Pagar Nyandar
Pagar Nyandar Punya Sabia

Instagram

Friday, November 16, 2018

LUPA JATAH JAJAN


Seperti biasa, duo krucil bertugas menyiapkan makanan untuk sekeluarga. Terutama bekal makan siang papa dan mas Risa. Semua sudah dipersiapkan dari pagi hari. Termasuk tugas belajar membuat desain stiker untuk kukis mama.

Mas Alit mendesain dan mencetak stikernya, Sissy menggunting dan menempel pada plastik kemasan kukis.
Harapan mama, sebelum mama pulang sore hari nanti, mudah-mudahan sudah selesai pekerjaan mereka. Sehingga mama hanya tinggal membungkus dan mengepak kukisnya.

Pukul 08.00 pagi mama bersiap pamit berangkat ke Hotel Ibis untuk mengikuti seminar WISE Women Enterpreneur. Dan seperti biasa kedua krucil saya mengantar sampai ke depan rumah.
Sambil mengucap salam, saya melambaikan tangan. Namun... ada yang aneh, karena mereka tidak membalas lambaian tangan saya. 

Sissy pun manyun dan lemas. Saya hanya diam karena sudah telanjur dibonceng mas Abit. Didalam perjalanan saya sembari menerawang, apa yang tidak beres pada anak-anak.
Tetapi masih juga belum ada yang terlintas di pikiran saya, sampai ditempat tujuan.

Baru ketika sudah didalam ruangan, dan kebetulan acara belum di mulai, saya baru menyadari.
Saya lupa memberikan uang jatah jajan jika ditinggal, hehe...
Jika saya ada dirumah, mereka tidak meminta, karena saya selalu mengajak atau menyuruh mereka membeli cemilan atau paling tidak membuat cemilan sederhana.

Saat pulang disore hari, saya bilang "sori ya, mama lupa"...
Sekali-sekali kerja tanpa cemilan, hehe. Sekalian melatih kesabaran. 
Dan rupanya mereka pun mengerjakan tugas tepat waktu.
Nah, sana beli es oreo pokat kocok, jangan lupa mama dibagi...


#Hari8
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

TUMISAN BERKUAH


Rasa hambar pada masakan bisa jadi karena kurang garam, kurang bumbu dan lainnya. 
Hal seperti ini adalah hal yang lumrah. Begitu sepele, karena sesudah ditambahkan bumbu dan garam saja sudah selesai masalahnya.

Ketika Sissy memasak dengan buru-buru dan tidak fokus karena disambi menonton youtube. Sehingga ada yang terlupa. 

Garam lupa dimasukkan. Sedangkan masakan yang seharusnya kering (sambal goreng tempe teri kacang dan terong) jadinya masakan berkuah, yang airnya banyak banget.

Selesai memasak, Sissy segera mematikan kompor tanpa mencicipi terlebih dahulu. Melainkan langsung meneruskan nonton youtube. 
Sedangkan, waktu sudah hampir jam makan siang. Waktunya mengantar bekal untuk papa dan mas Risa. 

Ketika mas Alit menyiapkan tepak bekal, dicicipinya masakan yang sudah disepakati tadi pagi. Ternyata diluar dugaan. Secara otomatis, mas Alit protes dan memasak kembali masakan Sissy. 

Masakan sengaja tidak ditutup agar cepat menyusut airnya, dan menambahkan bumbu lagi.
Selesai sudah menyiapkan bekal, dan mas Abit mengantarkan ke tempat kerja papa dan mas Risa. Akan tetapi, persoalan belum beres. Apa itu?

Ada kesalahpahaman terjadi saat mas Alit langsung memasak kembali tanpa mengkonfirmasi pada Sissy, dan membuat Sissy kecewa. Meskipun niatnya baik, membantu agar lekas selesai karena waktu sudah mepet, namun caranya harus diperbaiki.

Akhirnya, setelah saya menjelaskan, masalah dapat diselesaikan dan Sissy memaafkan mas Alit. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacamnya dikemudian hari. 


#Hari7
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Sunday, November 11, 2018

LOOM SISSY




Beberes rumah adalah salah satu pekerjaan yang sangat menguras energi. Bagaimana tidak, sudah banyak barang-barang yang dihibahkan tetapi masih banyak juga yang memenuhi tempat. 

Beberapa boneka dan tas-tas lucu milik Sissy juga sudah banyak yang dioper pada sepupunya, Tasya dan Novi. Meskipun masih disayang, tetapi Sissy rupanya tidak tahan dengan rengekan adeknya itu. 
Apapun yang dimintanya, akan diberikan jika saya sudah mengijinkan. Tentu saja, saya akan kembali menanyakan pada Sissy, apakah dia sudah tidak membutuhkan lagi. Karena bagaimanapun juga, saya juga jarang membelikan jika belum terlalu dibutuhkan.

