Pagar Nyandar Punya Sabia

Sabtu, 26 Januari 2019

BELAJAR MENDENGARKAN

Mendengar dan mendengarkan itu berbeda. Kadang-kadang kita sering lalai dalam hal ini. Saya harus banyak belajar. Untuk mendengar, banyak hal bisa kita dengarkan dalam satu waktu. Karena banyaknya yang terdengar, tentu tidak bisa fokus.

Hal ini semakin membuat saya merasa tertampar ketika saya ngobrol berdua dengan salah satu teman yang kebetulan adalah seorang yang istimewa, tuna rungu. Dan memakai alat bantu pendengaran.

"Ribuan suara masuk di telinga saya, dan saya harus fokus pada suara ibu. Saya buang dan saya lupakan yang lain, agar tetap mendengarkan suara ibu."

Ketika saya ke perpustakaan bersama Sissy, dia membaca buku berjudul TERAMPIL MENDENGARKAN ~ oleh Muhammad Ibrahim al-Nughaimish, pakar dari International Listening Association (ILA), saya menemukan beberapa hal yang menarik.

Pribadi yang sukses secara sosial dan individual pasti memiliki kemampuan mendengarkan yang baik. 

Ini adalah rahasia jika ingin disukai oleh siapa saja. Mendengarkan tidak hanya dengan telinga, melainkan semua anggota tubuh ikut berperan. Mata dan gestur tubuh memperhatikan lawan bicara.

Menurut penelitian, manusia menggunakan waktunya : 
- 40% untuk mendengarkan orang lain
- 35% untuk berbicara
- 16% untuk membaca
-  9% untuk menulis

Nah, jika ingin orang lain memperhatikan kita, semestinya kita belajar mendengarkan lebih baik.





#HariKe1
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Tidak ada komentar:

Posting Komentar