Pagar Nyandar
Pagar Nyandar Punya Sabia

Instagram

Saturday, January 13, 2018

Kangen TV

Jam 06.00 WIB tiba-tiba Mas Alit bergumam sendiri.


"Jadi pengen nonton TV pagi-pagi"


Bukan tanpa pasal, mas Alit tiba-tiba bilang begitu. Kami punya tetangga baru.  Mereka nyetel tv kencang-kencang, jadi kedengeran jelas acara yang sedang berlangsung, acara curhat mamah dan aa'.


Sudah lama memang kami tidak nonton TV dirumah.  Memang sedang rusak sih.  Awal rusak masih bisa dibenerin oleh pak suami. Tapi baru sebulan di pakai sudah kembali padam. 
Itupun tahunya karena listrik tiba-tiba mati, rupanya karena TV nya yang korslet.


Kalau saya, ada atau tidak ada tv memang ngga ngaruh.  Saya tidak intens nonton film atau mengikuti berita di tv, apalagi sampai kecanduan sinetron 😄
Anak-anak pun begitu, lebih seringnya nyari film atau berita terbaru lewat internet. 
Kalau sempat ya di download dan nobar, alias nonton bareng depan laptop, hihi...



ngga bosan nonton film 'inside out'

Nah, untuk pengobat kangen nonton tv ini kadang-kadang anak-anak digiring kerumah Uti nya. Disana pun chanelnya terbatas, karena antenanya pakai yang jadul. 
Yang paling sering diputar adalah acara 86 saja, selebihnya kalau datang kerumah Uti pagi hari baru bisa nonton film kartun Nobita.


Permulaannya memang kurang menyenangkan ya dirumah tanpa tv, tapi karena sudah terbiasa dan dengan banyaknya kegiatan, ngga terlalu berpengaruh juga. Malahan lebih nyaman begini, ngga dengar cerita gosip dan acara yang tidak mendidik.
Hari-hari bebas tv.

Everything happen for a reason..🍧🍩

#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa




Friday, January 12, 2018

Oseng Woncis Sissy





Semakin hari, Sissy makin pandai menyiapkan menu buat makan kami sekeluarga. 
Awalnya memang terkesan dipaksakan ya, tetapi memang mesti seperti itu. Dulu ketika saya masih remaja, enggan untuk melihat ibuk memasak, jadinya baru bisa memasak ketika sudah menikah..😂

****

Keluarga kami suka makanan yang berbau kecap. Apa saja yang dikecapin, pasti bikin nasi cepat habis.
Makanya, tiap belanja jangan lupakan catatan untuk beli kecap manis.


Kalau kemarin Sissy sharing tentang Ayam Bumbu Lapis  yang endess, kali ini kami nungguin Sissy masak oseng wortel dan buncis.
Karena mager mau belanja ke pasar, jadi masak aja apa yang ada di kulkas.


Bahan yang ada cuma wortel, buncis dan tempe balok. Mestinya, kata Sissy lebih enak kalau ada udangnya ya.. 😄


Ya ngga apa-apa, yang penting hari ini masih ada yang bisa dimasak. Oiya, kurang sip kalau tempe cuma digoreng gitu aja. Masih dengan alasan mager, ngga jadi bikin Mendol, tempe selimut saja, alias tempe goreng tepung.


Ehemm...
Kemon kita eksekusi sekarang saja, keburu jamnya laper.  


"Eh tunggu!"  apalagi lah ini jam makan sudah mepet kok..


"Sambil direkam lah ma.."  hahaha... boleh deh, ketagihan rupanya pingin eksis.


"Capcus... Nanti bagian Mas Alit bagian editing video yah.."


Siapain dulu Sy, mama yang ketik resepnya..


OSENG WONCIS

Bahan:
 2 buah wortel
200gr buncis
kecap manis
gula
garam
air secukupnya

BUMBU IRIS:
3 siung bawang putih
2 siung bawang merah
cabe merah 
cabe rawit 
(cabe sesuai selera)

CARA MEMASAK:
1. Wortel di potong sebesar korek api, buncis dipotong tipis-tipis,sisihkan.
2. Tumis bawang putih, bawang merah dan cabe sampai harus.
3. Masukkan wortel dan buncis, aduk rata, kemudian tuang air sampai sayur tenggelam. Masak sampai layu dan air mengering.
4. Tambahkan garam, gula dan kecap manis. Aduk sampai merata, bila kurang manis, tambahkan gula.
5. Matikan api, siap disajikan.


Nah, sekarang makan dulu ya..  biar yang bagian editing video bersemangat juga..

Everything happen for a reason..

#tantangan_hari_ke4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Kriya Sissy

Dalam keseharian, kami dirumah masih sering teledor atau meletakkan barang tidak sesuai pada tempatnya.
Inilah yang seringkali membuat kepanikan ngga penting jika membutuhkan sesuatu.  Nah.. pada saat itulah baru merasakan kapok. 


Mencari barang yang ngga jelas lagi tempatnya akan membuat hari terkesan gerah dan suntuk.  Mau ngga mau harus meminta bantuan anggota keluarga untuk segera mendapatkan barang hilang tersebut.


Untungnya...😍 bukan sengaja sih..
Dirumah kami ada spion yang hampir selalu menolong untuk menemukannya.  Kalau bahasa dongeng sih ibu peri 😄


Dia lah Sissy..


Ketika papanya mencari topi kerja atau topi jalan, saat masnya mencari ikat pinggang, sewaktu saya mencari tool kit buat menghias kue ada yang terlepas jatuh dikolong meja, dan macam-macam kehilangan lagi.


Karena rajin menyusun dan merapikan, dalam bahasa Jawanya primpen, Sissy semakin cekatan menggerakkan tangan. 
Jika melihat tutorial cara membuat suatu ketrampilan tangan, maka dengan tangkas dia segera mempraktekkan meskipun menonton cuma sekali.


Sissy mengatur sendiri meja kerjanya , membuat box-box tempat pernak-pernik, penjepit kertas dari jepitan jemuran dan kain flanel, dan banyak lagi.


Kadang-kadang tercetus kalimat Sissy pengen jualan ma,.. 
Tidak memungkiri, karena seringnya melihat saya ikut bazaar atau jualan, maka Sissy pun ingin mencobanya.
Sewaktu saya seusianya, belum terpikir dengan sendirinya, meskipun saya dan adek saya juga bantu jualan permen. Saya jaman itu masih terkesan dipaksa membantu ibuk.



Bagus juga idenya, kriya yang selama ini dibikin dikumpulkannya dan dipamerkan pada teman-teman sekitarnya. 
😊 Saya melihat semangatnya membara ketika mendapat respon luar biasa dari temannya. 



fotonya candid, jadi ngga nampak presentasinya
  

Semangat mengasah kebiasaan, kemampuan dan ketelitian
Everything happen for a reason..

#tantangan_hari_ke3
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Wednesday, January 10, 2018

Mama KEPO

K.E.P.O.
Ternyata ada kepanjangannya hehe..
Knowing Every Particular Object.  Membaca dari artinya sih.. konotasinya ke arah yang jelek ya.
Tapi.. ini saya punya alasan buat kepo, bukan ngeles hehe  lebih pada keinginan supaya bisa masuk dalam mengawasi anak-anak saya.


Meskipun zaman sudah sangat berbeda, saya merasakan hal yang sama dengan anak-anak. Tidak lain rasa yang ngga enak bila dicurigai oleh orangtua sendiri.  Begitulah kalau tidak ada rasa kepercayaan dan terjalin kekompakan antara anak dan orangtua.



Berkaca pada pengalaman pribadi, kami tidak mau mengulang kekeliruan yang pernah dilakukan orangtua kami pada zamannya.


Menjadi teman sekaligus sahabat buat anak-anak terutama yang sudah beranjak remaja bukan hal yang mudah. Apalagi pada anak yang kepribadiannya sedikit tertutup dan enggan orang lain mengulik privasinya.


Memang masing-masing anak memiliki keunikan karakter yang berbeda-beda.  Untuk itulah dengan mencari tahu ilmu tentang cara mengasuh sesuai gaya kepribadian anak, bisa membantu orangtua lebih fleksibel dan luwes dalam melakukan pendekatan dan mendidik anak.


Sejak mengikuti seminar-seminar parenting, membaca buku-buku yang berhubungan dengan pengasuhan anak, bahkan mengikuti kelas-kelas pengembangan diri membuat saya dan suami lebih pede mempersiapkan masa depan untuk anak-anak.


Tidak jarang kami yang mengikuti kegilaan  bersama anak-anak sebagai penyeimbang, jadi bukan hanya anak-anak yang wajib mematuhi kesepakatan yang telah dibuat bersama.