Ketika sedang memilah barang yang akan dibuang, Sissy tertawa riang. Seperti menemukan harta karun saja, begitu senangnya. Sissy menemukan kembali Loom alias gelang karet kecil-kecilnya. Masih lumayan lengkap dengan alat meroncenya dan gantungan lucu-lucu itu.

Beberapa waktu yang lalu, saya mendengar dua ponakan saya itu menanyakan pada Kak Sissy tentang mainan karet-karet kecil tersebut. Namun Sissy menjawabnya "lupa simpan".

Makanya, Sissy sangat gembira menemukan mainan yang dibentuk gelang-gelang, aneka buah ataupun hewan tersebut. Rupanya Sissy akan memberikannya pada adik-adiknya sebelum ditagih. 



Begitu sederhananya kebahagiaan bagi Sissy.
Everything happen for a reason.


#Hari6
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

ANTARA KESABARAN DAN KESENANGAN




Gambar diatas menunjukkan seberapa banyak pakaian yang masih disayang. Belum ada baju baru siy, karena belum diperlukan dan masih relevan buat berbagai acara.
Baju-baju ini, yang paling banyak nampak adalah pakaian perempuan... hehe. Dan jelas, dirumah hanya ada dua orang perempuan. Sissy dan saya. 

Jujur, meskipun pakaian saya yang paling banyak, secara saya yang paling banyak kegiatan, jadi tidak heran kalau sering berganti baju. 
Namun begitu, saya paling malas untuk berurusan dengan pakaian dan cucian. Dan untungnya, hal ini tidak menurun pada Sissy. 

Urusan mencuci, menyetrika, melipat dan menyusun kembali pakaian dalam lemari, serahkan pada ahlinya. Begitu jawab Sissy jika ada yang meminta tolong untuk beberes pakaiannya.
Gambar dibawah ini, behind the scene nya. 
Sissy terlihat serius dengan taburan kain disekelilingnya.



Dulu, sewaktu saya masih seusia Sissy, pekerjaan inilah yang menjadi urusan saya. Sekeluarga mempercayakan pada saya soal kebersihan mencuci. Terutama bapak saya. Beliau punya standar tersendiri untuk setrika. Dan akan merasa pas jika saya yang mengerjakan.

Saat-saat menjalani tugas ini, tak jarang membutuhkan kesabaran. Apalagi pakaian sudah menggunung karena beberapa hari tertunda oleh kegiatan lain.

Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan kesabaran ekstra, kadang-kadang saya melihat Sissy menyelesaikan pekerjaan dengan gembira.
Karena seringkali Sissy mendapatkan ide-ide pada saat tenang tersebut. Yaa... begitulah. Suasana tenang menumbuhkan kesabaran dan kesenangan.
Everything happen for a reason.


#Hari5
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Friday, November 9, 2018

NGOBROL DENGAN BURUNG





Kadang-kadang Sissy suka sebel sama burung peliharaannya.  Sudah hampir sebulan bertelur, tetapi tidak juga mau mengeraminya. Jadi bagaimana telurnya akan menetas?

Setiap hari, Sissy mencuci dan mengganti air minumnya agar tetap segar.  Tidak pernah sampai kehabisan memberi jagung untuk makannya.
Tidak lupa membersihkan kotoran juga kandangnya.

Untuk mengerami telur, dikandang burung merpati sempat diberi lap untuk tempat telurnya. Kemudian diganti dengan rumput-rumput disudut kandang. Tetapi tetap saja burungnya tidak mau mengerami telurnya.

Setiap hari, Sissy mengajak ngobrol si burung. Entah apa saja yang diucapkan. Saya hanya menanggapinya dengan senyum karena lucu.
Apalagi ketika Sissy memarahinya jika si burung menumpahkan jagung dari tempat makannya. Atau menanyakan mengapa tidak mau mengerami telurnya.
Padahal seharusnya, paling tidak masa 22 hari sudah menetas. Sedangkan ayam saja rata-rata hari ke 21 telurnya sudah menetas.

Saya jadi ikutan penasaran, mengapa si burung tidak mau mengerami telurnya. Langsung saja browsing internet. 
Ternyata, seharusnya telur dierami secara bergantian oleh burung jantan dan betina. Burung betina mengerami saat siang dan malam, sedangkan burung jantan giliran mengerami saat pagi dan sore hari.

Setelah tahu jawabannya, barulah kami semua paham. Telur yang sebiji ini tidak akan pernah menetas. Karena burung jantan tidak lagi pulang. Saat lepas dulu, hanya burung betina yang bisa tertangkap dan sudah tahu dimana rumahnya.

Nah, lagi-lagi Sissy mengajak ngobrol si burung. Disuruhnya sabar, jangan bandel. Supaya papa membelikan jodoh buat si burung betina.
Dengar-dengar sih, harganya mahal juga. Tetapi kita tunggu saja, barangkali nanti papa lekas mendapatkan burung merpati yang jantan. 

Hari ini Sissy dan si burung belajar bersabar. Sabar dengan tingkah si burung yang suka menumpahkan makanan. Dan si burung sabar untuk mendapatkan jodohnya.
Everything happen for a reason.


#Hari4
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Thursday, November 8, 2018

DIGIGIT SIMON




Sebelum Sissy, Mas Abit pernah di cakar Acing, kucing kesayangan pertama kami. Tidak tanggung-tanggung, yang dicakar adalah bagian dalam matanya. Bagian putih bola mata Mas Abit luka tergores tiga kuku Acing.

Semula kami mengira menangisnya adalah bercanda. Tetapi setelah melihat darah yang begitu banyak dari matanya, tidak membuang waktu lagi. Kami tancap gas berboncengan tiga meskipun hari sedang hujan menuju UGD.
Alhamdulillah, tidak mengenai korneanhya, sehingga masih bisa pulih dan tidak mengalami kebutaan.

Hampir sama kejadiannya yang berlaku dengan Sissy. Dia sedang bercanda dengan dua kucingnya, Endut dan Simon. 
Entah apa yang menjadi pemicunya, tiba-tiba saja Endut dan Simon mengerang-erang hendak berantem.

Tidak ingin kucingnya berlanjut berkelahi, Sissy bermaksud memisahkan keduanya. Jika kebanyakan orang memisahkan kucing berantem dengan menyiramkan air. Tetapi tidak bagi Sissy, karena sayangnya. 
Sissy mengangkat Endut supaya menjauh dari Simon. 

Tiba-tiba kami (saya dan papanya)  yang sedang asyik mengobrol dikejutkan oleh teriakan Sissy yang begitu kencangnya.
Ternyata tangan Sissy digigit dan dicakar Simon. 

Entah Simon mungkin marah kepada Sissy atau merasa terancam, sehingga dengan cepat menyerang Sissy.
Segera saja sang papa mengejar simon. Tetapi kemudian saya cegah, karena Simon juga sudah lari karena takut.

Yang utama kami lakukan, membersihkan luka Sissy dengan air kemudian memberikan minyak but-but. Segera setelahnya kami membawa Sissy ke klinik terdekat untuk diberikan pengobatan.
Alhamdulillah tidak ada yang serius.

Sepulang dari klinik, kami mengevaluasi kronologi Sissy sampai digigit Simon.
Setelahnya, Sissy belajar bagaimana membedakan sikap menyayangi pada hewan dan pada manusia. Begitupun papa, tidak harus menghukum Simon, karena memang naluri hewan akan menyerang jika merasa dirinya terancam.
Everything happen for a reason.


#Hari3
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

TIME OUT SAAT TIDAK MOOD



Adakalanya ketika sedang bosan, capek atau sedang tidak mood mengerjakan tugas, Sissy melakukan pekerjaan sambil grusak-grusuk atau sedikit melempar barang.
Pada saat dinasehati, raut mukanya semakin keruh dan masam.

Untuk menghindari suasana yang tidak nyaman, dan supaya suasana tetap kondusif (ini adalah alasan supaya saya tetap dalam kondisi waras, hehe) satu hal yang kami lakukan. Time out, meninggalkan pekerjaan. 

Selain menggambar, saat time out itu saya menganjurkan Sissy untuk duduk menepi di pojok teras. Tentu saja ketika suasana sepi dan tidak ada orang berseliweran.
Merenungkan apa yang sedang terjadi, memikirkan apa yang diinginkan ataupun mengumpulkan dan menyusun alasan yang ingin disampaikan.

Karena beberapa saat nanti, pasti mama akan menanyakan apa saja yang didapatkan saat perenungan dipojok teras tadi.

Biasanya, alasan tidak mood Sissy adalah karena bosan. Hal ini memang berhubungan dengan saya yang sering berkegiatan diluar tanpa melibatkan anak-anak. Atau saat saya juga dilanda kejenuhan dan kehabisan ide untuk berkarya bersama mereka. 
Sissy merasa hanya melakukan pekerjaan yang monoton dan itu-itu saja. 

Pada saat-saat begini, saya ingin Sissy memahami, bahwa kesulitan yang saat ini dirasakan, akan membuat dia menyadari bahwa suatu saat, masa-masa ini akan diingatnya. 
Semua yang dikerjakan hari ini, dan ketika sudah terbiasa mandiri akan membuat dia sendiri bisa mengatasi segala kondisi.
Everything happen for a reason.



#Hari2
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam