Pagar Nyandar Punya Sabia

Selasa, 09 Januari 2018

Ngider Berdua

Minggu ceria anak-anak seusia duo krucil biasanya diisi dengan jalan-jalan bersama keluarga, ke pantai, ke mall, atau sekedar olah raga di alun-alun.
Seru yah... bisa berlarian, foto-foto dekat Wellcome To Batam sekalian menikmati aneka jajanan yang dijual disekitarnya.


Kalau krucil ditanya, habisin akhir pekan dimana? Seru juga ngga?
Jawaban mereka, seru dong.. tetapi memang keseruan yang mereka rasakan tidaklah sama dengan sebaya mereka.


Biasanya, hari Minggu anak-anak menghabiskan waktu dengan berkumpul dengan komunitas Pemuda Kreatif Batam. Dari pagi sampai menjelang sore mereka saling bersinergi belajar dan mengajar terutama di bidang Design Graphis, Autocad dan Sablon. 


Tetapi, karena untuk bulan ini tidak ada kegiatan dikelas, jadi kami mencari kegiatan lain.
Dan karena Mas Alit masih belum sembuh benar sehabis dikhitan kemarin, jadi saya hanya berdua dengan Sissy merapat dengan para pengurus grup baking Cake & Decorations di sebuah Rumah Makan Korean.


Sepulang dari meeting pengurus, kami tidak langsung pulang. Seperti biasa kami berburu pernak-pernik untuk bahan bebikinan. 
Berjalan keliling mall ini, dan... akhirnya ketemu juga toko buku yang kami cari di mall lain waktu itu, yang sudah tidak ada itu, rupanya pindah ke mall ini.


Sesudah puas, kami pulang melenggang sambil sesekali Sissy minta kami buat berselfi.
Belum pas posenya dan asal cekrek, ada seorang ibu bersama pemuda sekitar usia 20an menegur kami.


foto depan parkiran, belum siap selfi


"Dek dek, bisa kami minta tolong pinjam hapenya, nanti saya bayar pulsanya. Pulsa saya habis."


"Oh ini hape untuk internet saja bu, ngga ada pulsanya"  


Kemudian Sissy dengan sigap mengeluarkan handphone satu lagi yang khusus buat nelpon dari tasnya.


"Yang ini ma. Masih ada pulsanya kok, 500 rupiah"


"Oh iya, bisa ngga ya?  Ini nomor indosat bu, cukup tak ya?
Mau nelpon kemana ?"


"Mau nelpon anak angkat saya.."  si ibu menyuruh pemuda itu mencari nomornya dibuku yang sudah lusuh itu.

Melihat bukunya penuh nomor telpon dengan tulisan khas orang tua, tulisan besar-besar dan agak miring.
Hebatnya, semua nomor itu tak bernama, sebagian cuma ada angka yang dilingkari .  
Dan nomor yang dituju 08537xxxxxxx tidak ada tanda sama sekali. 
Kemudian handphone saya sodorkan pada pemuda itu supaya mengetik sendiri.


Setelah selesai menelpon si ibu mengucapkan terima kasih pada Sissy dengan menyerahkan selembar uang berwarna hijau.
Dengan tertawa Sissy menolak, dan si ibu menyerahkan pada saya.


Lah, Sissy saja menolak.. apalagi saya ya kan...😄


Rupanya si ibu tidak menyerah, dan terjadi kejar-kejaran di depan area parkir mall.
Dan si ibu menang. Diselipkannya di kantong baju Sissy yang tak terpikir oleh kami, karena si ibu berusaha merebut tas Sissy.


Ini pengalaman seru bagi Sissy, karena sepanjang jalan pulang tak hentinya Sissy tertawa dengan cerita tentang kejar-kejaran itu.
Bahagia yang sederhana, tidak sengaja membantu orang disaat sempit.


Everything happen for a reason 🌻🌻🌻


#tantangan_hari_ke2
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa




Tidak ada komentar:

Posting Komentar