Apakah selalu berhasil baik?
Tentu tidak...  Mustahil sekali dalam rumah tangga berjalan mulus.  Meskipun nampak harmonis, tentu ada dinamika didalamnya. 
Dunia kami penuh kisah yang bergairah namun tak jauh juga dari drama.. 😄😍 Yang paling penting, komunikasi tetap terjaga..


mendongeng, main gebug sampai pagi

Everything happen for a reason 🌹🌹




Tuesday, January 9, 2018

Ngider Berdua

Minggu ceria anak-anak seusia duo krucil biasanya diisi dengan jalan-jalan bersama keluarga, ke pantai, ke mall, atau sekedar olah raga di alun-alun.
Seru yah... bisa berlarian, foto-foto dekat Wellcome To Batam sekalian menikmati aneka jajanan yang dijual disekitarnya.


Kalau krucil ditanya, habisin akhir pekan dimana? Seru juga ngga?
Jawaban mereka, seru dong.. tetapi memang keseruan yang mereka rasakan tidaklah sama dengan sebaya mereka.


Biasanya, hari Minggu anak-anak menghabiskan waktu dengan berkumpul dengan komunitas Pemuda Kreatif Batam. Dari pagi sampai menjelang sore mereka saling bersinergi belajar dan mengajar terutama di bidang Design Graphis, Autocad dan Sablon. 


Tetapi, karena untuk bulan ini tidak ada kegiatan dikelas, jadi kami mencari kegiatan lain.
Dan karena Mas Alit masih belum sembuh benar sehabis dikhitan kemarin, jadi saya hanya berdua dengan Sissy merapat dengan para pengurus grup baking Cake & Decorations di sebuah Rumah Makan Korean.


Sepulang dari meeting pengurus, kami tidak langsung pulang. Seperti biasa kami berburu pernak-pernik untuk bahan bebikinan. 
Berjalan keliling mall ini, dan... akhirnya ketemu juga toko buku yang kami cari di mall lain waktu itu, yang sudah tidak ada itu, rupanya pindah ke mall ini.


Sesudah puas, kami pulang melenggang sambil sesekali Sissy minta kami buat berselfi.
Belum pas posenya dan asal cekrek, ada seorang ibu bersama pemuda sekitar usia 20an menegur kami.


foto depan parkiran, belum siap selfi


"Dek dek, bisa kami minta tolong pinjam hapenya, nanti saya bayar pulsanya. Pulsa saya habis."


"Oh ini hape untuk internet saja bu, ngga ada pulsanya"  


Kemudian Sissy dengan sigap mengeluarkan handphone satu lagi yang khusus buat nelpon dari tasnya.


"Yang ini ma. Masih ada pulsanya kok, 500 rupiah"


"Oh iya, bisa ngga ya?  Ini nomor indosat bu, cukup tak ya?
Mau nelpon kemana ?"


"Mau nelpon anak angkat saya.."  si ibu menyuruh pemuda itu mencari nomornya dibuku yang sudah lusuh itu.

Melihat bukunya penuh nomor telpon dengan tulisan khas orang tua, tulisan besar-besar dan agak miring.
Hebatnya, semua nomor itu tak bernama, sebagian cuma ada angka yang dilingkari .  
Dan nomor yang dituju 08537xxxxxxx tidak ada tanda sama sekali. 
Kemudian handphone saya sodorkan pada pemuda itu supaya mengetik sendiri.


Setelah selesai menelpon si ibu mengucapkan terima kasih pada Sissy dengan menyerahkan selembar uang berwarna hijau.
Dengan tertawa Sissy menolak, dan si ibu menyerahkan pada saya.


Lah, Sissy saja menolak.. apalagi saya ya kan...😄


Rupanya si ibu tidak menyerah, dan terjadi kejar-kejaran di depan area parkir mall.
Dan si ibu menang. Diselipkannya di kantong baju Sissy yang tak terpikir oleh kami, karena si ibu berusaha merebut tas Sissy.


Ini pengalaman seru bagi Sissy, karena sepanjang jalan pulang tak hentinya Sissy tertawa dengan cerita tentang kejar-kejaran itu.
Bahagia yang sederhana, tidak sengaja membantu orang disaat sempit.


Everything happen for a reason 🌻🌻🌻


#tantangan_hari_ke2
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa




Monday, January 8, 2018

Ayam Bumbu Lapis

Keluarga kami yang agak rewel (baca: suka milih) makannya cuma pak suami.  Kalau ditawari mau makan apa hari ini pa?  Jawabnya pasti sembarang..  
Giliran ditawari masakan ini.. ngga mau, atau masakan itu.. engga juga.. 
Jadi bukan sembarang dong yaa 😄


Masakan kesukaannya sih gampang, dibikinin orem-orem saja dah lahap bener makannya.  Tapi, anggota keluarga yang lain ya cuma sekedarnya saja, asal bisa buat lauk makan.


Kalau ditanya masakan favorit keluarga seperti tantangan dari mbak Nurbaini pemenang arisan tulisan pekan ini, tentu yang semua mau dan suka dong..
Ialah... Kecap! 😄 
Nasi pakai kerupuk dan kecap, gorengan dicocol sambel kecap, oseng-oseng bumbu kecap..


Ahaha... Becanda ding..
Kesukaan kami, Ayam Bumbu Lapis. 


Resep keluarga dari Eyang Uti kami, yang asalnya sih berbahan dasar daging sapi.  Karena gigi pak suami ada gingsulnya, jadi meskipun penyuka daging, kadang-kadang beliau sering kesel dagingnya suka nyelip di gigi pemanisnya.
Maka itu, biar aman dari omelan, saya lebih memilih daging ayam yang lebih lembut.


Bumbunya minimalis namun terasa gurih, manis dan pedas, dimakan dengan nasi hangat.. Nyumm.. 
Sensasi yang tak terbayangkan ketika nyesepi ceker.  Jangan sampai ada bumbu tersisa.. kalau dapat nih, dijilat sampai bersih tuh piring 😄


Nah, daripada kelamaan penasaran, saya bagi deh resep Uti saya. Yang pakai ayam ya, kalau yang daging sapi, lain hari saja ya, karena pengolahannya juga beda. Dan biasanya, daging bumbu lapis disajikan di acara hajatan, sebagai pelengkap nasi rames. 



AYAM BUMBU LAPIS

 Bahan:
Daging ayam (dipotong sesuai selera)
Ceker
Air
Kecap
Daun Bawang iris-iris


Bumbu dihaluskan:
Bawang merah
Bawang Putih
Kemiri
Garam
Gula
Lada


Cara Memasak:
1. Tumis bumbu halus sampai tercium wangi aromanya.
2. Masukkan ayam dan ceker yang sudah dicuci bersih, kemudian tuang air hingga ayam tenggelam.
3. Masak sambil aduk sesekali sampai daging ayam empuk.
4. Tambahkan kecap
5. Masak sampai kecap meresap dalam daging ayam dan mulai mengeluarkan minyak.
6. Masukkan daun bawang, aduk-aduk sampai merata dan daun bawang layu.
7. Angkat, sajikan bersama nasi hangat dan kerupuk udang.


Kita simak videonya yuk...
Klik Disini  mudah dan sederhana kan ya..
Yuk makan.......😋😋






Sunday, January 7, 2018

Kalau Cukup..

Pagi ini ada agenda meeting pengurus Grup Baking Cake & Decorations Region Batam.
Kali ini saya hanya mengajak Sissy karena Mas Alit belum sembuh dari khitan kemarin. Jadi harap bersabar ya mas... 😚


Kami ngumpul RM Original Korean. 
Waaah.. ini pengalaman pertama saya dan Sissy.  Meskipun baru sekali, tapi kami ngga katrok kok 😄
Teman-teman ada yang pesan Taebboki, saya sudah pernah dibikinin teman.  Kimbab atau Bulgogi ...(apa gitu lupa) juga sudah biasa lihat, karena bentuknya sama seperti Sushi. 
Trus, yang Sissy pesan, lupa banget namanya, sepaket nasi dengan lauknya dalam tepak hitam semacam Bento-bento gitu.. hehe..




Yang lucu tapi bikin nyesek itu pas Sissy ditanya teman saya yang mentraktir hari ini, pingin makan apa.
Karena bingung kelamaan mikir, maka ditawari menu yang sama dengan Kak Yayang putri teman yang lain.


"Kalau uangnya cukup..."

Jiaaaahh.... 😆😆 spontan semua tertawa

"Tenang nduk... tante ini bawa segepok.."


Dalam hati sih, emang bener banget. Secara mak-bapaknya ngga pernah masuk restouran yang gini. 
Dan yang paling bener, ngga ada istilah aji mumpung ya kan...
Yang ini dulu modal kita berteman nduk, bukan nyari untung duluan.


Iiih... diam-diam rupanya lihay juga Sissy memainkan sumpitnya..😄👏
Cocook...




Everything happen for a reason..

#tantangan_hari_ke1
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa