Pagar Nyandar
Pagar Nyandar Punya Sabia

Instagram

Thursday, November 30, 2017

Latihan Ke Toilet Sendiri

Kadang-kadang kami semua dibuat sebel dengan kelakuan Mas Alit yang selalu minta di jagain di depan pintu kamar mandi,  meskipun kamar mandi kami dekat kamar dan terang benderang.
Ngga peduli siang hari dan ramai orang..

Yang jadi target penjaga di siang hari ya mesti kak Sissy,  dengan mulut manyun tapi tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti.
Giliran si papah yang di ubrak-ubrak saat malam hari.

Bukan tanpa alasan sih sebenarnya paranoid yang dialami mas Alit tentang kamar mandi.
Dari balita, mas Alit punya kemampuan merasa dan melihat hal-hal yang kebanyakan orang tidak memilikinya.

Tahun 2008 kami tinggal di rumah  milik orang China (Tuan Tanah Bengkong) yang dipercayakan pada kami untuk dijaga.  Rumah paling besar di Bengkong seukuran 4 kapling yang sejak kami kembalikan menjadi Supermarket Bengkong Indah,  cuma sekarang sudah atas nama anaknya.


Bengkong,2009

Dirumah itu, segala kenangan indah terpatri, seolah ingin mengulang kembali... uuuhhhh..   Dan dirumah itulah,  kemampuan mas Alit semakin tajam dan sering membuat kami semua ikut merasa ngeri-ngeri sedap.

Mas Alit sering bercerita seperti apa mbak ii' atau orang-orang itu.  Jika mereka cantik atau ganteng, mas Alit biasa saja menanggapinya.  Berbeda saat yang ditemui adalah orang dengan wajah buruk atau penuh luka,  dengan seketika  mas Alit akan menangis.

Sewaktu kecil, mas Alit tidak takut pup sendiri tanpa ditungguin, paling nanti kalau sudah selesai saja akan teriak manggil mamah buat cebokin.

Tetapi.... sejak seorang tante berwajah buruk ikutan masuk kamar mandi dan nempel didinding belakang closet tempat mas Alit jongkok,  sejak itu pula masAlit takut, dan minta ditungguin sampai selesai.

Tugas berjaga di depan pintu ini berlanjut sampai sekarang.
Apalagi,  ketika bapak mertua saya  yang meninggal setelah keluar dari kamar mandi,  semakin jadilah ketakutan itu.

Ditambah, beberapa minggu setelahnya,  dikamar mandi tercium bau harum bunga melati... Saya jadi ikut merinding...

Tadi pagi..     Seperti biasa...

"Sy,  tolong ambilin baju mas Alit, Sy"     mamah langsung memotong..

"udah lepas baju belum?"   saya tahu itu hanya modus, setelah ambilin baju, pasti suruh tunggu depan pintu

"belum siy...."

"nah,  ayo keluar dulu, ambil sendiri" 

Sambil cengengesan, akhirnya keluar ambil baju sendiri.  Tapi masih juga sempat bisikin Sissy untuk jagain, meskipun ngga depan pintu.
Oala Le-Le...   Ngga ada apa-apa pun,  sudah abege pun masih begitu.
Dan  ini tidak hanya dirumah sendiri.  Dirumah neneknya atau pas saya ajak kerumah teman,  juga berperilaku sama.

Kadang-kadang saya kehabisan akal bagaimana memberi pengertian untuk mengurangi paranoidnya itu.  Padahal,  sekarang sepertinya mata mas Alit sudah tidak diganggu lagi.
Mudah-mudahan lekas terkikis ketakutannya. 

#HariKesatu
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Tuesday, November 28, 2017

Apa Sih Yang Engga Buat Loe.. (Althaf dan Sissy)

Namanya ibu, jam kerjanya dari sebelum mata anak-anak melek sampai sudah merem lagi.  Apalagi yang nyambi kerja jualan kue, biasanya balapan juga sama ayam jantan hehe...
Sewaktu saya masih jualan kue nitip-nitip di warung dekat rumah, anak-anak masih kecil banget. 

Saya, tukang kue dengan empat krucil yang aktif semuanya.. Mas Risa kelas 5 SD, Mas Abit masih TK, Mas Alit 1tahun 8bulan dan Sissy usia 3 bulan.
 Alhamdulillah ada adik-adik saya dan adik ipar yang membantu mengasuh ketika mereka sedang dirumah. 

Saat mereka semua termasuk suami sudah berangkat kerja, otomatis pemilik rumah sesungguhnya adalah krucil saya, haha...  Rumah seperti kapal karam, semua mainan ditumpahkan. 

Semua yang diinginkan dua balita saya ya harus disediakan sebelum teriakan mas Alit pecah. Bahaya, bisa-bisa pintu jadi sasaran tendangannya.

Saat saya memulai prepare, saya siapkan tempat dulu untuk duo krucil ini, yang satu diatas kereta dorong, satu lagi di box. Bila mereka sudah bosan, pasti minta turun. 
Disinilah permulaan kudeta. 
Menjarah apa yang sedang saya pegang, merambat ke arah rak piring, minta turunin panci beserta gandengannya.

Teriakan bersahut-sahutan... macam orang berbalas pantun.. seperti ngga mau kalah, hihi antara mamah dan duo krucil...
Heboohh.... Yang menang pasti mamah lah... 

Bagaimana tidak, dikejar setoran, ngga ada yang bantuin ngerjain, capek badan capek pikiran..
Apalagi kalau sore sudah menjelang, rumah harus sudah rapih kembali.  Kan rumah bersama, yang baru pulang kerja pasti capek lihat rumah berantakan, hehe..

Kondisi seperti ini lazim banget ya buat keluarga yang punya balita, apalagi lebih dari satu.  Bedanya mungkin pada ibunya saja.   Sekarang sudah pinter-pinter, punya ilmu parenting, cerdik dalam time management, dan satu yang terpenting.. open minded. 

Maafkan mamah ya anak-anakku...
Dulu kuper banget, penakut dan sensitif cenderung emosian bila ada yang nyentil dikit aja.  Terima kasih kalian jadi anak-anak yang sabar punya ibu seperti mama ini.   Sekarang kita jauh lebih kompak ya. 
Ngga seperti waktu kita bikin spagheti ya, nunggu 3 menit langsung siap santap.  Tapi kita perlu proses sekian tahun untuk jadi seperti sekarang.



I Love You All my Child..
Everything happen for a reason..

🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Thankyou mbak Juli buat tantangan yang mengantar saya kembali pada memori jaman old..

Friday, November 24, 2017

Aliran Rasa Komuniasi Produktif

Beberapa hari tidak menemani anak-anak dalam berkegiatan, merasa ada yang timpang meskipun mereka pasti baik-baik saja karena memang sudah bisa dibilang mandiri mengurus dirinya sendiri.
Saya meninggalkan mereka karena ada beberapa agenda yang tidak bisa melibatkan anak-anak.  Dimulai dari mengikuti bazaar yang standnya rame-rame sehingga tidak bisa mengikutkan duo krucil,  kemudian acara-acara seminar dan pelatihan dengan Dinas-dinas terkait yang sudah pasti tidak boleh membawa anak.

Keresahan-keresahan itu bahkan bertambah, ketika saya kemudian merasa lelah dan alarm tubuh memberikan peringatan untuk rehat... 
Dan betulan disuruh istirahat, karena demam melanda, batuk yang semakin menjadi yang sampai menyedot berat badan, hik...

Saya pun sampai harus meminta bantuan suami mengirim pesan pada seorang fasilitator meminta ijin untuk terlambat membuat NHW tantangan 10 hari Komunikasi Produktif, yang kemudian tidak sampai tuntas. Alhamdulillah dengan kepala yang terasa berat hanya bisa sampai hari ke 9 saja. 

Sampai disini kah keresahan ini?
Ternyata belum hihi... badan belum fit tetapi dituntut profesional sebagai tukang kue. Bersama team, orderan siap tepat waktu. 




Dan hari itu, setelah delivery kue, saya mengikuti acara Sosialisasi dan Fasilitasi Pendirian Badan Usaha di Hotel Novotel, ternyata saya ketemu dengan kue saya... hihi...  rupanya, sang pemesan kue saya adalah penyuplai kue untuk hotel-hotel ternama.
Mudah-mudahan nantinya saya yang jadi penyuplai hotel seperti beliau.  Juga mudah-maudahan nama usaha saya terpilih menjadi salah satu yang difasilitasi untuk membuat PT.
Namanya   PT. LUMBUNG  SABIA  BERKAH.    Aamiin...

Rangkaian dari acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh BE*KRAF itu memang menjadi berkah buat keluarga.
Karena jadwal acara dipadatkan menjadi satu hari saja, sehingga ada waktu dan fasilitas yang sayang untuk dilewatkan.
Semua peserta mendapatkan fasilitas kamar untuk menginap semalam di Novotel.  Kesempatan bagus untuk menebus rasa bersalah pada duo krucil.

Setelah menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa untuk pindah tidur di hotel, kami berempat capcus melenggang..
Sesampai di kamar hotel, karena sudah malam, krucil langsung disarankan tidur, karena mama juga capek bolak-balik tadi hehe. Besok pagi saja eksekusi jadwal.




Ketika pagi menyapa krucil yang sudah siap mengeksplor tenaga yang tersimpan, si papa minta ijin untuk pulang, karena memang harus kerja sih, hehe..
Ok guys, kita bertiga saja ya seperti biasa.

Muter-muter memilih menu breakfast yang tersedia, yang diambil duluan pasti roti dan sereal.
Papa bilang, anake roti, hahaha... 
Sambil ngobrol hari ini kita mau ngapain aja selain berenang.

Setelah menghabiskan sarapan, duo krucil masih pengen bawa bekal ke kamar, haha... okelah, bawa secukupnya, Mas Alit bawa sepiring buah dan Kak Sissy dengan sepiring roti plus oles-olesnya.

Hari ini, hari mereka. Puas-puasin bersama mama.
Hanya seperti ini saya bisa menebus masa yang terlewat. Bagi saya, yang terpenting adalah bagaimana mengaktifkan komunikasi agar berjalan semestinya, dan mampu mengakui kesalahan.







Bismillah, kedepan semakin bisa mengatur kondisi.
Everything happen for a reason..

#AliranRasa
#GameLevel1
#KuliahBunSayIIP
#KomunikasiProduktif

Wednesday, November 8, 2017

Baju Hadiah

Dikomentari soal pakai baju sama suami itu sudah biasa. Palingan komentarnya yang bagus-bagus dan nyenengin tentunya, kalau engga... tau sendiri lah kebiasaan perempuan seperti apa.. hahaha

Pah, kalau mama pakai baju ini gimana, cocok ngga sama kerudungnya. Kalau yang ini kegedean ngga?  Baju yang ini masuk ngga sama kulit mama yang eksotis.. bla.. bla...
Ujung-ujungnya, pakaian setumpuk yang disodorin minta pertimbangan tadi ngga dipakai. Tetep pilih yang nyaman dan sreg di hati sendiri.

Karena apa, mau pakaian yang kita kenakan itu masuk atau ngga masuk, cocok atau ngga cocok, sebenarnya mana ada orang yang peduli sih..
Palingan cuma komentar waw, ada yang beda nih , entah itu apa.
Yang pasti, kalau kita pede  memakainya, orang ngga akan tahu kalau ada kehebohan dibaliknya, apa itu namanya... behind the scene yah.

Seperti yang pernah saya alami, semalaman memilih baju buat acara besok paginya, mendadak jadi panik ketika ketumpahan kopi papa pas mau berangkat.
Setelah atur nafas, ikhlaskan bila ada yang komentar ngga sedap nantinya, bismillah berangkat..
Dan benar saja, sampai acara berakhir ngga ada tuh yang ngusik dan ngulik noda di baju saya.
Terbukti, kalau kita sering ge er  bahwa kita jadi pusat perhatian... hahaha

Eh,  kembali ke laptop..
Sebenarnya yang tadi mau saya bahas adalah, ketika yang mengomentari pakaian saya adalah duo krucils.
Bikin nyesek tau ngga...

Saya kan dapat dikasih baju sama tantenya yang sudah gendutan lagi, dan bajunya ngga pernah dipakai.  Sudah lama sih, dan masih tetap dibungkus rapi,  tapi baru kepikiran pingin mencobanya.

Wah, pas nih, ngga kedodoran banget, tinggal potong aja nanti bagian bawahnya, ngga perlu pake di skeng lagi.


Pas sudah saya pakai........

"waduh ma... kayak pakai telekung, "  hah.... kalimat kak Sissy ini nusuk banget sih

"iya, itu tangannya persis kayak mukena"

Hadeh, payah komennya. Bikin mama ill feel aja... Makasih deh.

Ya udah, hari ini ngga jadi dipakai.  Pakai baju pink hitam aja. Besok-besok di permak apanya dulu gitu biar pas di badan mama.
Dan.... waktu terus berjalan... saatnya bersiap, habis dhuhur dah dijemput sahabat.

Everything happen for a reason..

#hari8
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP

Mama Mager

Perasaan kalau orang lagi ga enak body tuh pinginnya tidur aja yah?  Eh tapi perasaan siapa dulu ini... Saya maunya juga gitu, istirahat total, bobok cantik, dan ngga mikir apa-apa dulu..  Lagian karena semua kru sudah bisa mandiri, apa-apa bisa sendiri bahkan melayani mamahnya dari ujung jempol kaki sampai rambut...dan ngga perlu kuwatir deh kalau ditinggal merem.

Lha terus.. apalagi yang dipusingkan coba?
Hari ini tidak ada orderan, ngga ada jadwal manggung diluar rumah haha.. sudah dimasakin krucil, hari ini menunya sayur sup makaroni dan perkedel kentang.. malah sebelum jam makan siang mamah minta dibikinin mie dalam cup itu..
Sebenernya ini, lagi sakit atau ngidam sih, banyak maunya.

Baring-baring saja, tergolek-golek ngga ada kerjaan, kok malah tambah bikin suasana ngga nyaman. Hadeh.. tambah sakit kepala ini karena ngga bisa merem, padahal sudah minum obat.

Melihat tingkah mamah, mas Alit ngingetin apakah sudah bikin PR tantangan 10 hari?  Jawabnya sudah pasti belum.
Masih buntu ini, belum tahu apa yang akan ditulis. Sedangkan kita saja hari ini pada ngga ngapa-ngapain..    Pasti gara-gara mamah mager yah.

Sore hari, masih diingetin lagi, karena belum juga nulis PR.   Hmmm...  apa laa yang bikin ngga bisa mikir jernih gini.

"ya udah mah, Alit main dulu lah, kan papa sudah pulang"

Saat semua kru sudah pergi, makin galau lah, batuk makin sering dan ngga bisa ditahan sampai bolak-balik muntah.

Baru mau merem, ponakan datang ngajak jalan, ngga jauh sih, cuma ke GP saja.  Tapi lumayan bikin lupa sejenak kalo lagi ngga stabil badannya.
Kebiasaan, kalo lagi diluar sehat-sehat saja.  Ketika pulang, nyampe rumah, mas Alit kembali ngingetin.

"sudah jam 22.00 lo mah. Cepetan bikin PRnya, nanti ketinggalan lagi lo."

"aduh, gimana ini..! ngga ada inspirasi!"   makin panik jadinya, sudah diajak jalan kok masih ngga tahu apa yang mau ditulis....




Yah.... apa boleh buat.
Kali ini ngga ada cerita seru.   Tapi mas Alit berhasil maksa mama buat bikin tulisan.

Everything happen for a reason..

#hari7
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP


Orderan Marni

Dua hari saya dihajar flu berat, hidung belum tersumbat sih alhamdulillah, tenggorokan sakit banget, karena batuk kering jadi kepala semakin nyut-nyutan.
Kliyengan.. jalan sempoyongan.. pengennya tidur melulu.

Apa iya tapi... bisa tidur kalau masih ada tanggungan?
Engga..... huhuhu...  Orderan kue sudah jauh hari ngga mungkin di cancel, namanya bunuh diri hahaha.

Okeh, kita gerak ya kru.  Seperti biasa sang manager tinggal tunjuk dan memberi arahan. Bikin minum jahe dulu buat mama. Yah, jahe ga ada, ngga apa-apa yang penting anget aja.
Bahan baku sudah tersedia, kak Sissy menyiapkan peralatan, mas Abit nanti bantu mama cetak-cetak. Nah sekarang pegangin mama yang mau ngadon dulu ya, biar ngga sempoyongan.

Ubrek-ubrek selanjutnya mulai bergantian mencetak kue martabak mini, alhamdulillah gosong sikit tak mengapa. Sudah lama juga tidak membuat kue yang sebutannya kue terang bulan kalau di Jawa.

Dengan tenaga dan kesehatan yang kurang stabil, jadi juga kue orderan ini.  tapi apakah tantangan selesai disini?
Owww... tidaak... gambar dibawah ini menunjukkan saat kehebohan terjadi..



Waktunya dah mepet banget, ditambah hujan deras dengan petir-petir yang bersahutan.. tidak mungkin memaksa si Papa untuk delivery dengan membawa 4 kardus kue..
Biasanya sih, berdua dengan saya sanggup saja membawanya.
Akhirnya, ngga mau pikir panjang lagi, order taxi online saja. Alamat kan sudah jelas tertera.
Ngga lama, dapat telpon dari pemesan kue bahwa kue yang dipesan sudah sampai.....

Segala sesuatu bisa dikondisikan, asal ada dukungan dan komunikasi yang baik. Semua insyaAllah berjalan lancar.

Everything happen for a reason..

#hari6
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP


Monday, November 6, 2017

Belajar Doodle

Dulu waktu masih kecil, anak-anak jaman saya, saat pelajaran menggambar disekolah, kebanyakan yang digambar adalah,  gunung kembar segitiga dengan matahari yang malu-malu sembunyi di tengahnya, atau sebuah garis horisontal yang akhirnya jadi pantai , atau kalau tidak,  gambar sebuah rumah dengan jalan setapak yang disisi-sisinya terbentang sawah yang berbentuk menyerupai huruf W .

Itulah sebuah paradigma yang secara sengaja atau tidak, telah dijejalkan pada pikiran anak-anak jaman dulu.
Kalaupun ada yang sudah bisa lepas dari kungkungan paradigma tersebut, hanya beberapa saja yang terlihat menonjol.  Misalnya, gambar rumah yang dalam imajinasinya terlihat isinya perabot dan lampu pijar yang seolah menyala.

Meskipun begitu, sekarang sudah belajar sedikiiit...,tentang doodle,  bisa membayangkan bagaimana asal gambar itu mempunyai makna.

Nah, kids jaman now..  Gambarnya seru.
Kadang-kadang, kita sebagai orang tua merasa ternganga dari mana ide gambar itu didapatnya.  Mendapatkan perintah yang sama, tetapi menghasilkan gambar yang berbeda.

Seperti yang pernah kami lakukan dirumah, bersama kru 1-4 ,  yang menghasilkan gambar luar biasa dan saya sangat terkejut  dengan makna yang ada didalamnya.    Karena waktu itu saya belum belajar,  saya minta bantuan seorang coach yang kebetulan sedang membuka Art Teraphy.
Sungguh saya merasa surprise dengan makna dalam setiap goresan yang menggambarkan suasana hati penggambarnya.

Umumnya, terapi doodles dapat melatih meningkatkan kreatifitas dan imajinasi serta membantu seseorang melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda.

Saya mecoba membuktikan sendiri,

saya menggambar seolah saya sedang bahagia, bersantai duduk di kursi panjang sambil membaca buku dibawah pohon besar dihalaman belakang yang luas,  dan didepan saya ada jemuran yang melambai-lambai..



Dari coretan yang saya buat itu, dikupas diulik sampai detail, yang membuat saya merasa malu sendiri, karena semua itu mendekati benar, meskipun saya tidak mau mengungkapkannya... haha..

Sekali lagi, saya ingin membuktikan bahwa gambar adalah yang mewakili suasana hati.  Saya memfoto gambar kak Sissy yang coret-coret di kabinet tempat pakaiannya. Krucil saya yang cewek ini memang sangat suka menggambar, medianya pun sesuka hatinya.  Kemudian saya setorkan ke coach saya itu, namun bukan jawaban langsung yang saya dapatkan.
Melainkan sebuah PR, karena saya harus menanyakan siapa saja yang ada di gambar itu, agar didapat makna yang tersirat.

Wiuh...
Segitunya.... tetapi, alhamdulillah, yang saya dapatkan makna yang positif.  Karena kak Sissy tidak berada didalam gambar itu.

Nah, apabila krucil belum mau menceritakan hari ini ngapain saja atau mengungkapkan apa perasaannya,  ajak saja menggambar.

Everything happen for a reason..

#hari5
#GameLevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP