu di Lang-lang (dataran lang-lang laut), tapi sekarang banyak orang berjualan jadi ramai dan kurang asyik untuk berkemah.

Dokumen by: Srinovia


Tak terasa air laut sudah mulai pasang, menandakan hari mulai petang.  Kami berkemas untuk meninggalkan pantai.  Dan bergeser berjalan menuju rumah teman kami, kak Imel. Lumayan jauh dari pantai. Saya dibonceng kak Imel dengan motor, sambil memanggil beberapa becak untuk menjemput teman-teman.


Setelah singgah beberapa jam, akhirnya kamipun memutuskan pulang kembali ke Batam. Dan sesampai di pelabuhan, kami juga di persilahkan singgah ke counter oleh-oleh Almira Cake and Bakery.
Dari sana kami benar-benar seperti turis, yang pulang membawa banyak oleh-oleh.

Dokumen by: Srinovia


Kalau ingin cerita yang lebih seru, baca disini ya.  Yuk kita ke pulau Penawar Rindu....

Thursday, February 8, 2018

Tulisan Alay dan lagu "Eaaa" By 8Ball

 

Seumur gini saya masih sering menerima sms atau chat di WAG (baca: whatsapp grup) dengan tulisan yang bikin sakit mata dan gemas untuk membacanya.
Bukan karena mata saya sedang mengantuk atau buram, melainkan huruf yang ditulis itu membingungkan untuk dibaca.


Tidak heran sewaktu ada meet up di Ruang Kreasi untuk para Blogger Kepri, mas Edy Sutrisno sangat menghimbau agar memperhatikan penulisan dan tanda baca ketika menuangkan tulisan di Blog.


Entah sejak kapan huruf-huruf alay itu mulai booming. Ketika saya masih remaja, tulisan alay tidak terlalu menyolok sehingga masih bisa di pahami untuk dibaca orangtua jaman dulu.
Saya pernah ditertawai oleh anak bujang saya ketika saya minta tolong untuk membacakan chat dari teman.


"Dek, bring-bring ini artinya apa sih?" 


"Oala, baring-baring ma.., haha,"  


Anak-anak tertawa ngga habis-habisnya, malah saya diputerin lagu yang masih nyambung dengan pertanyaan saya tadi.
Lirik reffnya seperti di bawah ini.

L4m k3n4l eaa k4ka, eaaa
l4gi g4l4u eaa k4k4, eaaa
Cumun9ut eaa k4k4, eaaa
Eaa eaa ya k4k4, eaaa
Faceb00k di konf1rm ya k4k4, eaaa
L1k3 st4tu5 4ku dung k4k4, eaaa
Follb4ck Twitt3r ku ya k4k4, eaaa
Mu'uc1h y4 k4k4, eaaa 


Coba dibaca. 
Kalau selesai membaca dalam waktu kurang dari 15 detik, berarti anda masih bisa dibilang orang jaman now. 😄
Saya sudah mencobanya, putaran pertama 17 detik. Jika diulang mungkin saja bisa 10 detik, hehe.. Berarti saya.... 
Ah sudahlah, coba klik  Ini Lagu Nya .


Di lagu yang dinyanyikan oleh 8Ball berjudul Eaaa sebenarnya menyindir anak-anak jaman now yang seakan menggeser EYD.
Jadi sepatutnya kita mengingatkan agar remaja sekarang menyadari dan kembali ke jalan yang benar 😄
Yuk.. kita mengajarkan tulisan dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Dan bangga terhadap bahasa Indonesia.