Pagar Nyandar Punya Sabia

Kamis, 18 Januari 2018

Aliran Rasa - Kesenangan Menulis



Kesenangan menulis sudah saya sadari sedari kecil.  Tepatnya sejak kelas 2 SMP.  Meskipun tidak pernah di ekspose kemana-mana, saya rajin menulis.
Karena memang tidak tahu mau dikirim kemana atau untuk apa.

Saya cuma menulis puisi-puisi tentang percintaan atau tentang alam.
Saya tulis rapi di buku-buku yang sengaja saya sediakan khusus untuk mengumpulkan puisi itu.

Dari kumpulan puisi itu, tidak jarang teman-teman meminjam ada yang hanya sekedar ingin membaca, dan ada yang mengagumi.
Bahkan yang membuat saya sedih.. mereka tidak mengembalikan.. ihik

Sekarang saya jadi ingat lagi kenangan tentang buku puisi saya yang diam-diam dibaca oleh bapak saya.
Bapak mengira apa yang saya tulis itu adalah  kejadian sesungguhnya   pada diri saya.

Saya ketakutan.. *aww..
Karena bapak marah, dikiranya sekecil itu saya sudah main cinta-cintaan.. haha..
Saya hanya diam, mendengarkan ceramah bapak. Tidak berani membantah.

SMA saya mulai membaca cerita-cerita pendek di majalah remaja.  Dari situ mulai kepikiran pingin membuat tulisan yang panjang.
Inspirasinya sering saya dapatkan dari kartu-kartu ucapan dan kata-kata mutiara yang dijual di toko buku.

Meskipun sudah menulis cerita pendek, tetap saja hanya menjadi sebuah tulisan.
Karena tidak pernah dikirim kemana-mana.

Selepas SMA, saya yang pengangguran tiba-tiba sangat ingin mengirimkan tulisan ke redaksi majalah Femina.
Segera saya realisasikan.. dengan senangnya saya melenggang ke kantor pos.

Sebulan kemudian mendapat surat balasan. Tetapi cerita saya ditolak.. hahaha..
Tak mengapa, saya sudah bangga dengan keberanian saya.

Dan sekarang…
Saya sangat bersyukur menemukan jalan bersama teman-teman sesama calon penulis.
Akhirnya impian saya kembali menyala..

Everything happen for a reason..

#RumbelNulisIIPBatam
#RumbelNulisdihati
#menulisdihati
#saya_bisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar